Home » Pelatihan Integrated Procurement Management

Pelatihan Integrated Procurement Management

Selamat datang di pelatihan "Integrated Procurement Management". Pelatihan "Integrated Procurement Management" ini termasuk dalam materi pelatihan management & bisnis, yang dirancang khusus untuk memperdalam pemahaman tentang pentingnya manajemen pengadaan dalam mendukung operasi bisnis yang efisien dan berkelanjutan. Dalam dunia bisnis yang semakin dinamis dan penuh persaingan, pengadaan barang dan jasa bukan lagi sekadar proses pembelian. Pengadaan telah berkembang menjadi fungsi strategis yang mempengaruhi efisiensi, penghematan biaya, kualitas operasional, dan keunggulan kompetitif perusahaan secara keseluruhan. Pelatihan ini menawarkan pendekatan komprehensif terhadap manajemen pengadaan dengan menggabungkan berbagai teknik, prinsip hukum, dan paradigma terbaru untuk membangun sistem pengadaan yang terpadu dan efektif.

Pelatihan Integrated Procurement Management

Di era sekarang, paradigma baru dalam manajemen pengadaan mengharuskan perusahaan tidak hanya fokus pada harga terendah, tetapi juga pada aspek hukum, kualitas, dan keberlanjutan sumber daya. Oleh karena itu, pelatihan ini akan memberikan wawasan terkait aspek hukum pengadaan, termasuk aturan pemerintah yang relevan agar perusahaan mampu mengelola risiko dan mematuhi regulasi yang berlaku. Selain itu, peserta akan mempelajari teknik perencanaan pengadaan, seperti Material Requirement Planning (MRP) yang mendukung perencanaan kebutuhan proyek dan operasional. Pelatihan juga mencakup strategi untuk optimasi persediaan melalui konsep-konsep seperti Total Cost of Ownership (TCO) dan Just in Time (JIT), yang sangat penting untuk memastikan ketersediaan barang tanpa menimbulkan kelebihan stok yang tidak perlu.

Tidak hanya itu, pelatihan ini juga meliputi seni dan teknik negosiasi, serta metode seleksi dan evaluasi supplier yang efektif. Peserta akan mendapatkan keterampilan dalam membuat keputusan make-or-buy dan membina hubungan dengan supplier untuk meningkatkan performansi pengadaan. Dengan pemahaman yang mendalam dan keterampilan yang relevan dari pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu mengembangkan sistem pengadaan yang terintegrasi, strategis, dan mendukung efisiensi serta keberhasilan proyek perusahaan.

APA YANG AKAN ANDA PELAJARI?

  1. Peran Pengadaan dalam kehidupan perusahaan.
  2. Paradigma baru manajemen pengadaan barang dan jasa
  3. Aspek hukum pengadaan.
  4. Aturan pemerintah tentang pengadaan barang dan jasa.
  5. Perencanaan Pengadaan Barang Proyek.
  6. Jadwal Proyek berdasarkan network planning.
  7. Bill of Quantity (BQ).
  8. Aplikasi Konsep MRP (Material Requirement Planning) untuk perencanaan pengadaan barang proyek.
  9. Perencanaan Pengadaan Barang Operasional dan Suku Cadang.
  10. Statistik Pemakaian Barang.
  11. Optimasi Persediaan.
  12. Teknik Pemilihan  Peralatan  dengan konsep Total Cost of  Ownership(TCO)
  13. Pre Transaction Cost.
  14. Transaction Cost.
  15. Post Transaction Cost.
  16. Net Present Value TCO.
  17. Teknik Pemilihan Supplier dan Pengukuran Performansi Supplier.
  18. Source-selection Model.
  19. Teknik pemilihan subkontraktor.
  20. Make-or-buy Decision.
  21. Teknik evaluasi supplier.
  22. Teknik Pembinaan supplier.
  23. Teknik Perhitungan Owners Estimate (OE).
  24. Optimasi Persediaan Suku cadang dengan menggunakan konsep inventory control dan Just in Time (JIT)
  25. Seni dan Teknik Negosiasi.

TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN

Pelatihan ini akan membahas mengenai Integrated Procurement Management. Sehingga diharapkan peserta pelatihan memahami dan menguasai segala hal yang meliputi proses pembelian dan pengadaan.

