Home » Pelatihan Infographics and Visual Journalism

Pelatihan Infographics and Visual Journalism

Selamat datang di pelatihan Infographics and Visual Journalism. Di era digital yang serba cepat dan penuh informasi ini, data dan pesan yang kuat saja tidak cukup. Bagaimana kita menyajikan informasi tersebut—secara visual, menarik, dan mudah dicerna—justru menjadi kunci utama dalam menjangkau audiens secara efektif. Di sinilah peran infografis dan jurnalisme visual menjadi sangat penting. Infografis bukan sekadar gambar yang indah, tetapi merupakan perpaduan antara data, cerita, dan desain yang mampu menyampaikan pesan kompleks secara ringkas dan mudah dipahami. Sementara itu, visual journalism atau jurnalisme visual adalah pendekatan jurnalistik yang mengutamakan kekuatan visual dalam menyampaikan fakta dan narasi secara akurat, informatif, dan tetap menarik secara estetika.

Pelatihan Infographics and Visual Journalism

Pelatihan Infographics and Visual Journalism ini termasuk dalam materi pelatihan Kehumasan & Public Relation, yang dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman mendalam mengenai konsep, teknik, serta tahapan pembuatan infografis yang informatif dan memikat. Mulai dari mengenal berbagai jenis infografis seperti infografis statis, animasi, hingga interaktif, peserta akan diajak untuk memahami kapan dan bagaimana menggunakan masing-masing jenis tersebut. Tidak hanya itu, peserta juga akan mempelajari tahapan penting dalam proses kreatif seperti riset, brainstorming, desain, review, hingga penyajian akhir yang siap disampaikan ke publik.

Lebih jauh, pelatihan Infographics and Visual Journalism ini juga akan mengupas bagaimana mengubah data menjadi cerita visual yang menggugah melalui teknik storyboarding, serta mengenalkan berbagai tools populer dan praktis yang bisa digunakan untuk mendesain infografis, baik untuk kebutuhan media, presentasi, maupun kampanye digital. Dengan tambahan materi tentang membangun kreativitas dalam memilih warna, tipografi, hingga layout, pelatihan ini akan menjadi bekal penting bagi siapa saja yang ingin meningkatkan keterampilan visual mereka di dunia komunikasi modern.

APA YANG AKAN ANDA PELAJARI?

  1. Konsep Infografis
  2. Jenis-jenis Infografis
    • Infografis Statis
    • Infografis animasi
    • Infografis interaktif
  3. Langkah-langkah membuat Infografis
    • Riset,
    • Brain storming,
    • Desain,
    • Review,
    • Penyajian.
  4. Story boarding, mengubah data menjadi cerita.
  5. Tools yang digunakan untuk membuat Infografis
  6. Membangun kreatifitas dalam membuat desain (warna, tulisan, layout)

TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN

  • Peserta pelatihan mampu memahami pentingnya menggunakan infografis sebagai salah satu media informasi
  • Peserta pelatihan mampu menyederhanakan suatu informasi yang rumit dengan cara merubah menjadi data visual yang menarik dan mudah dipahami.

TARGET PESERTA PELATIHAN

  • Manajer Humas atau PR
  • Staff Humas atau PR
  • Semua pihak yang membutuhkan pengetahuan seputar Infographics and Visual Journalism

METODE PELATIHAN

  • Penyampaian konsep
  • Diskusi kelompok
  • Latihan
  • Studi kasus

JADWAL PELATIHAN INFOGRAPHICS AND VISUAL JOURNALISM

  • 8-9 Januari 2025 
  • 17-18 Februari 2025 
  • 3-4 Maret 2025 
  • 14-15 April 2025 
  • 19-20 Mei 2025 
  • 23-24 Juni 2025 
  • 1-2 Juli 2025 
  • 11-12 Agustus 2025 
  • 29-30 September 2025 
  • 13-14 Oktober 2025 
  • 10-11 November 2025 
  • 15-16 Desember 2025

BIAYA PELATIHAN

Pelatihan Infographics and Visual Journalism Public

Biaya Public Training silahkan hubungi kami.

Durasi pelatihan : 2 hari.

Catatan :

  1. Harga diatas adalah harga untuk public training di Yogyakarta.
  2. Biaya pelatihan sudah termasuk ruang pelatihan di hotel beserta perlengkapan pelatihan, makan siang, coffee break 2x, modul materi, sertifikat, training kit dan souvenir.
  3. Biaya belum termasuk transportasi dan akomodasi (penginapan) peserta pelatihan.
  4. Biaya sudah termasuk biaya pajak.
  5. Untuk permintaan materi custom (yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta) atau in house training dapat menghubungi kami di sini.

