Selamat datang di pelatihan Humas dan Protokoler. Di era profesionalisme dan komunikasi strategis seperti sekarang, peran humas dan protokoler dalam sebuah organisasi—baik pemerintah maupun swasta—semakin vital. Humas menjadi wajah dan suara institusi yang membangun citra dan kepercayaan publik, sementara protokoler menjadi pengatur ritme dalam setiap kegiatan resmi dan nonresmi, memastikan setiap detail berjalan mulus, sesuai dengan etika dan aturan yang berlaku. Keduanya adalah ujung tombak dalam menciptakan kesan pertama yang positif, sekaligus menjaga kredibilitas lembaga di mata stakeholder internal maupun eksternal.

Namun, menjalankan tugas sebagai humas dan protokol bukanlah perkara sederhana. Dibutuhkan pemahaman yang mendalam tentang tata krama, etika komunikasi, tata tempat, serta kepekaan tinggi dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk saat berhadapan dengan pejabat tinggi negara, tamu asing, atau mitra strategis. Kemampuan mengonsep acara, mengelola teknis kegiatan, menyusun susunan tempat duduk, hingga memastikan alur penghormatan berjalan sesuai hierarki dan budaya yang tepat—semua harus dikuasai dengan baik.
Melalui Pelatihan Humas dan Protokoler ini, para peserta akan dibekali pengetahuan menyeluruh tentang konsep dasar keprotokolan, peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta keterampilan praktis dalam merancang, mempersiapkan, dan melaksanakan berbagai bentuk acara. Materi pelatihan ini termasuk dalam materi pelatihan Kehumasan & Public Relation, yang mencakup mulai dari pengenalan jenis-jenis acara, tata pergaulan bisnis, etika nasional dan internasional, hingga teknik mengatasi kendala protokoler yang kerap terjadi di lapangan. Lebih dari itu, pelatihan ini juga memberikan sesi praktik langsung untuk meningkatkan kepercayaan diri dan profesionalisme peserta sebagai protokol andal dan humas yang komunikatif. Dengan bekal ini, peserta diharapkan mampu menjalankan peran strategisnya secara efektif dan elegan di berbagai situasi kelembagaan.
APA YANG AKAN ANDA PELAJARI?
- Konsep dasar, pengertian dan ruang lingkup tugas protokol.
- Sosialisasi UU Keprotokolan dan Perkembangannya
- Syarat-syarat menjadi Protokoler Handal
- Mengenal berbagai jenis acara dan upacara yang ada dan memahami perbedaannya dalam pelaksanaannya
- Tata krama Pergaulan Bisnis sebagai dasar pelaksanaan protokol
- Etika dasar dan penerapannya
- Hal-hal yang tidak boleh dilakukan
- Etika busana
- Etika Pergaulan Nasional dan Pergaulan Internasional
- Teknik mengonsep dan menyusun acara (Acara Resmi, Semi Resmi, Acara Hiburan)
- Teknik mengelola kegiatan (Persiapan, pada saat acara dan setelah acara)
- Pengelolaan persiapan-persiapan fisik
- Rencana pengaturan tempat upacara, tempat duduk hadirin, susunan acara, sponsorship dan lain-lainnya
- Tata Tempat, Tata Penghormatan dan Tata Upacara
- Petugas pembantu
- Keprotokolan yang berkaitan dengan MC
- Strategi menghadapi berbagai kendala Protokoleran
- Praktek menjadi Protokol acara resmi, semi resmi dan tidak resmi baik dihadiri pejabat asing, pejabat tinggi negara, Pimpinan Daerah, CEO atau mitra kerja.
TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN
- Peserta pelatihan mampu menjadi Protokoler yang professional, mengelola dan mengatur tata tempat, tata penghormatan, tata upacara, dan mengelola tamu VIP, sekaligus memiliki kepribadian menarik dan menyakinkan dalam berbagai acara, baik acara resmi maupun acara tidak resmi.
- Peserta pelatihan mampu menguasai teknik berbicara dengan menerapkan bahasa yang baik dan benar serta sikap tubuh yang meyakinkan
- Peserta pelatihan mampu merencanakan, menyusun, mengonsep acara dan secara langsung mempraktekkannya
- Peserta pelatihan mampu menjadi protokoler yang berhubungan dengan MC agar bisa mempersiapkan dengan baik secara keseluruhan acara / event khusus yang diselenggarakan mitra/perusahaan/lembaga mencakup jadwal acara, layout ruangan dan teknis lainnya.
TARGET PESERTA PELATIHAN
- Sekretaris, Staff Humas atau PR
- Semua pihak yang membutuhkan pengetahuan seputar pelatihan Humas dan Protokoler
METODE PELATIHAN
- Penyampaian konsep
- Diskusi kelompok
- Latihan
- Studi kasus
JADWAL PELATIHAN HUMAS DAN PROTOKOLER
- 6-7 Januari 2025
- 26-27 Februari 2025
- 19-20 Maret 2025
- 9-10 April 2025
- 15-16 Mei 2025
- 18-19 Juni 2025
- 9-10 Juli 2025
- 6-7 Agustus 2025
- 24-25 September 2025
- 8-9 Oktober 2025
- 5-6 November 2025
- 10-11 Desember 2025
BIAYA PELATIHAN
Pelatihan Humas dan Protokoler Public
Biaya Public Training silahkan hubungi kami.
Durasi pelatihan : 2 hari.
Catatan :
- Harga diatas adalah harga untuk public training di Yogyakarta.
- Biaya pelatihan sudah termasuk ruang pelatihan di hotel beserta perlengkapan pelatihan, makan siang, coffee break 2x, modul materi, sertifikat, training kit dan souvenir.
- Biaya belum termasuk transportasi dan akomodasi (penginapan) peserta pelatihan.
- Biaya sudah termasuk biaya pajak.
- Untuk permintaan materi custom (yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta) atau in house training dapat menghubungi kami di sini.
Pelatihan Humas dan Protokoler Online
Biaya Online Training silahkan hubungi kami.
Durasi pelatihan : 2 hari.
Catatan:
- Harga diatas adalah harga untuk online training.
- Pelatihan online menggunakan media Zoom Meeting atau media lainnya sesuai kebutuhan.
- Biaya pelatihan sudah termasuk Softcopy materi pelatihan, rekaman video pelatihan & Sertifikat pelatihan.
- Biaya sudah termasuk biaya pajak.
- Untuk permintaan materi custom (yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta) atau in house training dapat menghubungi kami di sini.
Peran Strategis Humas dan Protokoler dalam Meningkatkan Citra Lembaga di Era Digital
Di era digital seperti sekarang, citra lembaga bukan hanya dilihat dari prestasi atau kinerja internal saja. Persepsi publik yang terbentuk lewat media sosial, pemberitaan online, serta pengalaman langsung masyarakat justru menjadi penentu utama reputasi suatu institusi. Dunia digital bergerak cepat. Satu komentar atau unggahan bisa menyebar luas dalam hitungan detik dan memengaruhi cara publik memandang lembaga.
Karena itu, menjaga dan membangun citra lembaga menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Citra bukan sekadar simbol atau logo institusi. Ia adalah cerminan dari nilai, integritas, dan cara lembaga berkomunikasi dengan publik. Di sinilah peran Humas dan Protokoler menjadi sangat krusial.
Komunikasi yang cerdas dan pengelolaan acara yang profesional akan memperkuat posisi lembaga di mata publik. Ketika Humas dan Protokoler bekerja dengan baik, maka reputasi yang terbangun pun akan lebih kuat, positif, dan berkelanjutan.
Peran Utama Humas dan Protokoler dalam Lembaga Modern
Definisi dan ruang lingkup kerja Humas dan Protokoler
Humas atau Hubungan Masyarakat dikutip dari investopedia.com, adalah jembatan antara lembaga dan publik. Fungsinya adalah membangun, menjaga, dan meningkatkan citra lembaga melalui komunikasi strategis. Humas bertugas menyampaikan pesan-pesan institusi ke masyarakat, mengelola hubungan media, serta merespons isu yang berkembang secara efektif.
Sementara itu, Protokoler lebih banyak berperan dalam pengaturan tata acara resmi, penyambutan tamu penting, hingga memastikan jalannya kegiatan berjalan sesuai kaidah dan etika keprotokolan. Meski tampak berbeda, keduanya saling melengkapi dan bekerja beriringan.
Kombinasi kerja Humas dan Protokoler ini menjadi kekuatan besar dalam membentuk persepsi publik terhadap profesionalisme dan kredibilitas lembaga. Humas menyampaikan pesan, Protokoler memastikan penyampaiannya dilakukan secara terhormat dan berkesan.