TARGET PESERTA PELATIHAN

  • Pimpinan perusahaan dan pemegang kebijakan
  • General manajer, manajer, supervisor di bidang purchasing atau pengadaan barang dan jasa
  • Staff atau karyawan dari bidang atau divisi yang bersinggungan langsung dengan purchasing  atau pengadaan barang dan jasa
  • Semua pihak yang membutuhkan pengetahuan seputar Integrated Procurement Management

METODE PELATIHAN

  • Penyampaian konsep
  • Diskusi kelompok
  • Latihan
  • Studi kasus

JADWAL PELATIHAN INTEGRATED PROCUREMENT MANAGEMENT

  • 29-30 Januari 2024 
  • 28-29 Februari 2024 
  • 20-21 Maret 2024 
  • 24-25 April 2024 
  • 13-14 Mei 2024 
  • 24-25 Juni 2024 
  • 10-11 Juli 2024 
  • 19-20 Agustus 2024 
  • 23-24 September 2024 
  • 21-22 Oktober 2024 
  • 11-12 November 2024 
  • 11-12 Desember 2024

BIAYA PELATIHAN

Pelatihan Integrated Procurement Management Public

Biaya Public Training silahkan hubungi kami.

Durasi pelatihan : 2 hari.

Catatan :

  1. Harga diatas adalah harga untuk public training di Yogyakarta.
  2. Biaya pelatihan sudah termasuk ruang pelatihan di hotel beserta perlengkapan pelatihan, makan siang, coffee break 2x, modul materi, sertifikat, training kit dan souvenir.
  3. Biaya belum termasuk transportasi dan akomodasi (penginapan) peserta pelatihan.
  4. Biaya sudah termasuk biaya pajak.
  5. Untuk permintaan materi custom (yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta) atau in house training dapat menghubungi kami di sini.

Pelatihan Integrated Procurement Management Online

Biaya Online Training silahkan hubungi kami.

Durasi pelatihan : 2 hari.

Catatan:

  1. Harga diatas adalah harga untuk online training.
  2. Pelatihan online menggunakan media Zoom Meeting atau media lainnya sesuai kebutuhan.
  3. Biaya pelatihan sudah termasuk Softcopy materi pelatihan, rekaman video pelatihan & Sertifikat pelatihan.
  4. Biaya sudah termasuk biaya pajak.
  5. Untuk permintaan materi custom (yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta) atau in house training dapat menghubungi kami di sini.

Integrated Procurement Management: Cara Meningkatkan Kolaborasi dan Efisiensi dalam Rantai Pasok

Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif dan kompleks, rantai pasok atau supply chain menjadi salah satu elemen penting yang harus dikelola dengan efektif. Di era globalisasi ini, rantai pasok telah berkembang pesat, mencakup banyak pemasok dan berbagai lokasi yang tersebar di seluruh dunia. Namun, kompleksitas ini juga memunculkan tantangan baru seperti risiko keterlambatan, perbedaan kualitas, dan biaya logistik yang semakin tinggi. Oleh karena itu, kebutuhan akan sistem manajemen yang terintegrasi, seperti Integrated Procurement Management, menjadi sangat relevan.

Integrated Procurement Management adalah pendekatan pengelolaan pengadaan yang menggabungkan teknologi, strategi, dan kolaborasi untuk menciptakan proses pengadaan yang efisien dan berdaya saing. Dengan menerapkan manajemen pengadaan yang terintegrasi, perusahaan dapat meningkatkan koordinasi antara berbagai bagian dalam rantai pasok, mulai dari pemasok hingga pelanggan akhir. Hal ini tidak hanya memaksimalkan efisiensi operasional tetapi juga membantu perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pasar secara lebih responsif.

Mengingat kebutuhan bisnis modern untuk terus beradaptasi dengan cepat, Integrated Procurement Management menjadi solusi yang dapat meningkatkan kolaborasi lintas fungsi dan memperkuat kerja sama dengan pemasok. Kolaborasi ini tidak hanya mencakup efisiensi operasional tetapi juga menciptakan hubungan jangka panjang yang menguntungkan semua pihak dalam rantai pasok.

Apa Itu Integrated Procurement Management?