Pelatihan Infographics and Visual Journalism Online

Biaya Online Training silahkan hubungi kami.

Durasi pelatihan : 2 hari.

Catatan:

  1. Harga diatas adalah harga untuk online training.
  2. Pelatihan online menggunakan media Zoom Meeting atau media lainnya sesuai kebutuhan.
  3. Biaya pelatihan sudah termasuk Softcopy materi pelatihan, rekaman video pelatihan & Sertifikat pelatihan.
  4. Biaya sudah termasuk biaya pajak.
  5. Untuk permintaan materi custom (yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta) atau in house training dapat menghubungi kami di sini.

Infographics and Visual Journalism: Cara Cerdas Menyampaikan Data dengan Visual yang Memikat

Saat ini, dunia dipenuhi oleh informasi yang datang dari berbagai arah—media sosial, situs berita, aplikasi, dan bahkan papan reklame digital. Di tengah ledakan informasi tersebut, otak manusia cenderung lebih cepat menangkap visual dibandingkan teks biasa. Visual tidak hanya menarik perhatian lebih cepat, tapi juga memudahkan pemahaman dalam waktu singkat. Di sinilah peran Infographics and Visual Journalism menjadi sangat penting.

Perubahan ini mendorong banyak organisasi dan individu untuk beralih dari cara penyampaian informasi yang konvensional ke bentuk visual yang lebih dinamis. Karena waktu dan fokus audiens semakin terbatas, konten yang bisa langsung "kena" dalam 3 detik pertama lebih punya peluang untuk dipahami dan diingat. Infografis dan jurnalisme visual menjawab kebutuhan itu secara efektif.

Pentingnya Menyederhanakan Data Kompleks

Banyak data yang penting namun sulit dimengerti jika disajikan mentah-mentah. Bayangkan harus membaca laporan 50 halaman hanya untuk memahami satu poin penting. Di sinilah Infographics and Visual Journalism hadir sebagai solusi. Keduanya mampu merangkum isi data kompleks menjadi ringkas, jelas, dan menarik.

Infografis bisa menyederhanakan angka dan statistik dengan warna, ikon, dan struktur visual yang logis. Sedangkan visual journalism mengubah laporan mendalam menjadi cerita bergambar yang menggugah secara emosional. Dengan pendekatan ini, data bukan hanya lebih mudah dipahami, tapi juga lebih menyentuh.

Peran Infografis dan Jurnalisme Visual dalam Komunikasi Modern

Infografis dan jurnalisme visual bukan cuma pelengkap, tapi sudah menjadi bagian penting dalam strategi komunikasi modern. Keduanya digunakan oleh media massa, institusi pemerintahan, perusahaan swasta, hingga individu untuk menyampaikan pesan dengan cara yang lebih manusiawi.

Dalam dunia kehumasan, Infographics and Visual Journalism membantu menyampaikan pesan publik secara persuasif tanpa terkesan menggurui. Mereka yang berkecimpung di dunia PR, jurnalisme, pemasaran, atau content creation bisa memanfaatkan kekuatan visual ini untuk meningkatkan engagement, kredibilitas, dan kepercayaan audiens.

Infographics and Visual Journalism: Pengertian dan Perbedaannya

Definisi Infografis dan Jurnalisme Visual

Infografis dikutip dari numberanalytics.com, adalah representasi visual dari data, informasi, atau pengetahuan yang bertujuan untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan jelas. Bentuknya bisa berupa grafik, diagram, peta, atau kombinasi teks dan gambar yang disusun secara estetis dan informatif.

Sementara itu, jurnalisme visual (visual journalism) adalah praktik penyampaian berita atau informasi melalui gambar, video, grafik, dan elemen visual lainnya. Dalam banyak kasus, visual journalism menyampaikan narasi yang utuh tanpa harus mengandalkan banyak teks.

Perbedaan Fokus dan Tujuan dari Masing-masing

Infografis cenderung fokus pada penyederhanaan data kuantitatif, seperti statistik, perbandingan, dan tren. Tujuannya adalah membuat data tersebut mudah dimengerti dalam waktu singkat. Sedangkan jurnalisme visual lebih menekankan pada penceritaan, membawa audiens pada perjalanan naratif yang menggugah.

Meski keduanya mengandalkan visual, pendekatannya berbeda. Infografis berorientasi pada informasi, sementara visual journalism lebih berorientasi pada emosi dan cerita. Keduanya bisa berdiri sendiri, tapi kolaborasi keduanya bisa menghasilkan konten visual yang sangat kuat.

Kolaborasi Keduanya dalam Proyek Komunikasi Publik

Kolaborasi infografis dan jurnalisme visual sering digunakan dalam proyek komunikasi publik berskala besar, seperti kampanye kesehatan, laporan tahunan, atau peliputan mendalam tentang isu sosial. Infografis menyampaikan data, sedangkan visual journalism memberi konteks dan sentuhan manusiawi.

Gabungan ini membuat audiens tidak hanya paham informasi, tapi juga terhubung secara emosional. Misalnya, infografis menunjukkan data kenaikan kasus DBD, sementara jurnalisme visual menceritakan kisah pasiennya. Ini yang membuat Infographics and Visual Journalism menjadi perpaduan yang powerful dalam dunia komunikasi.

Keunggulan Infographics and Visual Journalism dalam Menyampaikan Data

Menarik secara Visual dan Mudah Dicerna

Manusia lebih mudah memproses visual daripada teks. Ini fakta neurologis. Otak kita memproses gambar 60.000 kali lebih cepat dibandingkan tulisan. Dengan bantuan Infographics and Visual Journalism, informasi menjadi lebih eye-catching dan cepat dipahami.

Visualisasi informasi seperti infografis dapat memotong waktu pemahaman yang biasanya butuh beberapa paragraf menjadi hanya beberapa detik. Hal ini tentu sangat membantu di era di mana perhatian orang hanya bertahan 8 detik saja.

Meningkatkan Engagement dan Daya Ingat Audiens

Konten visual cenderung mendapatkan lebih banyak likes, shares, dan komentar dibandingkan teks polos. Infographics and Visual Journalism bisa meningkatkan interaksi secara organik karena tampilannya menarik dan memancing rasa ingin tahu.

Studi menunjukkan bahwa orang akan mengingat 80% dari apa yang mereka lihat, dibanding hanya 20% dari yang mereka baca. Ini membuat konten visual menjadi alat komunikasi yang sangat efektif untuk brand, organisasi, maupun jurnalis.

Relevansi untuk Humas, Jurnalis, Brand, dan Pemerintah

Dalam dunia kehumasan, visual menjadi alat kampanye yang kuat. Pemerintah dapat menggunakan Infographics and Visual Journalism untuk menyampaikan kebijakan publik, edukasi masyarakat, atau laporan kinerja.

Jurnalis dan media massa memanfaatkannya untuk menjelaskan isu-isu kompleks seperti konflik, bencana, atau statistik ekonomi. Sedangkan brand menggunakannya untuk storytelling, promosi, dan memperkuat citra.

Langkah-Langkah Membuat Infographics and Visual Journalism yang Efektif

Melakukan Riset dan Menentukan Pesan Utama

Langkah awal sebelum membuat visual adalah melakukan riset yang matang. Data yang digunakan harus valid, relevan, dan aktual. Setelah itu, tentukan pesan utama yang ingin disampaikan agar visual tidak melebar ke mana-mana.

Dengan riset yang solid, infografis akan lebih kredibel dan jurnalisme visual akan terasa otentik. Pastikan data berasal dari sumber yang bisa dipertanggungjawabkan agar kepercayaan audiens tetap terjaga.

Menyusun Narasi Visual: Storyboard, Sketsa, hingga Finalisasi Desain

Setelah data terkumpul dan pesan utama ditentukan, tahap berikutnya adalah menyusun alur visual atau storyboard. Ini penting untuk memastikan informasi mengalir dengan logis dan menarik secara estetika.

Gunakan sketsa awal untuk menentukan layout, ikon, dan elemen visual lain. Setelah itu, masuk ke tahap desain akhir dengan tools digital. Selama proses ini, penting menjaga keseimbangan antara fungsi informatif dan daya tarik visual.

Menentukan Gaya Visual Sesuai Audiens dan Kanal Distribusi

Gaya visual harus menyesuaikan karakter audiens. Konten untuk anak muda tentu berbeda dengan konten untuk pejabat publik. Warna, font, ilustrasi, dan tone harus relevan dengan selera target audiens.

Selain itu, pertimbangkan kanal distribusi. Infografis untuk Instagram perlu format vertikal dan visual mencolok. Untuk website, desain horizontal dan interaktif mungkin lebih cocok. Infographics and Visual Journalism harus adaptif.

Tools Populer untuk Menciptakan Infographics and Visual Journalism Berkualitas

Canva, Piktochart, Infogram, dan Lainnya

Untuk pemula, tools seperti Canva, Piktochart, dan Infogram adalah pilihan terbaik. Antarmuka yang ramah pengguna dan banyaknya template memudahkan siapa saja membuat infografis profesional tanpa harus jago desain.

Tools ini mendukung berbagai format output dan sangat cocok digunakan untuk konten media sosial, presentasi, hingga laporan internal. Bahkan untuk keperluan kampanye pun sudah lebih dari cukup.

Tools Animasi dan Interaktif seperti Adobe After Effects dan Flourish

Jika ingin membuat konten yang lebih kompleks dan dinamis, Anda bisa menggunakan Adobe After Effects untuk animasi atau Flourish untuk membuat infografis interaktif. Kedua platform ini cocok untuk kebutuhan storytelling yang lebih dalam.

Dengan Infographics and Visual Journalism berbasis animasi atau interaktif, pengalaman audiens menjadi lebih menarik. Mereka tak hanya melihat, tapi juga bisa berinteraksi langsung dengan konten.

Tips Memilih Tools Sesuai Kebutuhan dan Skill

Tidak semua tools cocok untuk semua orang. Jika Anda baru mulai, prioritaskan tools yang mudah digunakan. Tapi jika Anda ingin konten dengan kualitas tinggi dan storytelling kuat, pertimbangkan tools tingkat lanjut meski butuh belajar lebih dalam.

Yang terpenting, pastikan tools tersebut mendukung format visual yang ingin Anda buat, entah itu statis, animasi, atau interaktif. Infographics and Visual Journalism adalah tentang memilih media yang paling tepat untuk menyampaikan pesan Anda.

Contoh Sukses Penggunaan Infographics and Visual Journalism di Berbagai Bidang

Kampanye Publik dan Layanan Masyarakat

Pemerintah dan lembaga sosial sering menggunakan infografis untuk kampanye kesehatan, pendidikan, atau lingkungan. Misalnya, kampanye bahaya rokok atau pentingnya vaksinasi disampaikan lewat visual yang mudah dicerna.

Infographics and Visual Journalism mampu menyentuh sisi emosional dan intelektual masyarakat secara bersamaan. Dengan gaya visual yang ramah dan pesan yang kuat, kampanye bisa menjangkau lebih luas dan berdampak lebih dalam.

Laporan Tahunan Instansi dan Perusahaan

Infografis banyak digunakan dalam laporan tahunan agar pembaca tidak bosan dengan angka-angka. Diagram, timeline, dan ilustrasi bisa menjelaskan capaian dan progres perusahaan secara ringkas tapi informatif.

Jurnalisme visual juga digunakan untuk menyampaikan kisah di balik capaian tersebut. Kisah karyawan inspiratif, proyek sosial perusahaan, atau dampak lingkungan sering ditampilkan dalam bentuk visual storytelling.

Konten Edukatif di Media Sosial dan Situs Berita

Media online seperti The Guardian, Kompas, dan BBC sering menggunakan visual journalism untuk laporan investigasi atau liputan mendalam. Sementara content creator edukatif di media sosial memanfaatkan infografis agar materi belajar jadi lebih menyenangkan.

Kombinasi Infographics and Visual Journalism ini membantu audiens mencerna topik berat seperti perubahan iklim, politik, atau ekonomi dengan lebih mudah. Bahkan anak-anak muda pun jadi lebih tertarik membahas isu serius.

Tantangan dan Tips Praktis dalam Mengembangkan Infographics and Visual Journalism

Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah memasukkan terlalu banyak informasi ke dalam satu infografis. Ini membuat tampilan jadi padat, sulit dibaca, dan malah membingungkan.

Kesalahan lain adalah penggunaan warna atau font yang tidak konsisten dan membingungkan audiens. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengedepankan prinsip desain visual yang bersih, jelas, dan fokus pada pesan utama.

Cara Menjaga Akurasi Data dan Etika Visualisasi

Penting untuk tidak memanipulasi data demi membuat tampilan visual lebih "menjual". Infographics and Visual Journalism harus tetap berlandaskan pada etika jurnalisme dan akurasi informasi.

Pastikan sumber data disebutkan, dan jangan mengubah skala grafik demi sensasionalisme. Audiens yang merasa tertipu oleh visualisasi akan kehilangan kepercayaan terhadap konten Anda.

Tips Kolaborasi antara Tim Desainer, Jurnalis, dan Analis Data

Kolaborasi lintas tim adalah kunci. Jurnalis tahu cerita apa yang harus disampaikan, analis data paham tentang isi angka, dan desainer tahu bagaimana menyajikannya secara menarik. Kombinasi ini menciptakan karya visual yang informatif dan mengena.

Gunakan brief yang jelas, komunikasikan target audiens sejak awal, dan adakan review berkala. Dengan begitu, hasil akhir Infographics and Visual Journalism akan relevan, menarik, dan tepat sasaran.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram