Selamat datang di pelatihan Know your customer and anti money laundering. Dalam dunia perbankan dan jasa keuangan, kepercayaan merupakan fondasi utama yang menentukan keberlangsungan hubungan antara lembaga keuangan dengan nasabahnya. Namun, di balik interaksi yang terlihat sederhana antara bank dan nasabah, terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa setiap transaksi berjalan sesuai aturan hukum serta terhindar dari praktik yang merugikan, khususnya tindak pencucian uang (money laundering). Di sinilah prinsip Know Your Customer (KYC) menjadi sangat penting. Prinsip ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah sistem pengendalian yang dirancang untuk mengenali, memahami, dan memverifikasi identitas nasabah secara menyeluruh, sehingga institusi keuangan dapat beroperasi dengan aman, transparan, dan sesuai regulasi.

Pelatihan Know Your Customer and Anti Money Laundering ini termasuk dalam materi pelatihan Perbankan & Jasa Keuangan, yang dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai bagaimana lembaga keuangan menerapkan kewajiban KYC secara efektif. Peserta akan diajak memahami pengertian prinsip mengenal nasabah, regulasi dari otoritas terkait yang menjadi landasan hukum, hingga langkah-langkah praktis dalam implementasinya di lapangan. Selain itu, pelatihan ini juga membahas keterkaitan erat antara penerapan KYC dengan upaya pencegahan tindak pencucian uang, mengingat praktik money laundering kerap memanfaatkan celah dalam sistem keuangan untuk menyamarkan hasil kejahatan.
Lebih jauh, peserta akan dilatih untuk mengidentifikasi indikasi transaksi mencurigakan, memahami pola-pola umum dalam praktik pencucian uang, serta membangun keterampilan dalam membuat profil nasabah yang akurat dan komprehensif. Dengan begitu, lembaga keuangan bukan hanya sekadar mematuhi ketentuan regulasi, tetapi juga dapat menjaga reputasi sekaligus memperkuat sistem pengendalian internalnya. Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta mampu menginternalisasi pentingnya prinsip mengenal nasabah dan peran vitalnya dalam mencegah tindak kejahatan finansial yang merugikan industri maupun masyarakat secara luas.
APA YANG AKAN ANDA PELAJARI?
- Pengertian prinsip mengenal nasabah
- Peraturan-peraturan dari institusi terkait mengenai prinsip mengenal nasabah
- Langkah-langkah dalam pelaksanaan prinsip mengenal nasabah
- Prinsip know your customer vs Money laundering
- Identifikasi transaksi Money Laundering
- Pembuatan profil nasabah
- Case Study
TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN
- Peserta pelatihan mampu memahami alasan prinsip mengenal nasabah penting untuk diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari
- Peserta pelatihan mampu memahami dampak negatif dengan tidak diterapkan prinsip mengenal nasabah dalam pekerjaan
- Peserta pelatihan mampu memahami dan menerapkan prinsip know your customer dalam pekerjaan sehari-hari
TARGET PESERTA PELATIHAN
- Direktur, Manager, Supervisor dan Staf diperbankan
- Semua pihak yang membutuhkan pengetahuan seputar Know your customer and anti money laundering
METODE PELATIHAN
- Penyampaian konsep
- Diskusi kelompok
- Latihan
- Studi kasus
JADWAL PELATIHAN KNOW YOUR CUSTOMER AND ANTI MONEY LAUNDERING
- 6-7 Januari 2025
- 10-11 Februari 2025
- 10-11 Maret 2025
- 9-10 April 2025
- 15-16 Mei 2025
- 2-3 Juni 2025
- 28-29 Juli 2025
- 4-5 Agustus 2025
- 22-23 September 2025
- 8-9 Oktober 2025
- 17-18 November 2025
- 8-9 Desember 2025
BIAYA PELATIHAN
Pelatihan Know your customer and anti money laundering Public
Biaya Public Training silahkan hubungi kami.
Durasi pelatihan : 2 hari.
Catatan :
- Harga diatas adalah harga untuk public training di Yogyakarta.
- Biaya pelatihan sudah termasuk ruang pelatihan di hotel beserta perlengkapan pelatihan, makan siang, coffee break 2x, modul materi, sertifikat, training kit dan souvenir.
- Biaya belum termasuk transportasi dan akomodasi (penginapan) peserta pelatihan.
- Biaya sudah termasuk biaya pajak.
- Untuk permintaan materi custom (yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta) atau in house training dapat menghubungi kami di sini.
Pelatihan Know your customer and anti money laundering Online
Biaya Online Training silahkan hubungi kami.
Durasi pelatihan : 2 hari.
Catatan:
- Harga diatas adalah harga untuk online training.
- Pelatihan online menggunakan media Zoom Meeting atau media lainnya sesuai kebutuhan.
- Biaya pelatihan sudah termasuk Softcopy materi pelatihan, rekaman video pelatihan & Sertifikat pelatihan.
- Biaya sudah termasuk biaya pajak.
- Untuk permintaan materi custom (yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta) atau in house training dapat menghubungi kami di sini.
Know Your Customer and Anti Money Laundering: Kunci Pencegahan Pendanaan Terorisme dan Kejahatan Finansial
Di era globalisasi, arus uang bergerak begitu cepat melintasi batas negara. Sayangnya, kelancaran ini dimanfaatkan juga oleh para pelaku kriminal untuk mencuci uang hasil kejahatan dan mendanai aktivitas terorisme. Organisasi kriminal internasional seringkali menyamarkan dana mereka lewat bank, fintech, hingga perusahaan investasi. Tanpa penerapan sistem yang ketat, dunia perbankan bisa menjadi sarana subur bagi praktik pencucian uang. Di sinilah pentingnya penerapan Know your customer and anti money laundering.
Pencucian uang bukan hanya persoalan kriminalitas, tetapi juga ancaman serius terhadap stabilitas sistem keuangan. Ketika uang kotor masuk ke bank atau lembaga keuangan, ia dapat merusak reputasi institusi sekaligus melemahkan kepercayaan publik. Lebih jauh lagi, aliran dana ilegal bisa digunakan untuk mendukung kelompok teroris, yang secara langsung mengancam keamanan nasional. Karena itu, penerapan Know your customer and anti money laundering menjadi benteng utama menjaga integritas industri finansial.
Bank dan lembaga keuangan adalah pihak terdepan yang bertugas mengenali siapa nasabah mereka, dari mana asal usul dananya, serta bagaimana pola transaksi yang dilakukan. Prinsip ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata dalam memutus rantai aliran dana ilegal. Dengan melaksanakan Know your customer and anti money laundering secara konsisten, perusahaan dapat melindungi dirinya sekaligus berkontribusi dalam pencegahan pendanaan terorisme.
Konsep Dasar Know Your Customer and Anti Money Laundering
Definisi Know Your Customer (KYC)
Know Your Customer atau KYC dikutip dari idnow.io, adalah prosedur yang mewajibkan bank mengenali identitas dan profil calon nasabah sebelum memberikan layanan. Tujuannya agar lembaga keuangan tidak digunakan sebagai saluran aktivitas ilegal. Dalam praktiknya, KYC mencakup pengumpulan data pribadi, dokumen resmi, dan verifikasi kebenaran identitas. Dengan KYC, bank bisa menilai apakah nasabah berisiko tinggi atau rendah.
Bagi industri keuangan, KYC bukan hanya regulasi, tetapi juga cara melindungi bisnis dari reputasi buruk. Misalnya, jika sebuah bank tanpa sadar melayani kartel narkoba, maka dampaknya bisa menghancurkan kepercayaan masyarakat. Karena itu, Know your customer and anti money laundering saling melengkapi untuk mencegah risiko reputasi dan kerugian jangka panjang.
Pengertian Anti Money Laundering (AML)
Anti Money Laundering atau AML adalah upaya sistematis untuk mencegah, mendeteksi, dan melaporkan aktivitas pencucian uang. AML mengharuskan lembaga keuangan menerapkan serangkaian kebijakan, prosedur, dan kontrol internal. Misalnya, memantau transaksi tunai dalam jumlah besar, memeriksa pola transfer yang mencurigakan, hingga melaporkannya ke PPATK.
Konsep AML lahir dari kebutuhan global melawan kejahatan lintas negara. Tanpa mekanisme ini, uang hasil korupsi, perdagangan narkoba, dan pendanaan terorisme dapat dengan mudah masuk ke sistem keuangan formal. Karena itu, Know your customer and anti money laundering tidak bisa dipisahkan: KYC sebagai pintu masuk, AML sebagai mekanisme pengawasan.
Hubungan erat antara KYC dan AML dalam perbankan modern
KYC dan AML ibarat dua sisi mata uang. KYC berfungsi mengenali identitas dan profil risiko nasabah di awal, sementara AML bekerja mengawasi perilaku transaksi nasabah secara berkelanjutan. Kombinasi keduanya menjadikan bank mampu mendeteksi indikasi penyalahgunaan layanan sejak dini.
Di era digital, penerapan Know your customer and anti money laundering semakin diperkuat dengan teknologi seperti e-KYC, data analytics, dan machine learning. Hal ini memungkinkan bank mengidentifikasi anomali transaksi lebih cepat, sekaligus menjaga kepatuhan terhadap regulasi.
Regulasi Know Your Customer and Anti Money Laundering di Indonesia
Dasar hukum dari OJK, Bank Indonesia, dan PPATK
Di Indonesia, penerapan Know your customer and anti money laundering memiliki dasar hukum yang jelas. OJK dan Bank Indonesia mengeluarkan regulasi terkait prinsip KYC dan kewajiban AML bagi perbankan, perusahaan pembiayaan, hingga fintech. Sementara PPATK berperan sebagai lembaga intelijen keuangan yang menerima dan menganalisis laporan transaksi mencurigakan.
Kerangka hukum ini sejalan dengan rekomendasi internasional seperti FATF (Financial Action Task Force), yang menekankan pentingnya pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme. Dengan begitu, Indonesia berupaya menyelaraskan standar global dalam menjaga integritas keuangan.
Implementasi prinsip KYC sesuai regulasi
Dalam praktiknya, lembaga keuangan diwajibkan melakukan identifikasi, verifikasi, dan monitoring terhadap nasabah. Hal ini mencakup permintaan dokumen identitas resmi, NPWP, hingga bukti alamat tinggal. Bank juga perlu memahami tujuan pembukaan rekening dan sumber dana nasabah. Semua ini merupakan bagian dari Know your customer and anti money laundering yang harus dijalankan sesuai ketentuan OJK.
Implementasi regulasi ini tidak boleh bersifat formalitas. Jika dilakukan dengan benar, bank dapat memetakan profil risiko nasabah sejak awal. Sebaliknya, jika abai, potensi terkena sanksi hingga pencabutan izin operasional bisa terjadi.
Sanksi dan risiko hukum jika tidak mematuhi AML
Mengabaikan aturan AML bukan sekadar risiko reputasi, tetapi juga ancaman hukum serius. Bank dapat dikenakan denda besar, manajemen bisa dituntut secara pidana, bahkan institusi bisa kehilangan izin operasional. Kasus serupa sudah banyak terjadi di berbagai negara, di mana bank multinasional harus membayar triliunan rupiah akibat kelalaian dalam penerapan AML.
Karena itu, penerapan Know your customer and anti money laundering harus dianggap sebagai investasi kepatuhan, bukan beban administrasi.
Tahapan dalam Penerapan Know Your Customer and Anti Money Laundering
Customer Identification Program (CIP)
Langkah pertama dalam Know your customer and anti money laundering adalah Customer Identification Program. Bank harus memastikan identitas nasabah melalui dokumen resmi seperti KTP, paspor, atau akta perusahaan. CIP ini juga mencakup verifikasi keaslian dokumen dan validasi data ke sumber resmi.
Tujuannya jelas: mencegah orang fiktif atau identitas palsu masuk ke sistem perbankan. Dengan CIP yang kuat, peluang kejahatan finansial bisa ditekan sejak awal.
Customer Due Diligence (CDD)
CDD adalah proses mengenali lebih jauh profil nasabah, termasuk latar belakang pekerjaan, sumber dana, serta tujuan bertransaksi. Proses ini tidak berhenti di awal pembukaan rekening, melainkan berlanjut selama hubungan bisnis berlangsung.
Melalui CDD, bank dapat membandingkan perilaku transaksi nasabah dengan profil yang sudah ditentukan. Jika ada perbedaan mencolok, maka bank wajib melakukan investigasi lebih lanjut sesuai prinsip Know your customer and anti money laundering.
Enhanced Due Diligence (EDD) untuk nasabah berisiko tinggi
Tidak semua nasabah memiliki tingkat risiko yang sama. Politically Exposed Person (PEP), perusahaan offshore, atau bisnis yang rawan digunakan untuk pencucian uang harus melalui proses Enhanced Due Diligence.
EDD mencakup pemeriksaan lebih dalam, monitoring ketat, serta persetujuan manajemen senior sebelum melanjutkan hubungan bisnis. Ini adalah cara agar Know your customer and anti money laundering bisa mengantisipasi risiko pendanaan terorisme.
Pemantauan transaksi mencurigakan
Tahap terakhir adalah monitoring transaksi. Bank wajib memiliki sistem yang mampu mendeteksi pola tidak wajar, seperti transfer berulang dengan jumlah besar ke negara berisiko tinggi, atau transaksi tunai dalam jumlah tidak wajar.
Pemantauan ini adalah bagian vital dari Know your customer and anti money laundering, karena tanpa pengawasan berkelanjutan, upaya identifikasi di awal tidak akan efektif.
Know Your Customer and Anti Money Laundering dalam Pencegahan Pendanaan Terorisme
Skema umum pendanaan terorisme melalui sistem keuangan
Pendanaan terorisme seringkali menggunakan metode yang mirip dengan pencucian uang. Dana bisa berasal dari sumbangan, bisnis legal, atau aktivitas kriminal. Setelah itu, uang dialihkan melalui bank, remitansi, atau platform digital untuk membiayai operasi teror.
Tanpa sistem Know your customer and anti money laundering yang kuat, aliran dana ini sulit dilacak dan dapat membahayakan stabilitas keamanan nasional.
Indikator transaksi mencurigakan terkait pendanaan terorisme
Beberapa tanda yang sering muncul antara lain transaksi dalam jumlah kecil tetapi berulang, transfer ke negara rawan konflik, atau penggunaan pihak ketiga sebagai perantara. Bank yang menerapkan Know your customer and anti money laundering dapat segera melaporkan pola ini ke PPATK.
Dengan deteksi dini, lembaga keuangan berperan langsung dalam mencegah teroris mendapatkan akses dana untuk operasinya.
Tantangan Implementasi Know Your Customer and Anti Money Laundering di Era Digital
Risiko penggunaan teknologi finansial (fintech, crypto, e-wallet)
Era digital menghadirkan kemudahan transaksi, tetapi juga membuka celah bagi kriminal finansial. Crypto, e-wallet, dan fintech sering digunakan untuk menyamarkan sumber dana.
Tanpa penerapan Know your customer and anti money laundering yang adaptif, lembaga keuangan berpotensi kecolongan.
Ancaman identitas palsu dan digital fraud
Penjahat keuangan memanfaatkan teknologi deepfake, dokumen digital palsu, hingga akun fiktif untuk membuka rekening. Hal ini membuat proses verifikasi identitas semakin kompleks.
Bank harus meningkatkan kualitas Know your customer and anti money laundering agar mampu menghadapi ancaman identitas palsu di dunia maya.
Kebutuhan adaptasi sistem compliance berbasis teknologi
Institusi finansial perlu mengadopsi teknologi seperti big data, AI, dan blockchain untuk memperkuat sistem kepatuhan. Tanpa adaptasi ini, Know your customer and anti money laundering akan ketinggalan dibanding metode kejahatan yang makin canggih.
Peran Teknologi dalam Know Your Customer and Anti Money Laundering
Pemanfaatan Artificial Intelligence dan Machine Learning
AI dan ML memungkinkan bank menganalisis pola transaksi secara real-time. Sistem ini bisa mempelajari kebiasaan nasabah, lalu memberi alarm jika terjadi anomali.
Teknologi ini membuat Know your customer and anti money laundering lebih efektif dan efisien.
KYC berbasis biometrik dan e-KYC
E-KYC berbasis biometrik seperti sidik jari, pengenalan wajah, atau iris mata mempercepat proses identifikasi nasabah. Selain cepat, metode ini lebih sulit dipalsukan dibanding dokumen kertas.
Dengan penerapan Know your customer and anti money laundering berbasis biometrik, risiko penyalahgunaan identitas bisa ditekan.
Sistem monitoring transaksi otomatis
Sistem otomatis mampu menandai transaksi mencurigakan secara instan dan mengirimkan laporan ke tim kepatuhan. Dengan begitu, tindak lanjut bisa dilakukan lebih cepat.
Keunggulan ini menjadikan Know your customer and anti money laundering semakin relevan di era digital.
Strategi Efektif Meningkatkan Penerapan Know Your Customer and Anti Money Laundering
Penguatan internal control dan SOP perbankan
Bank harus memperkuat kebijakan internal dan SOP agar pelaksanaan KYC dan AML berjalan konsisten. Pengawasan manajemen puncak sangat diperlukan agar seluruh lini patuh.
Dengan begitu, Know your customer and anti money laundering bisa dijalankan sebagai budaya kerja, bukan sekadar kewajiban regulasi.
Pelatihan berkelanjutan bagi frontliner dan compliance officer
Sumber daya manusia adalah kunci keberhasilan penerapan kebijakan AML. Frontliner dan petugas kepatuhan harus memahami cara mendeteksi transaksi mencurigakan dan cara melaporkannya.
Tanpa pelatihan, penerapan Know your customer and anti money laundering bisa lemah dan rentan disalahgunakan.
Kolaborasi lintas institusi (Bank, PPATK, OJK, Kepolisian, dan internasional)
Pencegahan kejahatan finansial tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi antar bank, regulator, dan penegak hukum sangat penting. Bahkan, kerja sama internasional juga dibutuhkan karena aliran dana ilegal sering melintasi batas negara.
Dengan sinergi lintas lembaga, penerapan Know your customer and anti money laundering akan semakin efektif.
Penerapan Know your customer and anti money laundering bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi kunci menjaga integritas sistem keuangan. Dengan KYC dan AML, bank dapat mencegah pencucian uang, melawan pendanaan terorisme, dan melindungi reputasi institusi.
Bagi industri keuangan, konsistensi dalam menjalankan prosedur ini akan memberikan kepercayaan publik sekaligus menjaga keberlangsungan bisnis. Lebih jauh lagi, penerapan yang efektif berkontribusi nyata pada keamanan dan stabilitas ekonomi nasional.
