Home » Pelatihan Public Relation Basic

Pelatihan Public Relation Basic

Selamat datang di pelatihan Public Relation Basic. Di era komunikasi digital yang serba cepat seperti sekarang, peran Public Relations (PR) dalam sebuah organisasi tidak lagi sekadar sebagai pelengkap atau “pemanis citra”, melainkan menjadi ujung tombak dalam membangun reputasi dan kepercayaan publik. Setiap kata yang keluar dari perusahaan, setiap visual yang dibagikan ke media sosial, hingga cara organisasi menghadapi krisis, semuanya berada di bawah sorotan publik yang semakin kritis dan terinformasi. Dalam konteks inilah, Pelatihan Public Relation Basic hadir untuk menjawab kebutuhan organisasi dan individu dalam memahami peran strategis PR sebagai penghubung antara perusahaan dengan publiknya, baik internal maupun eksternal.

Pelatihan Public Relation Basic

Pelatihan ini termasuk dalam materi pelatihan Kehumasan & Public Relation, yang dirancang secara komprehensif untuk memberikan pemahaman mendasar namun esensial tentang dunia kehumasan. Mulai dari fungsi dan manfaat PR dalam struktur organisasi, kode etik profesi, hingga tren dan tantangan PR di era modern. Tak hanya itu, peserta juga akan dibekali dengan keterampilan praktis seperti manajemen komunikasi, perencanaan kerja PR yang efektif, hingga strategi menghadapi krisis tanpa merusak citra institusi. Dalam pelatihan ini pula, peserta akan mempelajari pentingnya komunikasi interpersonal yang kuat, kemampuan membangun hubungan dengan media massa, serta protokoler sebagai elemen penting dalam aktivitas PR resmi.

Pelatihan Public Relation Basic ini cocok diikuti oleh staf PR pemula, staf komunikasi perusahaan, hingga siapa pun yang ingin memahami bagaimana membangun citra positif dan kepercayaan publik secara berkelanjutan. Dengan pendekatan interaktif dan studi kasus aktual, pelatihan ini bukan hanya memberi teori, tetapi juga membekali peserta dengan keahlian yang langsung dapat diterapkan dalam dunia kerja.

APA YANG AKAN ANDA PELAJARI?

  1. Peranan Public Relations dalam perusahaan
    • Fungsi dan peranan PR
    • Manfaat Public Relations
    • Kedudukan PR dalam organisasi
    • Kode etik Public Relations
    • Tren Public Relation saat ini
  2. Manajemen & Perencanaan Kerja PR
    • Menentukan sasaran umum PR
    • Menetapkan strategi & tahap-tahap yang dibutuhkan
    • Hambatan – hambatan PR
  3. Interpersonal communication skill  sebagai fungsi penting PR
    • Komunikasi antar personal (internal)
    • Komunikasi dengan media masa (eksternal)
  4. Management Crisis
    • Pengertian krisis
    • Katagori krisis dan bentuknya
    • Manajemen krisis dan Citra Perusahaan/Institusi
    • Penanggulangan Krisis
  5. Corporate Image Identity
    • Pengertian  opini public
    • Strategi membentuk opini public
    • Media relation dalam aktifitas public relation
  6. Protokoler dalam kegiatan Public Relation
    • Pengertian Protokoler dan hubungan dengan kegiatan PR
    • Pemahaman tentang tatatertib dan etiket ke-protokoler-an
    • Ruang lingkup tugas kegiatan protokol.
    • Tata krama Pergaulan Bisnis, dasar pelaksanaan protokol
    • Persiapan-persiapan fisik
  7. Diskusi & studi kasus

TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN

  • Peserta pelatihan mampu memahami ruang lingkup kehumasan secara menyeluruh.
  • Peserta pelatihan mampu mengelola dan memahami pekerjaan public relations.
  • Peserta pelatihan mengetahui setiap elemen yang ada didalam tugas public relations.

TARGET PESERTA PELATIHAN

  • Staff Humas atau PR
  • Semua elemen di perusahaan yang terlibat didalam Public Relation atau kehumasan
  • Semua pihak yang membutuhkan pengetahuan seputar Public Relation atau kehumasan

METODE PELATIHAN

  • Penyampaian konsep
  • Diskusi kelompok
  • Latihan
  • Studi kasus

JADWAL PELATIHAN PUBLIC RELATION BASIC

  • 6-7 Januari 2025 
  • 26-27 Februari 2025 
  • 12-13 Maret 2025 
  • 9-10 April 2025 
  • 21-22 Mei 2025 
  • 18-19 Juni 2025 
  • 30-31 Juli 2025 
  • 6-7 Agustus 2025 
  • 17-18 September 2025 
  • 1-2 Oktober 2025 
  • 5-6 November 2025 
  • 10-11 Desember 2025

BIAYA PELATIHAN

Pelatihan Public Relation Basic Public

Biaya Public Training silahkan hubungi kami.