Perbedaan dan titik sinergi antara keduanya
Meskipun berbeda peran, Humas dan Protokoler memiliki titik temu dalam hal komunikasi strategis. Humas fokus pada substansi pesan, sedangkan Protokoler fokus pada bentuk dan etika penyampaian. Misalnya, ketika lembaga mengadakan acara konferensi pers, Humas akan menyiapkan pesan-pesan yang ingin disampaikan, sedangkan Protokoler akan mengatur susunan acara, tata tempat, dan alur protokol tamu.
Sinergi ini penting agar komunikasi yang disampaikan ke publik tidak hanya kuat dari sisi konten, tetapi juga elegan dari sisi pelaksanaan. Lembaga yang mampu mengharmoniskan peran ini akan terlihat lebih solid dan kredibel.
Fungsi strategis dalam mendukung tujuan organisasi
Humas dan Protokoler bukan sekadar fungsi pelengkap. Mereka adalah ujung tombak dalam menjaga kepercayaan publik. Melalui pengelolaan informasi yang cermat dan penyelenggaraan acara yang tertata, mereka mendukung pencapaian misi lembaga.
Baik itu lembaga pemerintahan, pendidikan, maupun swasta, semua membutuhkan kehadiran Humas dan Protokoler untuk menjaga komunikasi dengan pemangku kepentingan. Ketika lembaga disorot publik, peran mereka jadi garda depan untuk menjelaskan, menenangkan, atau bahkan memperbaiki persepsi yang terbentuk.
Tantangan Humas dan Protokoler di Era Digital
Disrupsi teknologi informasi dan kecepatan penyebaran berita
Teknologi informasi berkembang sangat cepat. Kejadian kecil bisa viral dalam hitungan menit. Ini menjadi tantangan besar bagi Humas dan Protokoler. Mereka dituntut untuk selalu siap, tanggap, dan memiliki sistem komunikasi krisis yang mumpuni.
Tidak cukup hanya mengandalkan media konvensional, mereka harus mampu merespons dengan cepat melalui berbagai kanal digital. Jika tidak, informasi bisa terdistorsi dan berdampak pada citra lembaga.
Isu hoaks dan citra negatif di media sosial
Humas dan Protokoler saat ini harus berhadapan dengan fenomena hoaks yang marak beredar di media sosial. Ketika sebuah isu negatif muncul, publik cenderung cepat percaya tanpa mencari fakta. Ini bisa merusak reputasi lembaga dalam waktu singkat.
Peran Humas sangat penting dalam memberikan klarifikasi, menyampaikan informasi yang valid, dan membangun narasi positif. Protokoler pun harus menjaga agar acara resmi tidak menjadi celah untuk kesalahan komunikasi yang bisa disalahartikan publik.
Perubahan ekspektasi publik terhadap transparansi dan layanan
Publik kini mengharapkan lembaga lebih transparan dan responsif. Mereka ingin komunikasi yang terbuka, akses informasi yang mudah, dan pelayanan yang cepat. Jika tidak diimbangi oleh kinerja Humas dan Protokoler yang adaptif, maka kepercayaan publik akan menurun.
Karenanya, diperlukan transformasi cara kerja yang lebih inklusif, terbuka terhadap feedback, dan mampu mengelola ekspektasi secara cerdas.
Strategi Komunikasi Digital oleh Humas dan Protokoler
Penggunaan media sosial untuk membangun kedekatan publik
Media sosial menjadi alat utama bagi Humas dan Protokoler untuk menjangkau masyarakat luas secara langsung. Melalui Instagram, Twitter, Facebook, hingga TikTok, lembaga bisa menyampaikan pesan dengan cara yang ringan, cepat, dan mudah dipahami.
Konten visual, video pendek, hingga live streaming acara resmi bisa dimanfaatkan untuk memperkuat keterlibatan publik. Bukan hanya soal postingan, tapi juga soal membangun dialog dua arah dengan pengikut.
Teknik digital storytelling dan branding institusional
Digital storytelling memungkinkan Humas menyampaikan pesan institusi secara emosional dan menggugah. Bukan sekadar informasi, tapi cerita yang membangun koneksi dengan audiens.
Misalnya, cerita tentang perjuangan pegawai di lapangan, kisah sukses penerima layanan, atau proses di balik sebuah program bisa menjadi konten yang memperkuat brand lembaga. Protokoler dapat menyisipkan pesan-pesan ini dalam setiap rangkaian acara formal.
Etika komunikasi digital dan pengelolaan komentar publik
Di era digital, etika komunikasi menjadi krusial. Humas dan Protokoler harus memastikan bahwa setiap tanggapan di media sosial sesuai dengan nilai-nilai lembaga dan tidak menimbulkan kesan arogan atau defensif.
Selain itu, penting untuk memiliki standar dalam merespons komentar, kritik, bahkan serangan publik secara santun, faktual, dan tidak emosional. Ini akan menjaga citra lembaga tetap positif di tengah dinamika digital.
Manajemen Acara Digital dan Hybrid oleh Tim Humas dan Protokoler
Adaptasi penyelenggaraan acara protokoler secara daring
Pandemi telah mengubah cara kita menyelenggarakan acara. Kini, banyak acara resmi yang dilakukan secara daring. Protokoler harus mampu mengadaptasi tata acara formal ke format digital, termasuk penyesuaian rundown, tata letak visual, dan urutan sambutan.
Humas berperan dalam memastikan pesan dari acara tersebut tetap tersampaikan secara efektif melalui saluran komunikasi digital. Keduanya harus bekerja sama agar audiens tetap merasakan kesan profesional meski acara berlangsung secara online.
Perencanaan teknis dan komunikasi acara hybrid
Model acara hybrid—menggabungkan luring dan daring—memerlukan keahlian teknis dan koordinasi yang tinggi. Protokoler harus memastikan alur acara berjalan sinkron di dua platform berbeda. Sedangkan Humas bertugas menyampaikan pesan acara kepada dua audiens secara efektif.
Koordinasi dengan tim IT, penyiapan naskah, pengaturan MC hingga pengelolaan dokumentasi digital harus diperhatikan secara detail. Tanpa koordinasi yang matang, acara bisa kehilangan makna dan tidak berdampak pada citra lembaga.
Pengaruh kualitas acara terhadap citra lembaga
Acara resmi adalah wajah lembaga. Jika acara berjalan lancar, terstruktur, dan profesional, maka persepsi publik terhadap lembaga juga akan positif. Sebaliknya, acara yang berantakan bisa menurunkan kredibilitas.
Itulah mengapa Humas dan Protokoler perlu memastikan setiap detail acara—dari undangan, penyambutan, hingga dokumentasi—dilakukan secara maksimal dan mencerminkan nilai organisasi.
Kolaborasi Internal dan Eksternal Humas dan Protokoler
Pentingnya sinergi lintas bagian dalam organisasi
Humas dan Protokoler tidak bisa bekerja sendiri. Mereka perlu dukungan dari berbagai bagian lain dalam organisasi, seperti kepegawaian, keuangan, hingga teknologi informasi. Komunikasi internal yang baik akan memperkuat pelaksanaan tugas mereka.
Dengan adanya sinergi ini, setiap kebijakan dan informasi yang disampaikan ke publik akan lebih komprehensif dan representatif.
Hubungan dengan media, stakeholder, dan masyarakat
Salah satu peran kunci Humas adalah menjaga relasi dengan media dan stakeholder. Mereka menjadi penghubung antara lembaga dan publik eksternal. Protokoler mendukung dengan memastikan interaksi dilakukan secara elegan, sesuai norma dan tata krama.
Membangun kepercayaan publik membutuhkan pendekatan yang konsisten dan berkelanjutan. Hubungan baik ini adalah investasi jangka panjang bagi reputasi lembaga.
Peran jaringan kehumasan dalam memperluas pengaruh
Dalam dunia kehumasan, jaringan adalah kekuatan. Melalui forum-forum humas, asosiasi profesi, dan kerja sama antar lembaga, Humas dan Protokoler bisa saling bertukar pengalaman, memperkuat kompetensi, dan membangun jejaring strategis.
Jejaring ini sangat membantu saat lembaga menghadapi krisis atau butuh dukungan publik dalam waktu singkat. Ketika jaringan komunikasi kuat, maka kekuatan pengaruh lembaga pun ikut menguat.
Di era digital yang penuh tantangan dan peluang, peran Humas dan Protokoler tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga wibawa, membentuk persepsi, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga.
Dengan strategi komunikasi yang tepat, pengelolaan acara yang profesional, serta kolaborasi lintas fungsi yang solid, Humas dan Protokoler bisa menjadi pilar utama peningkatan citra lembaga secara berkelanjutan. Transformasi digital bukan halangan, tapi peluang bagi mereka untuk tampil lebih adaptif, kreatif, dan berdampak luas.
