Selamat datang di pelatihan Penyusunan HPS atas pengadaan barang dan jasa. Dalam proses pengadaan barang dan jasa, penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) memegang peran krusial sebagai dasar penilaian kewajaran harga, efisiensi anggaran, dan akuntabilitas proses pengadaan. HPS yang disusun secara tidak tepat dapat menimbulkan berbagai risiko, mulai dari ketidaksesuaian harga penawaran hingga potensi permasalahan hukum dan audit. Oleh karena itu, dibutuhkan pemahaman yang komprehensif dan keterampilan teknis yang memadai agar HPS dapat disusun secara objektif, logis, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pelatihan Penyusunan HPS atas Pengadaan Barang dan Jasa termasuk dalam materi pelatihan Finance & Accounting, yang dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan kemampuan praktis dalam menyusun HPS dan Owner’s Estimate (OE) secara sistematis dan berbasis data. Pelatihan ini mencakup pemahaman proses pengadaan, teknik penyusunan OE, perhitungan harga satuan dan Cost of Goods Sold (COGS), hingga penerapan metode Activity-Based Costing (ABC) dan analisis Break Even Point. Selain itu, peserta juga akan diperkenalkan pada penyusunan OE untuk pengadaan internasional serta praktik langsung perhitungan HPS proyek menggunakan software, sehingga kompetensi yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam pelaksanaan pengadaan yang profesional dan berintegritas.nsi yang diperoleh tidak hanya bersifat konseptual, tetapi siap diterapkan dalam situasi nyata.
APA YANG AKAN ANDA PELAJARI?
- Proses Pengadaan Barang dan jasa
- Peran Owners Estimate dalam Proses Pengadaan Barang dan Jasa.
- Teknik Penyusunan Owners Estimate.
- Statistik Bisnis Untuk Penyusunan Owners Estimate.
- Perhitungan Harga Satuan dan Cost of Goods Sold.
- Perhitungan Harga Satuan dan Cost of Goods Sold dengan Activity-Based Costing (ABC).
- Analisis Titik Pulang Pokok (Break event Point Analysis).
- Perhitungan OE untuk pengadaaan international
- Praktek Perhitungan HPS Proyek Dengan Software
TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN
- Peserta pelatihan mampu memahami proses pengadaan barang dan jasa
- Peserta pelatihan mampu memahami peran owners estimate dalam proses pengadaan barang dan jasa
- Peserta pelatihan mampu memahami teknik penyusunan owners estimate.
TARGET PESERTA PELATIHAN
- Manajer keuangan
- Staff keuangan atau Accounting
- Staf di bidang pengadaan barang dan jasa
- Semua pihak yang ingin meningkatkan pengetahuan seputar Penyusunan HPS atas pengadaan barang dan jasa
METODE PELATIHAN
- Penyampaian konsep
- Diskusi kelompok
- Latihan
- Studi kasus
JADWAL PELATIHAN PENYUSUNAN HPS ATAS PENGADAAN BARANG DAN JASA
- 6-7 Januari 2025
- 26-27 Februari 2025
- 12-13 Maret 2025
- 9-10 April 2025
- 7-8 Mei 2025
- 18-19 Juni 2025
- 9-10 Juli 2025
- 6-7 Agustus 2025
- 8-9 September 2025
- 22-23 Oktober 2025
- 5-6 November 2025
- 10-11 Desember 2025
BIAYA PELATIHAN
Pelatihan Penyusunan HPS atas pengadaan barang dan jasa Public
Biaya Public Training silahkan hubungi kami.
Durasi pelatihan : 2 hari.
Catatan :
- Harga diatas adalah harga untuk public training di Yogyakarta.
- Biaya pelatihan sudah termasuk ruang pelatihan di hotel beserta perlengkapan pelatihan, makan siang, coffee break 2x, modul materi, sertifikat, training kit dan souvenir.
- Biaya belum termasuk transportasi dan akomodasi (penginapan) peserta pelatihan.
- Biaya sudah termasuk biaya pajak.
- Untuk permintaan materi custom (yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta) atau in house training dapat menghubungi kami di sini.
Pelatihan Penyusunan HPS atas pengadaan barang dan jasa Online
Biaya Online Training silahkan hubungi kami.
Durasi pelatihan : 2 hari.
Catatan:
- Harga diatas adalah harga untuk online training.
- Pelatihan online menggunakan media Zoom Meeting atau media lainnya sesuai kebutuhan.
- Biaya pelatihan sudah termasuk Softcopy materi pelatihan, rekaman video pelatihan & Sertifikat pelatihan.
- Biaya sudah termasuk biaya pajak.
- Untuk permintaan materi custom (yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta) atau in house training dapat menghubungi kami di sini.
7 Kesalahan Fatal dalam Penyusunan HPS atas Pengadaan Barang dan Jasa yang Sering Terjadi
Dalam dunia pengadaan, Penyusunan HPS atas pengadaan barang dan jasa bukan sekadar formalitas administrasi. Dokumen ini menjadi fondasi utama dalam menentukan apakah sebuah proses pengadaan berjalan efisien atau justru berujung pada pemborosan anggaran. HPS berfungsi sebagai acuan kewajaran harga, sekaligus alat kontrol agar belanja sesuai dengan kebutuhan riil organisasi.
Bagi tim keuangan, HPS adalah jembatan antara perencanaan anggaran dan realisasi belanja. Nilai yang terlalu rendah bisa membuat tender gagal, sementara angka yang terlalu tinggi membuka celah inefisiensi. Itulah sebabnya, Penyusunan HPS atas pengadaan barang dan jasa harus dilakukan dengan pendekatan finansial yang matang, bukan sekadar menyalin harga dari dokumen lama.
Dampak Kesalahan HPS terhadap Proses Tender, Keuangan, dan Kepatuhan Regulasi
Kesalahan dalam Penyusunan HPS atas pengadaan barang dan jasa sering kali berdampak berlapis. Di tahap awal, proses tender bisa gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup memenuhi nilai HPS. Di sisi lain, HPS yang tidak rasional dapat memicu pemborosan anggaran dan berujung pada temuan audit.
Dari perspektif kepatuhan, HPS yang disusun tanpa dasar kuat berisiko melanggar ketentuan pengadaan. Hal ini tidak hanya berdampak pada institusi, tetapi juga pada individu yang terlibat dalam penyusunan dan persetujuan dokumen. Oleh karena itu, memahami kesalahan-kesalahan umum menjadi langkah awal untuk memperbaiki kualitas HPS.
Tujuan Artikel bagi PPK, Pejabat Pengadaan, dan Tim Keuangan
Artikel ini disusun untuk membantu PPK, Pejabat Pengadaan, dan tim keuangan memahami kesalahan fatal yang sering terjadi dalam Penyusunan HPS atas pengadaan barang dan jasa. Fokusnya bukan menyalahkan, melainkan memberikan gambaran nyata tentang risiko dan cara berpikir yang lebih tepat.
Dengan memahami tujuh kesalahan utama ini, pembaca diharapkan mampu menyusun HPS yang lebih akurat, dapat dipertanggungjawabkan, dan selaras dengan prinsip efisiensi anggaran.
1. Kesalahan Memahami Konsep Dasar Penyusunan HPS atas Pengadaan Barang dan Jasa
Definisi dan Fungsi HPS dalam Proses Pengadaan
HPS atau Harga Perkiraan Sendiri dikutip dari buske.com, adalah estimasi harga yang disusun oleh PPK sebagai dasar penilaian kewajaran penawaran. Dalam konteks Penyusunan HPS atas pengadaan barang dan jasa, HPS berfungsi sebagai alat pembanding, bukan harga patokan yang harus diikuti penyedia secara kaku.
Kesalahan sering muncul ketika HPS diperlakukan sebagai “harga mati”. Padahal, HPS seharusnya mencerminkan harga pasar yang wajar berdasarkan analisis yang dapat dipertanggungjawabkan. Jika konsep ini keliru sejak awal, maka seluruh proses pengadaan berpotensi bermasalah.
Perbedaan HPS dengan Pagu Anggaran dan RAB
Masih banyak yang menyamakan HPS dengan pagu anggaran atau RAB. Pagu anggaran adalah batas maksimal belanja, sementara RAB merupakan rincian biaya internal. Penyusunan HPS atas pengadaan barang dan jasa berada di antara keduanya, sebagai estimasi harga pasar.
Ketika HPS disusun sama persis dengan pagu, risiko overpricing menjadi tinggi. Sebaliknya, jika HPS hanya menyalin RAB tanpa mempertimbangkan harga pasar, tender bisa gagal karena nilainya tidak realistis.
Implikasi Finansial Jika Konsep HPS Disalahartikan
Kesalahan konseptual berdampak langsung pada kualitas belanja. HPS yang tidak mencerminkan harga pasar dapat mengganggu perencanaan kas, menimbulkan sisa anggaran tidak wajar, atau bahkan memicu pemborosan.
Dalam jangka panjang, kesalahan ini mencederai prinsip value for money. Itulah sebabnya, pemahaman konsep menjadi pondasi utama dalam Penyusunan HPS atas pengadaan barang dan jasa.
2. Penyusunan HPS atas Pengadaan Barang dan Jasa Tanpa Survei Harga Pasar yang Valid
Pentingnya Data Harga Pasar yang Terkini dan Dapat Dipertanggungjawabkan
Survei harga pasar adalah jantung dari Penyusunan HPS atas pengadaan barang dan jasa. Data yang digunakan harus mencerminkan kondisi aktual, bukan harga lama yang sudah tidak relevan.
Harga barang dan jasa sangat dinamis. Tanpa pembaruan data, HPS akan kehilangan akurasinya dan sulit dipertanggungjawabkan secara finansial maupun audit.
Risiko Penggunaan Data Lama atau Tidak Relevan
Menggunakan data harga lama adalah kesalahan klasik. Risiko yang muncul bukan hanya kegagalan tender, tetapi juga potensi temuan karena HPS tidak mencerminkan kondisi pasar saat ini.
Dalam audit, data pendukung yang usang sering dianggap tidak valid. Ini menunjukkan bahwa Penyusunan HPS atas pengadaan barang dan jasa dilakukan tanpa kehati-hatian yang memadai.
Contoh Kesalahan Umum dalam Pengumpulan Data Harga
Kesalahan yang sering terjadi antara lain hanya mengambil satu sumber harga, tidak mencatat tanggal survei, atau menggunakan harga promosi sebagai acuan utama. Praktik seperti ini membuat HPS rentan dipertanyakan.
Idealnya, data harga dikumpulkan dari beberapa sumber dan dianalisis secara rasional untuk menghasilkan estimasi yang wajar.
3. Mengabaikan Komponen Biaya dalam Penyusunan HPS atas Pengadaan Barang dan Jasa
Biaya Langsung dan Tidak Langsung yang Sering Terlewat
Dalam Penyusunan HPS atas pengadaan barang dan jasa, fokus sering hanya pada harga barang utama. Padahal, ada biaya lain seperti pengiriman, instalasi, dan asuransi yang tidak boleh diabaikan.
Ketika biaya-biaya ini terlewat, nilai HPS menjadi tidak realistis dan berpotensi menimbulkan masalah di tahap kontrak.
Pajak, Biaya Distribusi, dan Margin Wajar Penyedia
Pajak dan margin wajar penyedia adalah komponen yang sering dianggap remeh. Padahal, penyedia pasti memperhitungkan unsur tersebut dalam penawarannya.
Mengabaikan komponen ini membuat HPS terlalu rendah dan menyulitkan penyedia yang kompeten untuk berpartisipasi.
Dampak Underestimasi Biaya terhadap Kegagalan Tender
HPS yang terlalu rendah meningkatkan risiko tender gagal. Selain membuang waktu, kondisi ini juga menunda realisasi program dan penyerapan anggaran.
Dari sisi keuangan, kegagalan ini berdampak pada efisiensi organisasi secara keseluruhan.
4. Penyusunan HPS atas Pengadaan Barang dan Jasa yang Tidak Didukung Dokumen Pendukung
Jenis Dokumen yang Wajib Disiapkan dalam Penyusunan HPS
Dokumen pendukung seperti hasil survei harga, analisis perhitungan, dan referensi pasar adalah bukti utama kualitas HPS. Tanpa dokumen ini, Penyusunan HPS atas pengadaan barang dan jasa menjadi lemah secara administratif.
Dokumen tersebut menunjukkan bahwa HPS disusun melalui proses yang sistematis dan rasional.
Konsekuensi Audit dan Temuan Pemeriksaan
Dalam audit, HPS tanpa dokumen pendukung sering menjadi sasaran temuan. Auditor tidak hanya melihat angka, tetapi juga proses di balik angka tersebut.
Ketika bukti tidak memadai, risiko rekomendasi korektif bahkan sanksi administratif menjadi lebih besar.
Praktik Dokumentasi yang Baik dan Akuntabel
Dokumentasi yang rapi dan sistematis membantu proses audit berjalan lancar. Selain itu, praktik ini meningkatkan transparansi dan kepercayaan terhadap proses pengadaan.
Penyusunan HPS atas pengadaan barang dan jasa yang terdokumentasi dengan baik mencerminkan tata kelola keuangan yang sehat.
5. Kesalahan Metode Analisis Harga dalam Penyusunan HPS atas Pengadaan Barang dan Jasa
Pemilihan Metode Analisis Harga yang Tidak Sesuai Objek Pengadaan
Tidak semua pengadaan bisa dianalisis dengan metode yang sama. Barang standar berbeda dengan jasa konsultansi. Kesalahan memilih metode membuat HPS tidak mencerminkan realitas pasar.
Pemahaman karakteristik objek pengadaan menjadi kunci dalam Penyusunan HPS atas pengadaan barang dan jasa.
Perbandingan Harga Pasar, Historis, dan Standar Biaya
Analisis harga idealnya mengombinasikan beberapa pendekatan. Harga pasar memberikan gambaran aktual, harga historis memberi konteks, sementara standar biaya membantu mengontrol kewajaran.
Mengandalkan satu pendekatan saja membuat HPS kurang komprehensif.
Risiko HPS Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah
HPS yang terlalu tinggi membuka celah inefisiensi, sedangkan HPS terlalu rendah menghambat persaingan sehat. Keduanya sama-sama merugikan organisasi.
Keseimbangan analisis menjadi tujuan utama dalam Penyusunan HPS atas pengadaan barang dan jasa.
6. Penyusunan HPS atas Pengadaan Barang dan Jasa Tanpa Memperhatikan Spesifikasi Teknis
Hubungan antara Spesifikasi Teknis dan Nilai HPS
Spesifikasi teknis menentukan kualitas dan harga barang atau jasa. HPS yang disusun tanpa memahami spesifikasi akan sulit mencerminkan kebutuhan sebenarnya.
Kolaborasi antara tim teknis dan keuangan sangat penting dalam tahap ini.
Kesalahan Umum dalam Menerjemahkan Kebutuhan Teknis ke Harga
Kesalahan sering terjadi ketika spesifikasi terlalu umum atau terlalu detail tanpa analisis harga yang memadai. Akibatnya, HPS menjadi tidak proporsional.
Pemahaman teknis yang baik membantu Penyusunan HPS atas pengadaan barang dan jasa lebih akurat.
Dampak Perubahan Spesifikasi terhadap Nilai HPS
Perubahan spesifikasi tanpa penyesuaian HPS adalah kesalahan serius. Nilai HPS harus selalu selaras dengan spesifikasi terbaru.
Jika tidak, risiko sengketa dan temuan audit meningkat.
7. Penyusunan HPS atas Pengadaan Barang dan Jasa yang Tidak Selaras dengan Regulasi
Ketidaksesuaian dengan Ketentuan Pengadaan yang Berlaku
Regulasi pengadaan terus berkembang. HPS yang disusun tanpa memperhatikan aturan terbaru berisiko melanggar ketentuan.
Penyusunan HPS atas pengadaan barang dan jasa harus selalu mengikuti regulasi yang berlaku.
Risiko Hukum dan Sanksi Administratif
Ketidaksesuaian regulasi dapat berujung pada sanksi administratif hingga risiko hukum. Dampaknya tidak hanya finansial, tetapi juga reputasi.
Oleh karena itu, kehati-hatian dalam penyusunan HPS menjadi keharusan.
Pentingnya Update Regulasi bagi Tim Pengadaan dan Keuangan
Tim pengadaan dan keuangan perlu rutin memperbarui pemahaman regulasi. Dengan begitu, kualitas HPS dapat terus ditingkatkan.
Langkah ini membantu organisasi menjaga kepatuhan sekaligus efisiensi anggaran.