Durasi pelatihan : 2 hari.

Catatan :

  1. Harga diatas adalah harga untuk public training di Yogyakarta.
  2. Biaya pelatihan sudah termasuk ruang pelatihan di hotel beserta perlengkapan pelatihan, makan siang, coffee break 2x, modul materi, sertifikat, training kit dan souvenir.
  3. Biaya belum termasuk transportasi dan akomodasi (penginapan) peserta pelatihan.
  4. Biaya sudah termasuk biaya pajak.
  5. Untuk permintaan materi custom (yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta) atau in house training dapat menghubungi kami di sini.

Pelatihan Public Relation Basic Online

Biaya Online Training silahkan hubungi kami.

Durasi pelatihan : 2 hari.

Catatan:

  1. Harga diatas adalah harga untuk online training.
  2. Pelatihan online menggunakan media Zoom Meeting atau media lainnya sesuai kebutuhan.
  3. Biaya pelatihan sudah termasuk Softcopy materi pelatihan, rekaman video pelatihan & Sertifikat pelatihan.
  4. Biaya sudah termasuk biaya pajak.
  5. Untuk permintaan materi custom (yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta) atau in house training dapat menghubungi kami di sini.

Public Relation Basic di Era Digital: Tantangan dan Peluang yang Harus Kamu Tahu

Meski zaman sudah serba digital, prinsip-prinsip dasar dalam Public Relation Basic tetap menjadi fondasi utama komunikasi organisasi. Banyak yang mengira kehumasan hanya soal membuat press release atau menghadiri acara resmi. Padahal, tugas PR jauh lebih luas dan strategis. Dikutip dari investopedia.com, Public Relation Basic mencakup kemampuan membangun citra positif, menjalin relasi, dan menjaga reputasi organisasi di mata publik.

Di era media sosial dan teknologi serba cepat ini, peran kehumasan menjadi semakin krusial. Kapan saja, opini publik bisa berubah karena satu unggahan viral. Tanpa pemahaman yang kuat terhadap Public Relation Basic, sebuah perusahaan bisa salah langkah dalam berkomunikasi dan berisiko kehilangan kepercayaan publik.

Transformasi Public Relation Basic di Era Digital

Dari Media Konvensional ke Media Digital

Dulu, humas banyak bergantung pada media cetak, radio, atau televisi untuk menyampaikan pesan. Sekarang, semua bisa dilakukan hanya dengan sekali klik. Instagram, Twitter, hingga LinkedIn menjadi saluran baru bagi praktisi PR. Transformasi ini menuntut penguasaan teknis digital, namun tetap berpijak pada prinsip Public Relation Basic yang mengutamakan kejujuran, konsistensi, dan transparansi.

Public Relation Basic dalam konteks digital menuntut kita untuk lebih tangkas dalam mengelola informasi. Apa yang dulu bisa ditunda untuk rilis besok, kini harus dipublikasikan dalam hitungan menit. Ketepatan dan kecepatan menjadi bagian penting dalam strategi komunikasi modern.

Pergeseran Strategi Komunikasi

Konten menjadi raja, dan audiens tidak lagi pasif. Mereka memilih sendiri informasi yang ingin dikonsumsi. Oleh karena itu, praktisi PR harus mampu menyampaikan pesan dengan gaya yang menarik dan relevan. Video, infografis, dan story menjadi alat komunikasi yang lebih disukai dibanding teks panjang yang membosankan.

Pergeseran ini juga menuntut PR untuk lebih memahami karakter platform digital. Pesan yang disampaikan di Instagram tentu berbeda dengan yang dipublikasikan di LinkedIn. Namun, apapun bentuknya, semua tetap harus berakar pada Public Relation Basic agar pesan tidak kehilangan esensinya.

Digital PR vs PR Tradisional

PR tradisional masih penting, namun kini fungsinya lebih sebagai pendukung. Sementara itu, digital PR hadir dengan kecepatan, skalabilitas, dan interaktivitas yang jauh lebih tinggi. Praktisi yang memahami Public Relation Basic bisa dengan mudah mengadaptasi metode baru ini tanpa kehilangan nilai-nilai dasar kehumasan.

Digital PR membuka peluang besar untuk menjangkau publik secara lebih luas dan personal. Namun, jika hanya fokus pada teknis dan mengabaikan etika, pesan yang disampaikan bisa salah kaprah. Inilah mengapa Public Relation Basic tetap relevan sebagai pondasi dalam praktik PR modern.

Tantangan Public Relation Basic di Dunia Digital

Kecepatan Penyebaran Informasi & Krisis Reputasi

Di era digital, satu kesalahan kecil bisa menyebar luas dalam hitungan detik. Misalnya, komentar negatif pelanggan di Twitter bisa viral dan membentuk opini buruk jika tidak segera ditanggapi. Tantangan ini membuat Public Relation Basic semakin penting untuk memastikan respons cepat dan tepat.

Krisis reputasi bukan hanya terjadi pada brand besar. UMKM sekalipun bisa terdampak jika tidak memiliki strategi komunikasi yang solid. Maka dari itu, pemahaman terhadap Public Relation Basic menjadi kebutuhan mutlak agar bisa bertindak tenang dan bijak di saat genting.

Meningkatnya Interaksi Dua Arah

Media sosial membuat komunikasi antara brand dan audiens menjadi dua arah. Masyarakat kini aktif memberi komentar, kritik, bahkan saran. Dalam situasi ini, praktisi PR harus siap mendengar dan menanggapi dengan empati. Kemampuan mendengarkan adalah bagian penting dalam Public Relation Basic.

Respon yang arogan atau defensif bisa memperkeruh suasana. Maka penting bagi PR untuk tetap profesional dan terbuka, sekaligus mampu menjaga citra positif organisasi. Inilah peran PR sebagai jembatan komunikasi yang humanis dan strategis.

Persaingan Konten yang Ketat

Setiap hari ribuan konten berseliweran di media sosial. Agar pesanmu tidak tenggelam, kamu harus kreatif dan cerdas dalam mengolah pesan. PR bukan lagi hanya soal "apa yang disampaikan", tapi juga "bagaimana cara menyampaikannya". Public Relation Basic mengajarkan kita untuk mengenal audiens dan membuat pesan yang menyentuh mereka secara emosional.

Konten PR tidak harus kaku atau formal. Justru, pendekatan yang ringan, relevan, dan relatable lebih disukai audiens. Namun, tetap jaga kredibilitas dan etika agar pesan tidak menyesatkan.

Keamanan Data dan Etika Digital

Ketika komunikasi berpindah ke platform digital, keamanan data menjadi isu serius. Jangan sampai data pelanggan bocor karena kelalaian komunikasi. Public Relation Basic menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik. Artinya, data dan privasi harus dihormati dan dilindungi.

Selain itu, etika digital juga harus dijaga. Jangan menyebarkan informasi palsu, memanipulasi opini, atau membuat kampanye yang menyinggung kelompok tertentu. Dunia digital memang bebas, tapi bukan berarti bisa sembarangan.

Peluang Emas untuk Praktisi Public Relation Basic

Memperluas Jangkauan Audiens Secara Global

Digitalisasi memungkinkan pesan PR menjangkau audiens dari berbagai belahan dunia. Dengan hanya satu unggahan di media sosial, kamu bisa menjangkau ribuan bahkan jutaan orang. Ini peluang besar bagi praktisi Public Relation Basic untuk memperluas pengaruh dan visibilitas organisasi.

Tentu, tantangannya adalah menyampaikan pesan yang dapat dipahami oleh audiens lintas budaya. Maka dari itu, penguasaan Public Relation Basic sangat membantu untuk memastikan pesan tetap universal namun tetap relevan secara lokal.

Menggunakan Media Sosial untuk Kampanye PR

Media sosial adalah alat yang sangat ampuh jika digunakan dengan tepat. Kampanye PR bisa dilakukan secara interaktif, hemat biaya, dan cepat menyebar. Hashtag, live streaming, dan kolaborasi dengan influencer adalah beberapa strategi yang bisa dimanfaatkan.

Namun, semua itu tidak akan efektif jika tanpa perencanaan yang matang. Prinsip-prinsip Public Relation Basic seperti konsistensi pesan, kredibilitas sumber, dan kejelasan tujuan harus menjadi dasar dari setiap kampanye digital.