Definisi Integrated Procurement Management dan Konsep Dasar

Integrated Procurement Management dikutip dari oracle.com adalah pendekatan holistik dalam mengelola pengadaan yang memadukan berbagai elemen, seperti teknologi, strategi bisnis, dan hubungan dengan pemasok, dalam satu sistem terintegrasi. Tujuannya adalah menciptakan proses yang lebih efisien dan selaras dengan kebutuhan organisasi. Dengan sistem ini, setiap bagian dalam rantai pasok dapat bekerja lebih baik, dari tahap perencanaan hingga pengiriman produk akhir ke konsumen.

Konsep dasar Integrated Procurement Management meliputi pengintegrasian data, pengambilan keputusan berbasis data, serta keterlibatan berbagai pihak dalam rantai pasok untuk mencapai tujuan bersama. Dalam model ini, setiap informasi yang berkaitan dengan pengadaan, mulai dari jumlah stok hingga status pesanan, dapat diakses secara real-time oleh pihak-pihak yang terkait. Hal ini memungkinkan semua pihak untuk berkoordinasi dan menyusun strategi secara tepat waktu.

Perbedaan antara Procurement Tradisional dan Procurement Terintegrasi

Procurement tradisional biasanya bekerja secara terpisah dari bagian lain dalam perusahaan, dengan fokus utama pada pengadaan barang atau jasa dengan harga termurah. Proses ini sering kali dilakukan secara manual, kurang fleksibel, dan tidak memiliki integrasi yang baik dengan departemen lain, seperti produksi atau logistik. Hal ini menyebabkan adanya keterlambatan atau ketidaksesuaian antara kebutuhan dengan persediaan yang tersedia.

Sebaliknya, Integrated Procurement Management bekerja dengan sistem terhubung yang mengoordinasikan semua informasi antara departemen terkait. Dengan pendekatan ini, setiap keputusan procurement tidak hanya berfokus pada harga tetapi juga mempertimbangkan dampak keseluruhan terhadap rantai pasok. Sistem terintegrasi ini memungkinkan perusahaan untuk mengurangi biaya tersembunyi, mempercepat proses, dan meningkatkan ketepatan waktu pengiriman produk atau layanan.

Manfaat Integrated Procurement Management dalam Rantai Pasok

Meningkatkan Efisiensi Operasional

Salah satu manfaat utama Integrated Procurement Management adalah peningkatan efisiensi operasional. Dengan sistem yang terintegrasi, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional melalui optimasi proses pengadaan, pemanfaatan data yang lebih baik, dan pengurangan pemborosan. Proses procurement yang lebih efisien juga memungkinkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan lebih cepat, mengurangi waktu tunggu, dan memastikan ketersediaan produk sesuai dengan permintaan.

Selain itu, dengan adanya akses data real-time, perusahaan dapat melakukan perencanaan yang lebih akurat dan meminimalkan kesalahan dalam pemesanan. Efisiensi operasional ini juga berarti perusahaan dapat mengalokasikan sumber daya dengan lebih baik, mengurangi biaya penyimpanan, dan menghindari persediaan berlebih atau kekurangan stok yang dapat merugikan bisnis.

Memperkuat Kolaborasi dengan Pemasok

Melalui Integrated Procurement Management, perusahaan dapat membangun hubungan yang lebih baik dengan pemasok. Sistem ini memungkinkan adanya komunikasi dan koordinasi yang lebih intensif dan terstruktur antara perusahaan dan pemasok. Pemasok yang terlibat secara aktif dalam rantai pasok dapat lebih cepat menyesuaikan diri dengan kebutuhan perusahaan, sehingga risiko keterlambatan atau kesalahan pengiriman dapat diminimalkan.

Kolaborasi yang kuat ini juga memungkinkan perusahaan dan pemasok untuk bersama-sama merencanakan dan mengelola stok, sehingga produksi bisa berjalan tanpa gangguan. Dengan adanya pemahaman yang lebih baik mengenai kebutuhan dan tantangan masing-masing pihak, hubungan ini menjadi lebih harmonis dan saling menguntungkan.

Pengurangan Risiko dan Peningkatan Transparansi

Sistem Integrated Procurement Management membantu dalam mengurangi risiko yang mungkin timbul dalam rantai pasok. Dengan adanya data yang terintegrasi, setiap langkah dalam proses pengadaan menjadi lebih transparan dan dapat dimonitor secara real-time. Risiko seperti keterlambatan pengiriman, kekurangan stok, atau ketidaksesuaian kualitas dapat diidentifikasi lebih awal dan segera ditangani sebelum berdampak pada keseluruhan operasional.

Transparansi ini juga berarti bahwa perusahaan dan pemasok dapat bekerja dengan dasar kepercayaan yang lebih tinggi. Keterbukaan informasi menciptakan rasa saling percaya antara kedua pihak, yang pada akhirnya akan mengurangi konflik dan memperkuat kerja sama jangka panjang.

Langkah-langkah Implementasi Integrated Procurement Management yang Efektif

Membangun Strategi Integrated Procurement

Langkah pertama dalam menerapkan Integrated Procurement Management adalah merumuskan strategi yang jelas dan terarah. Strategi ini harus mencakup visi, misi, dan tujuan dari program pengadaan yang terintegrasi, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan sasaran bisnis perusahaan. Dalam membangun strategi ini, penting untuk melibatkan berbagai departemen terkait agar mereka memiliki pemahaman yang sama dan dapat bekerja sama dengan baik.

Perencanaan strategi ini juga harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti anggaran, sumber daya yang dibutuhkan, serta risiko yang mungkin dihadapi. Dengan memiliki strategi yang matang, perusahaan dapat memiliki panduan yang jelas dalam mengimplementasikan Integrated Procurement Management secara efektif.

Integrasi Teknologi dalam Procurement

Teknologi adalah elemen kunci dalam Integrated Procurement Management. Penggunaan teknologi seperti ERP (Enterprise Resource Planning), AI (Artificial Intelligence), dan IoT (Internet of Things) dapat membantu menyederhanakan proses procurement dan memastikan data yang akurat. ERP, misalnya, memungkinkan setiap bagian dari proses procurement dapat dilihat dalam satu sistem terpadu, yang memudahkan perusahaan untuk memantau alur kerja secara keseluruhan.

AI dapat membantu dalam analisis data dan prediksi kebutuhan di masa mendatang, sementara IoT memungkinkan pemantauan inventaris secara real-time. Dengan integrasi teknologi ini, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi, meminimalisir kesalahan, dan mengoptimalkan waktu yang dibutuhkan untuk setiap langkah dalam proses procurement.

Penyelarasan dengan Pemasok

Untuk mencapai keberhasilan dalam Integrated Procurement Management, perusahaan juga perlu menyelaraskan operasionalnya dengan pemasok. Penyelarasan ini melibatkan komunikasi yang efektif, pemahaman kebutuhan masing-masing pihak, dan kerja sama dalam merancang proses procurement yang lebih terkoordinasi. Penyelarasan ini juga memungkinkan pemasok untuk lebih proaktif dalam memenuhi permintaan perusahaan, sehingga rantai pasok dapat berjalan lebih lancar dan stabil.

Dengan adanya penyelarasan ini, perusahaan dan pemasok dapat berbagi informasi secara lebih terbuka, yang pada gilirannya dapat mengurangi risiko miskomunikasi dan memperkuat kepercayaan antara kedua belah pihak.

Peran Teknologi dalam Mendukung Integrated Procurement Management

Sistem ERP dan Integrated Procurement Management

ERP atau Enterprise Resource Planning adalah salah satu teknologi utama yang mendukung Integrated Procurement Management. Dengan ERP, perusahaan dapat mengintegrasikan berbagai aspek bisnis, mulai dari pengadaan hingga manajemen stok, dalam satu platform. Sistem ini memberikan visibilitas penuh atas proses procurement, sehingga perusahaan dapat memantau setiap langkahnya secara lebih efektif.

ERP juga memungkinkan perusahaan untuk menganalisis data procurement secara cepat, mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki, dan mengambil keputusan berbasis data yang lebih akurat. Dengan ERP, perusahaan dapat merespon perubahan kebutuhan pasar dengan lebih baik, serta menyesuaikan strategi procurement mereka sesuai dengan kondisi aktual.

Artificial Intelligence (AI) untuk Analisis dan Prediksi

AI atau kecerdasan buatan telah menjadi bagian penting dalam Integrated Procurement Management. Dengan kemampuan analisis yang mendalam, AI dapat membantu perusahaan untuk memahami pola permintaan, memprediksi tren pasar, dan merencanakan procurement secara lebih akurat. Algoritma AI dapat memproses data besar dalam waktu singkat, sehingga perusahaan dapat membuat keputusan berdasarkan informasi yang lebih valid dan aktual.

Misalnya, dengan memanfaatkan AI, perusahaan bisa mendeteksi kecenderungan kenaikan permintaan pada waktu tertentu dan menyesuaikan stok agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan produk. AI juga membantu perusahaan untuk lebih responsif dalam mengantisipasi perubahan pasar yang mungkin berdampak pada rantai pasok mereka.

Internet of Things (IoT) untuk Pemantauan Real-Time

Internet of Things (IoT) juga memainkan peran penting dalam Integrated Procurement Management dengan kemampuannya untuk memantau dan mengumpulkan data secara real-time dari berbagai perangkat dan lokasi. Dalam konteks procurement, IoT memungkinkan pemantauan inventaris yang lebih akurat, memastikan ketersediaan barang, dan memperingatkan perusahaan jika terjadi kekurangan stok atau gangguan dalam rantai pasok. Sensor IoT yang ditempatkan di gudang atau kendaraan pengiriman, misalnya, dapat memberikan data secara langsung mengenai lokasi, status, dan kondisi barang.

Pemantauan ini membantu perusahaan untuk bereaksi lebih cepat terhadap situasi yang tidak terduga, seperti keterlambatan pengiriman atau kerusakan barang selama transportasi. Dengan adanya informasi yang langsung dan real-time, perusahaan dapat mengoptimalkan proses pengadaan, menjaga kualitas produk, dan meminimalkan risiko yang mungkin muncul.

Tantangan dalam Implementasi Integrated Procurement Management

Keterbatasan Anggaran dan Sumber Daya

Menerapkan Integrated Procurement Management memang menawarkan banyak keuntungan, tetapi ada juga tantangan yang harus dihadapi, salah satunya adalah keterbatasan anggaran dan sumber daya. Proses integrasi memerlukan investasi yang signifikan, terutama dalam hal teknologi, pelatihan, dan penyesuaian infrastruktur. Bagi perusahaan kecil atau menengah, keterbatasan anggaran ini bisa menjadi hambatan yang cukup besar.

Selain itu, sumber daya manusia yang terampil juga diperlukan untuk mengoperasikan dan mengelola sistem yang baru. Perusahaan harus melatih karyawan agar mereka dapat memahami dan mengoperasikan teknologi yang terintegrasi ini dengan benar. Tantangan ini dapat diatasi dengan merencanakan anggaran yang tepat serta mencari solusi teknologi yang sesuai dengan skala bisnis perusahaan.

Kompleksitas dalam Sinkronisasi Data

Sinkronisasi data dari berbagai sumber dalam Integrated Procurement Management tidak selalu mudah. Data dari berbagai bagian rantai pasok, seperti pemasok, gudang, dan transportasi, harus dikumpulkan, dianalisis, dan disinkronkan agar perusahaan memiliki gambaran yang lengkap. Namun, setiap sumber data ini bisa saja menggunakan format dan sistem yang berbeda, yang kemudian mempersulit proses integrasi.

Kompleksitas ini juga menciptakan risiko data yang tidak akurat atau tidak sinkron, yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan. Untuk mengatasi hal ini, perusahaan perlu memiliki strategi manajemen data yang solid dan memilih sistem teknologi yang dapat mendukung integrasi dengan berbagai platform dan format data.

Perubahan Budaya Organisasi

Mengadopsi Integrated Procurement Management memerlukan perubahan budaya dalam organisasi. Sistem ini menuntut kolaborasi yang lebih intensif dan keterbukaan informasi di seluruh departemen, yang mungkin menjadi tantangan bagi beberapa organisasi yang terbiasa bekerja secara terpisah. Perubahan ini mungkin memerlukan waktu, dan beberapa karyawan mungkin enggan beradaptasi dengan pendekatan baru yang lebih terintegrasi.

Untuk mengatasi hal ini, perusahaan perlu menyosialisasikan pentingnya Integrated Procurement Management dan dampaknya bagi kesuksesan bisnis. Peningkatan keterlibatan karyawan dan pelatihan yang mendalam juga bisa membantu dalam mempercepat proses adaptasi ini, sehingga perusahaan dapat menjalankan sistem pengadaan yang lebih efisien.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram