Selamat datang di pelatihan Public Relation Strategy. Di tengah era disrupsi digital dan derasnya arus informasi, peran Public Relations (PR) menjadi semakin krusial bagi keberlangsungan dan citra sebuah perusahaan. PR bukan lagi sekadar aktivitas menyampaikan informasi atau menjaga hubungan dengan media, melainkan telah bertransformasi menjadi strategi komunikasi yang terintegrasi untuk membangun reputasi, mengelola persepsi publik, hingga menghadapi krisis. Tak heran, banyak organisasi yang kini berlomba-lomba memperkuat fungsi PR mereka agar tetap relevan, kompetitif, dan dipercaya di mata publik.

Pelatihan Public Relation Strategy ini termasuk dalam materi pelatihan Kehumasan & Public Relation, yang dirancang secara khusus untuk membekali para profesional, staf humas, manajer komunikasi, hingga pemimpin organisasi dengan pengetahuan dan keterampilan strategis yang komprehensif. Materi yang kami sajikan akan membawa peserta menyelami mulai dari teori dasar PR, siklus perencanaan PR yang efektif, hingga pemahaman mendalam tentang bagaimana menjalin hubungan internal dan eksternal yang sehat dan produktif. Selain itu, peserta juga akan mempelajari berbagai strategi komunikasi—baik untuk audiens internal seperti karyawan dan stakeholder, maupun untuk audiens eksternal seperti media, pelanggan, atau komunitas.
Tak hanya membahas strategi di saat normal, pelatihan ini juga fokus pada bagaimana merancang kampanye PR yang berhasil, sekaligus menyiapkan langkah antisipatif jika kampanye tidak berjalan sesuai rencana. Penanganan isu dan krisis, pembangunan reputasi perusahaan secara berkelanjutan, serta pemanfaatan Marketing Public Relation (MPR) sebagai pengungkit promosi, akan menjadi bagian penting dari sesi pelatihan ini.
Dengan pendekatan yang praktis, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan zaman, pelatihan ini diharapkan mampu menjadi bekal strategis bagi peserta dalam menjalankan peran PR secara lebih efektif dan berdampak.
APA YANG AKAN ANDA PELAJARI?
- Teori public relation
- Memahami siklus perencanaan PR
- Memahami Hubungan internal dan eksternal PR
- Strategi Komunikasi internal
- Strategi Komunikasi eksternal
- Strategi menciptakan kampanye berhasil
- Strategi menghadapi kampanye gagal
- Strategi Membangun reputasi perusahaan
- Strategi Penanganan terhadap isu dan krisis
- Marketing public relation
TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN
Peserta pelatihan mampu mengembangkan pemikiran strategis dan mampu menerapkan teknik-teknik khusus dalam aktifitas kehumasan
TARGET PESERTA PELATIHAN
- Manajer Humas atau PR
- Staff Humas atau PR
- Semua pihak yang membutuhkan pengetahuan seputar Public Relation Strategy
METODE PELATIHAN
- Penyampaian konsep
- Diskusi kelompok
- Latihan
- Studi kasus
JADWAL PELATIHAN PUBLIC RELATION STRATEGY
- 8-9 Januari 2025
- 17-18 Februari 2025
- 17-18 Maret 2025
- 14-15 April 2025
- 26-27 Mei 2025
- 23-24 Juni 2025
- 14-15 Juli 2025
- 11-12 Agustus 2025
- 22-23 September 2025
- 6-7 Oktober 2025
- 10-11 November 2025
- 15-16 Desember 2025
BIAYA PELATIHAN
Pelatihan Public Relation Strategy Public
Biaya Public Training silahkan hubungi kami.
Durasi pelatihan : 2 hari.
Catatan :
- Harga diatas adalah harga untuk public training di Yogyakarta.
- Biaya pelatihan sudah termasuk ruang pelatihan di hotel beserta perlengkapan pelatihan, makan siang, coffee break 2x, modul materi, sertifikat, training kit dan souvenir.
- Biaya belum termasuk transportasi dan akomodasi (penginapan) peserta pelatihan.
- Biaya sudah termasuk biaya pajak.
- Untuk permintaan materi custom (yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta) atau in house training dapat menghubungi kami di sini.
Pelatihan Public Relation Strategy Online
Biaya Online Training silahkan hubungi kami.
Durasi pelatihan : 2 hari.
Catatan:
- Harga diatas adalah harga untuk online training.
- Pelatihan online menggunakan media Zoom Meeting atau media lainnya sesuai kebutuhan.
- Biaya pelatihan sudah termasuk Softcopy materi pelatihan, rekaman video pelatihan & Sertifikat pelatihan.
- Biaya sudah termasuk biaya pajak.
- Untuk permintaan materi custom (yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta) atau in house training dapat menghubungi kami di sini.
10 Kesalahan Fatal dalam Public Relation Strategy yang Harus Dihindari oleh PR Profesional
Di balik kesuksesan citra sebuah perusahaan, selalu ada strategi public relation (PR) yang matang dan terencana. Public Relation Strategy bukan sekadar serangkaian aktivitas promosi, tetapi fondasi dalam membangun kepercayaan publik, menjaga reputasi, hingga menjalin hubungan jangka panjang dengan stakeholder. Tanpa strategi PR yang tepat, perusahaan bisa dengan mudah kehilangan arah komunikasi, bahkan terjebak dalam krisis yang seharusnya bisa dicegah.
Public Relation Strategy dikutip dari indeed.com, adalah perencanaan terpadu untuk mengelola persepsi publik terhadap organisasi atau individu. Strategi ini mencakup bagaimana pesan disampaikan, kepada siapa, melalui kanal apa, dan pada waktu yang paling tepat. Bila strategi ini tidak dirancang dengan cermat, hasilnya bisa berantakan dan justru merusak nama baik perusahaan.
Melalui artikel ini, kita akan membedah 10 kesalahan paling umum yang sering terjadi dalam Public Relation Strategy. Dengan memahaminya, PR profesional bisa lebih waspada dan mampu menghindari jebakan-jebakan yang berpotensi merugikan citra perusahaan.
Kesalahan 1: Tidak Memiliki Public Relation Strategy yang Jelas
Kurangnya Perencanaan Jangka Panjang
Banyak perusahaan atau tim PR yang terjebak pada rutinitas aktivitas komunikasi tanpa arah yang jelas. Mereka menjalankan siaran pers, event, atau update media sosial hanya karena "harus ada konten", bukan karena bagian dari rencana besar. Padahal, Public Relation Strategy yang kuat membutuhkan visi jangka panjang: ke mana arah komunikasi perusahaan dan bagaimana cara mencapainya secara konsisten.
Tanpa peta strategi, semua kegiatan PR bisa jadi tidak berdampak, bahkan kontraproduktif. Alih-alih membangun reputasi, pesan yang disampaikan malah membingungkan publik.
Dampaknya terhadap Komunikasi Internal dan Eksternal
Ketika tidak ada strategi PR yang jelas, komunikasi internal menjadi tidak sinkron. Karyawan bingung tentang pesan apa yang perlu disampaikan kepada pelanggan atau mitra. Akibatnya, komunikasi eksternal pun menjadi tidak konsisten, dan hal ini menciptakan kebingungan serta menurunkan kepercayaan publik.
Kesalahan 2: Mengabaikan Riset Audiens dalam Public Relation Strategy
Tidak Memahami Kebutuhan dan Karakteristik Audiens
Salah satu kesalahan paling mendasar adalah tidak melakukan riset audiens secara mendalam. Banyak strategi PR dibuat berdasarkan asumsi, bukan data. Padahal, setiap segmen audiens memiliki preferensi, gaya komunikasi, dan nilai-nilai yang berbeda. Mengirim pesan yang tidak relevan bisa menyebabkan audiens merasa tidak dipahami, bahkan mengabaikan pesan tersebut sepenuhnya.
Dalam Public Relation Strategy, pemahaman audiens adalah kunci utama. Strategi yang tidak memperhitungkan karakteristik demografi, psikografi, dan kebiasaan audiens akan gagal menyampaikan pesan secara efektif.
Cara Menghindari Kesalahan Ini dengan Segmentasi yang Tepat
Solusinya adalah dengan melakukan segmentasi audiens. Pisahkan target menjadi beberapa kelompok berdasarkan kebutuhan dan karakteristiknya, lalu buat pesan yang sesuai untuk masing-masing segmen. Gunakan data dari survei, analitik media sosial, atau wawancara langsung untuk membangun strategi komunikasi yang relevan dan personal.
Kesalahan 3: Pesan Komunikasi Tidak Konsisten
Inkonsistensi antara Media Sosial, Siaran Pers, dan Komunikasi Lisan
Dalam banyak kasus, pesan yang disampaikan lewat media sosial berbeda dengan yang ada di siaran pers atau komunikasi langsung dari manajemen. Hal ini menciptakan keraguan di benak publik tentang posisi dan nilai perusahaan. Inkonsistensi ini bisa membuat perusahaan terlihat tidak profesional atau bahkan menimbulkan kesan menyesatkan.
Pesan PR yang baik harus selaras, meski disampaikan melalui berbagai kanal komunikasi. Konsistensi adalah fondasi dari kepercayaan publik.
Pentingnya Keselarasan Pesan dalam Public Relation Strategy
Public Relation Strategy harus memastikan semua tim komunikasi dan juru bicara memiliki referensi pesan yang sama. Hal ini bisa diwujudkan dengan membuat dokumen key messaging atau panduan narasi yang disepakati bersama. Dengan begitu, tidak ada lagi perbedaan makna atau nada bicara yang bisa menimbulkan krisis komunikasi.
Kesalahan 4: Mengabaikan Media Sosial dalam Public Relation Strategy
Media Sosial sebagai Kanal Utama PR Modern
Di era digital, media sosial bukan hanya tempat berbagi konten, tapi juga menjadi jendela utama masyarakat dalam melihat citra suatu organisasi. Sayangnya, masih banyak Public Relation Strategy yang tidak memberi porsi serius pada media sosial. Akibatnya, komunikasi yang seharusnya cepat dan interaktif malah berjalan lambat dan kaku.
Jika strategi PR mengabaikan media sosial, perusahaan akan kehilangan peluang untuk membangun engagement, merespons isu secara real-time, dan menjangkau generasi muda.
Bagaimana Mengintegrasikan Media Sosial ke dalam Strategi PR
Langkah pertama adalah menjadikan media sosial sebagai bagian dari strategi PR, bukan sekadar pelengkap. Buat konten yang sesuai dengan karakteristik masing-masing platform, dan pastikan ada tim yang mampu memonitor dan merespons dengan cepat. Gunakan media sosial untuk storytelling, klarifikasi isu, serta menjalin hubungan langsung dengan audiens.
Kesalahan 5: Tidak Siap Menghadapi Krisis Reputasi
Public Relation Strategy yang Tidak Memiliki Crisis Communication Plan
Krisis bisa datang kapan saja—baik dalam bentuk isu internal, kecelakaan kerja, hingga viral negatif di media sosial. Jika Public Relation Strategy tidak memasukkan skenario penanganan krisis, maka perusahaan akan gagap ketika masalah muncul. Tanpa kesiapan, respons bisa terlambat, salah langkah, atau malah memperburuk situasi.
Strategi PR yang solid harus mencakup protokol komunikasi krisis, siapa yang menjadi juru bicara, saluran komunikasi apa yang digunakan, dan bagaimana pesan dibentuk dalam situasi genting.
Kesalahan 6: Tidak Menjalin Hubungan Baik dengan Media
Pentingnya Media Relations sebagai Bagian dari Public Relation Strategy
Media masih menjadi salah satu saluran paling kredibel dalam menyampaikan informasi kepada publik. Jika perusahaan hanya mendekati media saat butuh publikasi, hubungan itu akan terasa transaksional. Public Relation Strategy yang efektif harus membangun kemitraan jangka panjang dengan media.
Media relations bukan soal menyuap jurnalis dengan rilis, tapi memahami kebutuhan mereka, memberikan informasi yang valid, dan merespons pertanyaan secara transparan.
Kesalahan Umum dalam Membangun Relasi dengan Jurnalis
Kesalahan yang sering terjadi adalah mengirimkan rilis berita tanpa personalisasi, mengabaikan follow-up, atau menolak wawancara saat situasi sulit. Hal ini bisa merusak kepercayaan jurnalis. Sebaliknya, strategi PR yang baik melibatkan komunikasi dua arah, respek terhadap waktu media, dan penyediaan materi yang informatif.
Kesalahan 7: Overpromising dan Under-delivering
Janji yang Tidak Realistis dalam Kampanye PR
Banyak strategi PR terjebak dalam upaya menciptakan sensasi atau menjanjikan hal-hal besar yang belum tentu bisa dipenuhi. Janji berlebihan ini memang bisa menarik perhatian awal, tapi berisiko besar jika tidak ditindaklanjuti dengan bukti nyata.
Audiens saat ini semakin cerdas dan kritis. Jika mereka merasa dibohongi, kepercayaan bisa hilang dalam sekejap.
Dampaknya terhadap Reputasi dan Kepercayaan Publik
Overpromising merusak kredibilitas merek. Sekali perusahaan dianggap tidak jujur, akan sangat sulit membangun kembali kepercayaan. Oleh karena itu, Public Relation Strategy harus realistis, transparan, dan fokus pada pencapaian nyata yang bisa dibuktikan.
Kesalahan 8: Mengabaikan Evaluasi dan Analisa Strategi
Tidak Mengukur Efektivitas Public Relation Strategy
Banyak kampanye PR dijalankan tanpa indikator keberhasilan yang jelas. Tanpa evaluasi, tim PR tidak tahu apakah pesan mereka sampai, apakah media coverage efektif, atau apakah sentimen publik membaik. Ini membuat strategi PR seperti menembak dalam gelap.
Evaluasi bukan pilihan, tapi keharusan.
Tools dan Metrik Penting dalam Evaluasi Kampanye PR
Gunakan tools seperti media monitoring, Google Analytics, survei kepuasan publik, hingga social listening tools. Public Relation Strategy yang baik harus mengacu pada data: berapa jumlah publikasi, tone pemberitaan, engagement rate, dan seberapa besar perubahan persepsi yang terjadi. Data inilah yang menjadi dasar untuk strategi PR berikutnya.
Kesalahan 9: Tidak Menyesuaikan Strategi dengan Tren dan Teknologi
Dunia PR yang Terus Berubah
PR bukanlah bidang yang statis. Teknologi, algoritma media sosial, hingga preferensi audiens terus berubah. Jika Public Relation Strategy tidak ikut berkembang, maka perusahaan akan tertinggal.
Tren seperti micro-influencer, konten video pendek, dan komunikasi berbasis AI semakin mendominasi. PR harus siap beradaptasi.
Kenapa Public Relation Strategy Harus Adaptif dan Up-to-date
Adaptivitas membuat strategi PR tetap relevan dan efektif. Perusahaan perlu terus melakukan benchmarking, update skill tim, dan mengevaluasi kanal komunikasi baru yang potensial. Strategi yang fleksibel akan membuat PR mampu menjawab tantangan zaman.
Kesalahan 10: Menyepelekan Etika dalam Praktik PR
Pentingnya Integritas dan Transparansi dalam Strategi PR
PR bukan sekadar membangun citra, tapi menjaga kepercayaan publik. Jika strategi PR dilandasi oleh manipulasi, data palsu, atau menyembunyikan informasi penting, maka dampaknya bisa sangat merusak. Publik saat ini menuntut keterbukaan.
Etika harus menjadi pilar utama dalam setiap Public Relation Strategy.
Bagaimana Menjaga Etika dalam Pelaksanaan Public Relation Strategy
Buat kode etik komunikasi yang jelas, latih tim PR tentang pentingnya kejujuran dan tanggung jawab, serta selalu cek fakta sebelum menyampaikan informasi. Etika yang dijaga akan memperkuat kredibilitas perusahaan dalam jangka panjang.
Kesepuluh kesalahan di atas sering kali dianggap sepele, tapi bisa berdampak besar terhadap reputasi perusahaan. Dengan memahami dan menghindari kesalahan tersebut, PR profesional dapat menyusun Public Relation Strategy yang lebih efektif, beretika, dan relevan dengan zaman.
Ingat, strategi PR bukan hanya soal tampil baik di depan publik, tapi juga soal bagaimana menjaga kepercayaan yang telah dibangun dengan susah payah. Saat PR dijalankan dengan penuh kesadaran, kejelasan strategi, dan komitmen pada integritas, maka reputasi yang kuat akan mengikuti.