Data Analytics: Memahami Audiens Secara Lebih Mendalam

Sekarang kamu bisa tahu siapa saja yang membaca kontenmu, berapa lama mereka membaca, hingga bagaimana reaksi mereka. Data analytics membuka peluang besar untuk memahami audiens lebih baik. Dengan wawasan ini, pesan PR bisa disesuaikan secara lebih personal dan tepat sasaran.

Public Relation Basic mengajarkan pentingnya mengenal audiens. Dengan bantuan data, kini proses tersebut bisa dilakukan lebih akurat dan efisien. Praktisi PR tidak hanya menjadi komunikator, tapi juga analis yang peka terhadap perilaku publik.

Teknologi AI dan Automation dalam Mendukung Kerja PR

Artificial Intelligence (AI) memungkinkan PR bekerja lebih efisien. Mulai dari membuat laporan media monitoring otomatis, chatbot untuk layanan informasi, hingga analisis sentimen publik secara real-time. Teknologi ini bisa menjadi asisten hebat selama tidak menggantikan sentuhan manusiawi dalam komunikasi.

Public Relation Basic tetap menjadi filter agar teknologi digunakan secara etis dan efektif. Jangan sampai tergoda otomatisasi yang mengabaikan sisi empati, karena pada akhirnya PR adalah tentang hubungan manusia.

Strategi Meningkatkan Public Relation Basic agar Relevan di Era Digital

Peningkatan Literasi Digital untuk Praktisi PR

Praktisi PR zaman sekarang tidak cukup hanya jago menulis rilis. Mereka harus paham SEO, algoritma media sosial, hingga teknik visual storytelling. Literasi digital bukan lagi bonus, tapi kebutuhan. Pelatihan dan pembelajaran berkelanjutan wajib dilakukan agar tetap relevan.

Namun, semua kemampuan digital ini akan sia-sia tanpa pemahaman Public Relation Basic. Nilai-nilai seperti integritas, kejelasan pesan, dan empati tetap jadi roh utama dari komunikasi publik yang berhasil.

Kolaborasi dengan Digital Marketing dan Content Creator

Era digital membuka peluang kolaborasi yang sangat luas. PR bisa bekerja sama dengan tim marketing untuk menciptakan kampanye terpadu, atau menggandeng content creator agar pesan lebih mudah diterima generasi muda. Kolaborasi ini membuat pekerjaan PR jadi lebih dinamis.

Namun, kolaborasi ini tetap harus diawasi dari sisi etika dan pesan yang disampaikan. Public Relation Basic akan membantu menjaga agar kolaborasi tetap sesuai dengan nilai organisasi dan tidak melanggar norma komunikasi yang baik.

Manajemen Reputasi Online Secara Proaktif

Jangan tunggu krisis datang baru bertindak. PR harus aktif memantau percakapan online tentang brand mereka. Jika ada potensi masalah, segera ambil tindakan preventif. Tools seperti Google Alert, Mention, atau Brandwatch bisa jadi senjata ampuh.

Public Relation Basic menekankan pentingnya menjaga reputasi secara terus-menerus. Ini bukan pekerjaan musiman, tapi komitmen jangka panjang untuk menjaga kepercayaan publik.

Pentingnya Storytelling & Konten Berbasis Manusia (Human-Centric)

Konten yang berbicara langsung ke hati audiens akan lebih diingat. Storytelling yang kuat bisa mengubah persepsi publik dan membentuk loyalitas. Cerita tentang perjuangan tim, keberhasilan pelanggan, atau nilai-nilai perusahaan bisa menjadi alat PR yang sangat efektif.

Public Relation Basic selalu menekankan bahwa komunikasi bukan soal perusahaan bicara, tapi bagaimana publik merasa terhubung. Human-centric content adalah jembatan antara organisasi dan audiens di era digital yang penuh distraksi ini.

Peran Public Relation Basic tidak pernah usang, justru semakin penting di era digital. Meski alat dan caranya berubah, nilai-nilai kehumasan seperti integritas, empati, dan keterbukaan tetap jadi penuntun utama. PR yang hebat adalah mereka yang mampu menggabungkan teknik digital dengan nilai dasar komunikasi.

Tantangan akan selalu ada, tapi peluang juga terbuka lebar. Dengan penguasaan Public Relation Basic, ditambah keterampilan digital yang mumpuni, kamu bisa menjadi praktisi PR yang adaptif, strategis, dan relevan di masa depan. Dunia butuh lebih banyak komunikator yang bukan hanya pintar bicara, tapi juga peka dan bisa dipercaya.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram