Selamat datang di pelatihan Information Seeking. Di tengah arus informasi yang semakin deras, kemampuan mencari, memilah, dan mengelola informasi bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan kompetensi inti yang menentukan kualitas pengambilan keputusan dan performa kerja. Setiap hari, kita dihadapkan pada data, fakta, opini, hingga asumsi yang bercampur menjadi satu. Tanpa kemampuan information seeking yang baik, informasi justru bisa menjadi sumber kebingungan, bukan solusi. Di sinilah Pelatihan Information Seeking hadir sebagai fondasi penting untuk membangun cara berpikir yang lebih kritis, sistematis, dan berorientasi pada pemecahan masalah.

Pelatihan ini termasuk dalam materi pelatihan Personal Development, yang dirancang untuk membantu peserta memahami konsep dasar information seeking serta peran strategisnya dalam mendukung kinerja profesional. Information seeking bukan hanya soal “mencari informasi di internet”, tetapi sebuah proses aktif yang dimulai dari kemampuan mengenali masalah, merumuskan pertanyaan yang tepat, melakukan penyelidikan, hingga menggali informasi secara mendalam dan berbasis riset. Melalui pelatihan ini, peserta akan diajak untuk menumbuhkan rasa ingin tahu yang sehat, sekaligus membangun kerangka berpikir kritis agar tidak mudah menerima informasi secara mentah.
Lebih jauh, pelatihan ini membahas tingkatan kompetensi information seeking, mulai dari keterampilan bertanya, penyelidikan awal, penggalian mendalam, hingga riset yang terstruktur. Peserta juga akan dibekali teknik identifikasi masalah dan analisis persoalan potensial, sehingga proses pencarian informasi menjadi lebih terarah dan relevan dengan kebutuhan pekerjaan. Tidak kalah penting, pelatihan ini mendorong peserta untuk mengembangkan sistem pencarian informasi yang sesuai dengan gaya kerja masing-masing, serta menguasai teknik merangkum dan mendokumentasikan informasi temuan secara efektif.
Dengan mengikuti Pelatihan Information Seeking, peserta diharapkan mampu menjadi individu yang lebih adaptif, analitis, dan unggul dalam menghadapi tantangan kerja yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan kedalaman informasi.
APA YANG AKAN ANDA PELAJARI?
- Konsep dasar dari information seeking
- Peranan dan manfaat dari aktifitas information seeking dalam performa pekerjaan
- Strategi membangun konsep berpikir kritis dan rasa ingin tahu dalam proses pencarian informasi
- Teknik identifikasi masalah dan analisis persoalan potensial dalam proses pencarian informasi
- Tingkatan kompetensi information seeking
- Bertanya
- Penyelidikan
- Penggalian mendalam
- Riset
- Mengembangkan sistem sindiri dalam pencarian informasi
- Teknik merangkum dan mendokumentasikan informasi temuan
TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN
Peserta pelatihan mampu mengetahui bagaimana mencari dan menggali lebih banyak informasi untuk memastikan akurasi informasi
TARGET PESERTA PELATIHAN
Semua pihak yang ingin meningkatkan pengetahuan seputar Pelatihan Information Seeking
METODE PELATIHAN
- Penyampaian konsep
- Diskusi kelompok
- Latihan
- Studi kasus
JADWAL PELATIHAN INFORMATION SEEKING
- 13-14 Januari 2026
- 10-11 Februari 2026
- 12-13 Maret 2026
- 21-22 April 2026
- 26-27 Mei 2026
- 2-3 Juni 2026
- 28-29 Juli 2026
- 20-21 Agustus 2026
- 22-23 September 2026
- 1-2 Oktober 2026
- 5-6 November 2026
- 8-9 Desember 2026
BIAYA PELATIHAN
Pelatihan Information Seeking Public
Biaya Public Training silahkan hubungi kami.
Durasi pelatihan : 2 hari.
Catatan :
- Harga diatas adalah harga untuk public training di Yogyakarta.
- Biaya pelatihan sudah termasuk ruang pelatihan di hotel beserta perlengkapan pelatihan, makan siang, coffee break 2x, modul materi, sertifikat, training kit dan souvenir.
- Biaya belum termasuk transportasi dan akomodasi (penginapan) peserta pelatihan.
- Biaya sudah termasuk biaya pajak.
- Untuk permintaan materi custom (yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta) atau in house training dapat menghubungi kami di sini.
Pelatihan Information Seeking Online
Biaya Online Training silahkan hubungi kami.
Durasi pelatihan : 2 hari.
Catatan:
- Harga diatas adalah harga untuk online training.
- Pelatihan online menggunakan media Zoom Meeting atau media lainnya sesuai kebutuhan.
- Biaya pelatihan sudah termasuk Softcopy materi pelatihan, rekaman video pelatihan & Sertifikat pelatihan.
- Biaya sudah termasuk biaya pajak.
- Untuk permintaan materi custom (yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta) atau in house training dapat menghubungi kami di sini.
Kenapa Information Seeking Jadi Skill Wajib di Era Overload Informasi?
Setiap hari kita dibanjiri informasi dari berbagai arah. Mulai dari media sosial, portal berita, grup WhatsApp, podcast, sampai video pendek yang muncul tanpa diminta. Dalam hitungan menit, otak kita harus memproses ratusan potongan data. Sayangnya, tidak semua informasi itu penting, akurat, atau relevan dengan kebutuhan kita.
Di sinilah masalah overload informasi muncul. Terlalu banyak informasi justru membuat kita bingung, ragu, bahkan salah mengambil keputusan. Tanpa kemampuan Information Seeking yang baik, seseorang mudah terjebak pada informasi yang viral tapi menyesatkan. Akhirnya, alih-alih makin pintar, kita justru makin lelah secara mental.
Kenapa kemampuan memilah informasi lebih penting daripada sekadar mengaksesnya
Akses informasi sekarang bukan lagi masalah. Hampir semua orang bisa googling, buka media sosial, atau bertanya ke AI. Tantangannya bukan pada “mencari”, tapi pada “memilih”. Inilah mengapa Information Seeking menjadi skill yang jauh lebih penting dibanding sekadar konsumsi informasi.
Kemampuan memilah informasi membantu kita menentukan mana yang valid, mana yang opini, dan mana yang sekadar clickbait. Tanpa Information Seeking yang matang, kita akan terus mengonsumsi informasi tanpa arah. Hasilnya? Waktu habis, fokus berantakan, dan keputusan jadi tidak optimal.
Peran Information Seeking dalam pengembangan diri dan kualitas pengambilan keputusan
Dalam konteks personal development, Information Seeking bukan hanya soal tahu banyak hal. Skill ini berkaitan erat dengan cara kita belajar, berpikir kritis, dan berkembang. Orang yang punya kemampuan Information Seeking yang baik cenderung lebih reflektif dan tidak mudah terpengaruh.
Saat seseorang mampu mencari dan mengevaluasi informasi secara sadar, kualitas pengambilan keputusannya meningkat. Baik itu keputusan karier, finansial, pendidikan, maupun kehidupan pribadi. Information Seeking menjadi fondasi penting agar kita tidak sekadar bereaksi, tapi benar-benar memilih dengan sadar.
Apa Itu Information Seeking dan Mengapa Semakin Krusial?
Definisi Information Seeking dalam konteks personal development
Secara sederhana dikutip dari wikipedia.org, Information Seeking adalah proses aktif untuk mencari, memilih, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara sadar untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam personal development, skill ini membantu kita belajar secara mandiri dan berkelanjutan.
Information Seeking bukan aktivitas pasif seperti scrolling tanpa tujuan. Ini adalah proses yang melibatkan niat, kesadaran, dan refleksi. Kita tidak hanya bertanya “apa informasinya?”, tapi juga “apakah ini relevan?”, “apakah bisa dipercaya?”, dan “bagaimana dampaknya bagi saya?”.
Perbedaan Information Seeking dengan sekadar scrolling informasi
Scrolling media sosial sering kali terasa seperti mencari informasi, padahal sebenarnya tidak. Scrolling bersifat reaktif, sementara Information Seeking bersifat proaktif. Saat scrolling, kita mengikuti algoritma. Saat melakukan Information Seeking, kita mengikuti tujuan.
Perbedaan ini penting karena menentukan kualitas input yang masuk ke otak. Information Seeking membuat kita mengontrol informasi, bukan dikontrol olehnya. Ini membantu menjaga fokus, meningkatkan pemahaman, dan mencegah kelelahan mental akibat konsumsi informasi berlebihan.
Information Seeking sebagai skill aktif, bukan pasif
Information Seeking adalah skill aktif yang perlu dilatih. Kita harus berani bertanya, membandingkan sumber, dan tidak langsung percaya pada satu sudut pandang. Proses ini memang butuh energi, tapi hasilnya jauh lebih bernilai.
Orang yang aktif dalam Information Seeking biasanya lebih mandiri dalam belajar. Mereka tidak menunggu disuapi informasi, tapi mencari sendiri dengan tujuan yang jelas. Inilah ciri individu yang terus bertumbuh di tengah perubahan cepat.
Tantangan Overload Informasi terhadap Information Seeking Skill
Informasi berlebihan vs kualitas informasi
Salah satu tantangan terbesar dalam Information Seeking adalah membedakan antara jumlah dan kualitas. Banyak informasi tidak selalu berarti baik. Justru, terlalu banyak informasi bisa menurunkan kemampuan kita untuk fokus dan menganalisis.
Di era digital, informasi berkualitas sering tenggelam oleh konten sensasional. Tanpa skill Information Seeking yang kuat, kita mudah terjebak pada informasi yang menarik secara emosional tapi lemah secara substansi.
Bias kognitif dan hoaks yang mengganggu Information Seeking
Bias kognitif juga menjadi penghambat dalam Information Seeking. Kita cenderung mencari informasi yang mendukung keyakinan sendiri dan mengabaikan yang bertentangan. Ini dikenal sebagai confirmation bias.
Selain itu, hoaks dan misinformasi semakin canggih. Tanpa kemampuan Information Seeking yang baik, kita bisa ikut menyebarkan informasi salah tanpa sadar. Dampaknya tidak hanya ke diri sendiri, tapi juga ke lingkungan sekitar.
Dampak buruk jika Information Seeking tidak terasah
Jika Information Seeking tidak terlatih, seseorang akan mudah bingung, impulsif, dan tidak konsisten. Keputusan diambil berdasarkan emosi sesaat atau tren, bukan analisis yang matang.
Dalam jangka panjang, ini bisa menghambat perkembangan diri. Orang menjadi cepat puas, sulit belajar hal baru, dan mudah terpengaruh. Padahal, dunia kerja dan kehidupan modern menuntut kemampuan berpikir mandiri yang kuat.
Information Seeking dan Kualitas Pengambilan Keputusan
Hubungan antara Information Seeking dan critical thinking
Information Seeking sangat erat kaitannya dengan critical thinking. Saat kita mencari informasi secara sadar, kita otomatis melatih kemampuan analisis dan evaluasi. Kita belajar mempertanyakan sumber, konteks, dan implikasi.
Critical thinking tidak mungkin berkembang tanpa Information Seeking. Keduanya saling melengkapi. Semakin baik kemampuan Information Seeking, semakin tajam pula cara kita berpikir.
Bagaimana Information Seeking memengaruhi keputusan pribadi dan profesional
Dalam kehidupan pribadi, Information Seeking membantu kita membuat keputusan yang lebih rasional. Misalnya saat memilih karier, investasi, atau pola hidup sehat. Kita tidak hanya ikut-ikutan, tapi benar-benar memahami risikonya.
Di dunia profesional, Information Seeking membantu kita menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan strategis. Karyawan atau pemimpin dengan skill ini biasanya lebih adaptif dan solutif menghadapi perubahan.
Information Seeking sebagai Fondasi Personal Development
Peran Information Seeking dalam belajar mandiri
Personal development tidak bisa lepas dari belajar mandiri. Information Seeking menjadi kunci utama agar proses belajar tidak bergantung pada orang lain. Kita tahu apa yang perlu dipelajari dan di mana mencarinya.
Dengan Information Seeking, belajar menjadi lebih terarah. Kita tidak lagi mengonsumsi informasi secara acak, tapi sesuai kebutuhan pengembangan diri.
Information Seeking untuk meningkatkan self-awareness
Self-awareness tidak datang tiba-tiba. Kita perlu informasi tentang diri sendiri, lingkungan, dan pengalaman orang lain. Information Seeking membantu kita memahami pola pikir, kekuatan, dan kelemahan diri.
Saat seseorang aktif mencari informasi yang relevan dengan dirinya, proses refleksi menjadi lebih dalam. Ini penting untuk pertumbuhan emosional dan mental.
Hubungan Information Seeking dengan growth mindset
Growth mindset tumbuh dari keinginan untuk terus belajar. Information Seeking mendukung mindset ini dengan menyediakan bahan bakar berupa pengetahuan dan wawasan baru.
Orang dengan growth mindset tidak takut mencari informasi, meski itu menantang keyakinannya. Mereka melihat Information Seeking sebagai peluang berkembang, bukan ancaman.
Skill Pendukung dalam Mengoptimalkan Information Seeking
Kemampuan bertanya yang tepat dalam Information Seeking
Pertanyaan yang tepat menentukan kualitas informasi yang didapat. Dalam Information Seeking, kemampuan bertanya lebih penting daripada jawaban cepat. Pertanyaan yang baik membuka sudut pandang baru.
Belajar menyusun pertanyaan kritis akan membuat proses Information Seeking lebih efektif dan mendalam.
Literasi digital sebagai penguat Information Seeking
Literasi digital membantu kita memahami cara kerja media, algoritma, dan sumber informasi. Tanpa literasi digital, Information Seeking bisa tersesat di lautan konten yang bias.
Dengan literasi digital yang baik, kita lebih mampu mengevaluasi kredibilitas sumber dan menghindari jebakan misinformasi.
Manajemen waktu dan fokus saat melakukan Information Seeking
Information Seeking yang efektif membutuhkan fokus. Tanpa manajemen waktu, proses ini bisa berubah menjadi konsumsi informasi tanpa akhir.
Menentukan batas waktu dan tujuan membantu menjaga kualitas Information Seeking agar tetap produktif dan tidak melelahkan.
Strategi Praktis Melatih Information Seeking di Era Digital
Teknik menyaring sumber informasi yang kredibel
Langkah awal dalam Information Seeking adalah memilih sumber yang tepercaya. Perhatikan reputasi, transparansi, dan konsistensi sumber informasi tersebut.
Membandingkan beberapa sumber juga membantu memastikan informasi yang kita dapatkan lebih akurat.
Cara membangun kebiasaan Information Seeking yang efektif
Kebiasaan Information Seeking bisa dibangun dengan memulai dari hal kecil. Misalnya, selalu mengecek sumber sebelum membagikan informasi atau mencatat insight penting.
Konsistensi jauh lebih penting daripada intensitas. Sedikit tapi rutin akan jauh lebih berdampak.
Tools sederhana untuk mendukung Information Seeking
Banyak tools digital yang bisa membantu Information Seeking, seperti aplikasi pencatat, bookmark, atau pengelola referensi. Tools ini membantu mengorganisasi informasi agar mudah digunakan kembali.
Penggunaan tools yang tepat membuat Information Seeking lebih efisien dan terstruktur.
Kesalahan Umum dalam Menerapkan Information Seeking
Terjebak pada information bias
Salah satu kesalahan umum adalah hanya mencari informasi yang sesuai dengan pendapat sendiri. Ini membuat Information Seeking menjadi sempit dan tidak objektif.
Membuka diri pada sudut pandang berbeda justru memperkaya proses belajar.
Terlalu banyak konsumsi tanpa refleksi
Information Seeking bukan tentang seberapa banyak informasi yang dikonsumsi, tapi seberapa dalam dipahami. Tanpa refleksi, informasi hanya lewat begitu saja.
Luangkan waktu untuk mencerna dan mengaitkan informasi dengan pengalaman pribadi.
Information Seeking tanpa tujuan yang jelas
Tanpa tujuan, Information Seeking mudah berubah menjadi distraksi. Tujuan membantu kita menentukan informasi mana yang relevan dan mana yang bisa diabaikan.
Tujuan yang jelas membuat proses Information Seeking lebih fokus dan bermakna.
Information Seeking untuk Karier dan Kehidupan Profesional
Information Seeking sebagai keunggulan kompetitif di dunia kerja
Di dunia kerja yang kompetitif, Information Seeking menjadi pembeda. Karyawan yang mampu mencari dan mengolah informasi dengan baik biasanya lebih cepat berkembang.
Skill ini membuat seseorang lebih siap menghadapi tantangan dan perubahan.
Peran Information Seeking dalam problem solving dan inovasi
Problem solving yang efektif membutuhkan informasi yang tepat. Information Seeking membantu kita memahami akar masalah sebelum mencari solusi.
Dalam inovasi, kemampuan mencari inspirasi dan data yang relevan sangat krusial. Di sinilah Information Seeking berperan besar.
Dampak jangka panjang Information Seeking terhadap pengembangan karier
Dalam jangka panjang, Information Seeking membantu membangun karier yang berkelanjutan. Kita tidak hanya mengandalkan pengalaman, tapi juga pengetahuan yang terus diperbarui.
Skill ini membuat kita tetap relevan, adaptif, dan siap menghadapi masa depan yang penuh perubahan.
