Home » Pelatihan Journalistic Writing Techniques for PR (Penulisan Jurnalistik untuk Humas)

Pelatihan Journalistic Writing Techniques for PR (Penulisan Jurnalistik untuk Humas)

Selamat datang di pelatihan Journalistic Writing Techniques for PR (Penulisan Jurnalistik untuk Humas). Di era komunikasi yang serba cepat dan digital seperti sekarang ini, peran Humas (Public Relations) tidak lagi sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu mengelola narasi dan membangun citra institusi dengan strategi komunikasi yang kuat, tepat sasaran, dan meyakinkan. Salah satu keterampilan krusial yang harus dimiliki oleh praktisi Humas modern adalah kemampuan menulis jurnalistik yang efektif, informatif, dan menarik. Di sinilah pentingnya memahami teknik penulisan jurnalistik, bukan hanya dari sisi teori, tetapi juga dari sisi praktik yang aplikatif di lapangan.

Pelatihan Journalistic Writing Techniques for PR (Penulisan Jurnalistik untuk Humas)

Pelatihan Journalistic Writing Techniques for PR (Penulisan Jurnalistik untuk Humas) ini termasuk dalam materi pelatihan Kehumasan & Public Relation, yang dirancang khusus untuk membantu para profesional kehumasan menguasai keterampilan dasar hingga lanjutan dalam menulis berita, melakukan wawancara, mengolah data, hingga menyusun press release yang layak muat. Dengan materi yang mencakup pengertian jurnalistik, etika penulisan, teknik pencarian dan pengolahan berita, hingga praktik menulis straight news dan profil tokoh, pelatihan ini menjadi bekal strategis dalam membangun hubungan kerja yang baik antara Humas dan media massa.

Lebih dari sekadar belajar menulis, peserta juga akan diajak memahami bagaimana memanfaatkan teknologi dalam kehumasan, menyajikan informasi secara profesional di hadapan publik, dan membangun gaya penulisan yang sesuai dengan karakter institusi yang diwakili. Pelatihan ini sangat relevan bagi mereka yang ingin meningkatkan kemampuan komunikasi institusional melalui media, serta memperkuat kredibilitas lembaga melalui pesan-pesan yang terstruktur, jernih, dan berdampak.

Bersama pelatih berpengalaman di bidang jurnalistik dan kehumasan, mari kita eksplorasi dunia penulisan berita dari sudut pandang Humas yang strategis dan komunikatif.

APA YANG AKAN ANDA PELAJARI?

  1. Pengertian Jurnalistik
  2. Pengertian berita
  3. Jurnalistik, Humas & Komunikasi
  4. Etika jurnalistik
  5. Hubungan kerja Humas dan wartawan
  6. Mengenali berita dan karakteristiknya
  7. Teknik Mencari Berita (News Gathering)
  8. Teknik wawancara dan Pengolahan data
  9. Teknik Menulis Berita (News Writing)
  10. Praktik lapangan Pencarian berita
  11. Gaya penulisan dan Lead Berita
  12. Menulis Press Release
  13. Menyajikan presentasi di depan publik
  14. Praktik penulisan berita Straight-news
  15. Praktik wawancara profil
  16. Memanfaatkan teknologi dalam kehumasan

TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN

Pelatihan ini akan membahas mengenai Penulisan Jurnalistik. Sehingga diharapkan peserta pelatihan mampu memahami dasar-dasar jurnalistik, ruang lingkup jurnalistik, produk jurnalistik dan termasuk kode etik jurnalistik. Peserta memahami teknik menulis berita, artikel dan feature. Peserta memahami teknik reportase/wawancara dan peserta memahami pemanfaatan jurnalistik online, teknik reportase, manajemen media.

TARGET PESERTA PELATIHAN

  • Pimpinan perusahaan dan pihak pengambil kebijakan
  • Manajer Humas atau PR
  • Staff Humas atau PR
  • Semua pihak yang membutuhkan pengetahuan seputar Penulisan Jurnalistik

METODE PELATIHAN

  • Penyampaian konsep
  • Diskusi kelompok
  • Latihan
  • Studi kasus

JADWAL PELATIHAN JOURNALISTIC WRITING TECHNIQUES FOR PR (Penulisan Jurnalistik untuk Humas)

  • 20-21 Januari 2025 
  • 12-13 Februari 2025 
  • 12-13 Maret 2025 
  • 23-24 April 2025 
  • 5-6 Mei 2025 
  • 4-5 Juni 2025 
  • 23-24 Juli 2025 
  • 20-21 Agustus 2025 
  • 8-9 September 2025
  • 22-23 Oktober 2025 
  • 19-20 November 2025 
  • 29-30 Desember 2025

BIAYA PELATIHAN

Pelatihan Journalistic Writing Techniques for PR (Penulisan Jurnalistik untuk Humas) Public

Biaya Public Training silahkan hubungi kami.

Durasi pelatihan : 2 hari.

Catatan :

  1. Harga diatas adalah harga untuk public training di Yogyakarta.
  2. Biaya pelatihan sudah termasuk ruang pelatihan di hotel beserta perlengkapan pelatihan, makan siang, coffee break 2x, modul materi, sertifikat, training kit dan souvenir.
  3. Biaya belum termasuk transportasi dan akomodasi (penginapan) peserta pelatihan.
  4. Biaya sudah termasuk biaya pajak.
  5. Untuk permintaan materi custom (yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta) atau in house training dapat menghubungi kami di sini.

Pelatihan Journalistic Writing Techniques for PR (Penulisan Jurnalistik untuk Humas) Online

Biaya Online Training silahkan hubungi kami.

Durasi pelatihan : 2 hari.

Catatan:

  1. Harga diatas adalah harga untuk online training.
  2. Pelatihan online menggunakan media Zoom Meeting atau media lainnya sesuai kebutuhan.
  3. Biaya pelatihan sudah termasuk Softcopy materi pelatihan, rekaman video pelatihan & Sertifikat pelatihan.
  4. Biaya sudah termasuk biaya pajak.
  5. Untuk permintaan materi custom (yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta) atau in house training dapat menghubungi kami di sini.

Penulisan Jurnalistik di Era Digital: Strategi Menulis Berita untuk Media Online

Dunia media telah mengalami pergeseran besar dalam dua dekade terakhir. Dari yang semula didominasi oleh koran dan majalah cetak, kini hampir semua orang mendapatkan informasi lewat platform digital. Fenomena ini berdampak langsung pada cara penulisan jurnalistik dilakukan. Tak lagi cukup hanya akurat dan faktual, tulisan jurnalistik juga harus cepat, menarik, dan ramah mesin pencari.

Bagi generasi muda yang hidup di tengah era digital, penulisan jurnalistik bukan hanya tentang menulis berita, tapi juga menyusun narasi yang mampu bersaing di tengah derasnya informasi di internet. Dalam konteks ini, jurnalis dan humas dituntut untuk memahami bagaimana strategi menulis berita yang tidak hanya informatif, tapi juga optimal secara digital.

Pengertian dan Prinsip Dasar Penulisan Jurnalistik

Penulisan jurnalistik dikutip dari beomniscient.com, adalah proses menyusun informasi menjadi sebuah tulisan berita yang berdasarkan fakta, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ciri utama dari penulisan ini adalah penggunaan gaya bahasa yang lugas, jelas, dan tidak bertele-tele. Tujuannya sederhana: menyampaikan informasi kepada publik sejelas mungkin.

Prinsip dasar yang tidak boleh diabaikan dalam penulisan jurnalistik adalah formula 5W+1H: What, Who, When, Where, Why, dan How. Enam unsur ini membantu penulis menyusun struktur berita yang utuh. Selain itu, nilai berita (news value) seperti kedekatan, aktualitas, konflik, dampak, dan human interest juga menjadi pertimbangan penting dalam memilih dan mengemas berita.

Ciri Khas Penulisan Jurnalistik untuk Media Online

Penulisan jurnalistik untuk media online memiliki karakteristik tersendiri. Pertama, kecepatan menjadi nilai utama. Wartawan digital harus bisa menulis dan mempublikasikan berita sesegera mungkin setelah peristiwa terjadi, namun tanpa mengorbankan akurasi. Hal ini menuntut keterampilan multitasking yang tinggi.

Kedua, gaya penulisan harus padat dan langsung ke poin utama. Pembaca online cenderung membaca dengan cara memindai (scanning), bukan membaca secara rinci. Oleh karena itu, paragraf pertama harus berisi informasi paling penting. Gaya piramida terbalik sangat relevan di sini: informasi utama di atas, diikuti rincian di bawah.

Ketiga, penulisan jurnalistik di platform digital juga perlu memperhatikan elemen visual seperti gambar, video, atau infografis yang mendukung isi berita. Media online menuntut penyajian berita yang tidak hanya berbasis teks, tetapi juga multimedia.

Strategi Efektif dalam Penulisan Jurnalistik Digital

Agar tulisan jurnalistik dapat bersaing di dunia digital, dibutuhkan strategi yang tepat. Salah satu strategi penting adalah membuat judul yang SEO-friendly. Judul harus mengandung kata kunci yang relevan dan menggambarkan isi berita secara ringkas. Judul yang baik mampu menarik klik dan meningkatkan visibilitas artikel.

Paragraf pembuka atau lead juga menjadi krusial. Lead yang kuat mampu menggiring pembaca untuk membaca hingga akhir. Hindari lead yang terlalu panjang atau membingungkan. Buatlah kalimat pertama yang memikat dan langsung menyentuh inti berita.

Selain itu, penting juga menyisipkan hyperlink ke berita terkait atau sumber informasi yang kredibel. Ini membantu pembaca untuk menggali informasi lebih dalam dan membuat berita terlihat lebih profesional. Tone atau nada tulisan juga harus disesuaikan dengan platform dan target audiens.

Peran SEO dalam Penulisan Jurnalistik di Media Online

Search Engine Optimization (SEO) bukan sekadar urusan teknis bagi tim IT. Dalam konteks penulisan jurnalistik, SEO menjadi kunci agar tulisan bisa ditemukan di mesin pencari seperti Google. Dengan kata lain, sebaik apa pun isi berita, jika tidak SEO-friendly, maka berisiko tenggelam.

Penulisan jurnalistik yang SEO-friendly memerlukan penempatan kata kunci secara strategis, terutama di judul, subjudul, paragraf pertama, dan beberapa kali di isi artikel. Namun, hindari keyword stuffing karena bisa menurunkan kualitas tulisan.

Jangan lupakan elemen penting seperti meta title, meta description, dan penggunaan heading (H1, H2, H3) secara terstruktur. Mesin pencari menggunakan struktur ini untuk memahami isi artikel. Dengan teknik SEO yang tepat, berita bisa muncul di halaman pertama pencarian dan menjangkau lebih banyak pembaca.

Penulisan Jurnalistik di Era Media Sosial

Media sosial telah menjadi saluran distribusi berita yang tak terpisahkan. Penulisan jurnalistik kini juga harus mempertimbangkan bagaimana berita akan dibagikan di Facebook, Twitter, Instagram, atau TikTok. Format penulisan harus lebih ringkas dan menarik secara visual.

Penggunaan clickbait masih menjadi perdebatan. Meski bisa meningkatkan klik, namun jika isinya tak sesuai, justru akan menurunkan kredibilitas media. Penulisan jurnalistik yang baik harus menjaga keseimbangan antara menarik perhatian dan tetap menyampaikan informasi akurat.

Di sisi lain, tren micro-storytelling—yaitu menyampaikan pesan singkat dengan dampak besar—menjadi teknik yang efektif untuk platform seperti Instagram Stories atau Twitter. Jurnalis digital dituntut untuk mampu menyajikan inti berita dalam 280 karakter atau satu slide visual.

Etika dan Validasi Fakta dalam Penulisan Jurnalistik Digital

Kemudahan menyebarkan informasi di era digital membawa risiko tinggi terhadap hoaks dan misinformasi. Karena itu, verifikasi fakta menjadi langkah mutlak dalam penulisan jurnalistik. Setiap data atau pernyataan harus ditelusuri sumber aslinya.

Etika jurnalistik tidak boleh diabaikan, sekalipun dalam tekanan kecepatan publikasi. Mengutip narasumber harus dilakukan dengan benar dan sesuai konteks. Penyuntingan kutipan pun harus berhati-hati agar tidak mengubah makna.

Transparansi juga menjadi kunci. Jika ada kesalahan, media harus bersedia meralatnya. Dengan menjaga integritas, penulis jurnalistik tidak hanya membangun kepercayaan pembaca, tetapi juga memperkuat kredibilitas medianya.

Tips Praktis untuk Meningkatkan Kualitas Penulisan Jurnalistik

Untuk kamu yang ingin memperdalam skill penulisan jurnalistik, mulailah dengan membaca berita dari berbagai media. Perhatikan struktur tulisan, cara membuka paragraf, dan bagaimana informasi dirangkai. Semakin sering membaca, semakin terasah juga kemampuan menulismu.

Gunakan tools bantu seperti Grammarly untuk memeriksa tata bahasa, atau Hemingway Editor untuk mengevaluasi kejelasan kalimat. Google Trends juga berguna untuk mengetahui topik-topik yang sedang ramai dan relevan untuk dijadikan bahan berita.

Terakhir, latih kemampuanmu membuat headline yang menggugah. Cobalah menulis beberapa versi judul dari satu berita yang sama. Dengan latihan rutin, kamu akan lebih lincah dalam menyusun kalimat yang efektif dan efisien.

Penulisan jurnalistik tidak akan pernah kehilangan relevansi, bahkan di tengah gelombang teknologi yang terus berkembang. Justru, kehadiran media digital memperluas jangkauan dan pengaruh tulisan jurnalistik ke seluruh dunia.

Namun, untuk bisa bersaing, penulis jurnalistik masa kini harus melek digital, paham SEO, dan menguasai strategi konten multimedia. Etika, validasi data, dan kredibilitas tetap menjadi fondasi utama.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram