Home ยป Pelatihan 7 Quality Control (QC) Tools for Problem Solving and Improvement

Pelatihan 7 Quality Control (QC) Tools for Problem Solving and Improvement

Selamat datang di pelatihan 7 Quality Control (QC) Tools for Problem Solving and Improvement. Dalam dunia bisnis yang kompetitif saat ini, kemampuan untuk secara efektif mengidentifikasi, menganalisis, dan memecahkan masalah menjadi semakin penting bagi kelangsungan dan keberhasilan perusahaan. Untuk itu, salah satu pendekatan yang banyak digunakan dalam berbagai industri adalah penerapan 7 Quality Control (QC) Tools. Alat-alat ini membantu perusahaan dalam melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dengan memberikan cara yang terstruktur dan sistematis untuk menangani berbagai masalah operasional.

Pelatihan 7 Quality Control (QC) Tools for Problem Solving and Improvement

Pelatihan 7 Quality Control (QC) Tools for Problem Solving and Improvement termasuk dalam materi pelatihan management & bisnis, yang dirancang khusus untuk membantu peserta memahami dan menerapkan tujuh alat kontrol kualitas ini dalam proses pemecahan masalah di perusahaan. Dimulai dengan pengenalan konsep dasar problem solving dan continuous improvement, pelatihan ini mengajak peserta untuk melakukan self assessment guna mengevaluasi pendekatan yang telah mereka terapkan. Selanjutnya, peserta akan mempelajari lebih dalam tentang konsep dan penggunaan 7QC Tools, yang meliputi Stratifikasi, Lembar Data, Grafik, Diagram Pareto, Histogram, Diagram Ishikawa (Tulang Ikan), dan Scatter Diagram.

Penggunaan 7QC Tools tidak hanya memberikan panduan dalam proses pemecahan masalah, tetapi juga memastikan bahwa solusi yang dihasilkan berbasis data dan efektif. Dengan dukungan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act), pelatihan ini memberikan pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis penyebabnya, dan menerapkan tindakan perbaikan yang berkelanjutan.

Di akhir pelatihan, peserta akan memiliki kesempatan untuk menerapkan 7QC Tools dan siklus PDCA secara langsung melalui latihan berbasis kasus nyata di perusahaan masing-masing. Dengan demikian, mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu mendorong peningkatan kualitas di organisasi mereka.

APA YANG AKAN ANDA PELAJARI?

  1. Konsep Dasar Problem Solving & Continuous Improvement
  2. Self Assessment
  3. Konsep dan pengertian 7QC Tools (Stratifikasi, Lembar Data, Grafik, Diagram Pareto, Histogram, Diagram Ishikawa / Tulang Ikan dan Scatter Diagram)
  4. Mengapa 7QC Tools penting untuk diterapkan
  5. Manfaat dan tujuan penggunaan tiap tool di 7QC Tools
  6. Keunggulan dan kelemahan tiap tool di 7QC Tools
  7. PDCA Cycle untuk Proses Pemecahan Masalah dan Continuous Improvement
  8. Langkah-langkah Pemecahan masalah menggunakan PDCA dan 7QC
  9. Plan
  10. Identifikasi Masalah
  11. Analisa Data menggunakan tools: Stratifikasi, Lembar Data, Grafik, Diagram Pareto & Histogram
  12. Analisa Sebab menggunakan tools: Diagram Tulang Ikan & Scatter Diagram
  13. Rencana Penanggulangan
  14. Do: Penanggulangan
  15. Check: Periksa Hasil
  16. Act: Standardisasi & Masalah Berikutnya
  17. Latihan memecahkan masalah/melakukan improvement dengan menggunakan PDCA Cycle & 7QC Tools secara terintegrasi dari kasus nyata di perusahaan peserta

TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN

  • Peserta pelatihan memahami prinsip-prinsip dasar problem solving
  • Peserta pelatihan mampu mengaplikasikan 7 QC Tools
  • Peserta pelatihan mampu mengkritisi tindakan korektif yang didapatkan dari aplikasi 7 QC Tools
  • Peserta pelatihan mampu menginterpretasi dan mengukur keefektifan dari solusi implementasi 7 QC Tools

TARGET PESERTA PELATIHAN

  • Semua pihak yang membutuhkan pengetahuan seputar Pelatihan 7 Quality Control (QC) Tools for Problem Solving and Improvement

METODE PELATIHAN

  • Penyampaian konsep
  • Diskusi kelompok
  • Latihan
  • Studi kasus

JADWAL PELATIHAN 7 QUALITY CONTROL (QC) TOOLS FOR PROBLEM SOLVING AND IMPROVEMENT

  • 17-18 Januari 2024 
  • 12-13 Februari 2024 
  • 25-26 Maret 2024 
  • 29-30 April 2024 
  • 29-30 Mei 2024 
  • 10-11 Juni 2024 
  • 1-2 Juli 2024 
  • 7-8 Agustus 2024 
  • 4-5 September 2024 
  • 21-22 Oktober 2024 
  • 18-19 November 2024 
  • 2-3 Desember 2024

BIAYA PELATIHAN 7 QUALITY CONTROL (QC) TOOLS FOR PROBLEM SOLVING AND IMPROVEMENT

Pelatihan 7 Quality Control (QC) Tools for Problem Solving and Improvement Public

Biaya Public Training silahkan hubungi kami.

Durasi pelatihan : 2 hari.

Catatan :

  1. Harga diatas adalah harga untuk public training di Yogyakarta.
  2. Biaya pelatihan sudah termasuk ruang pelatihan di hotel beserta perlengkapan pelatihan, makan siang, coffee break 2x, modul materi, sertifikat, training kit dan souvenir.
  3. Biaya belum termasuk transportasi dan akomodasi (penginapan) peserta pelatihan.
  4. Biaya sudah termasuk biaya pajak.
  5. Untuk permintaan materi custom (yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta) atau in house training dapat menghubungi kami di sini.

Pelatihan 7 Quality Control (QC) Tools for Problem Solving and Improvement Online

Biaya Online Training silahkan hubungi kami.

Durasi pelatihan : 2 hari.

Catatan:

  1. Harga diatas adalah harga untuk online training.
  2. Pelatihan online menggunakan media Zoom Meeting atau media lainnya sesuai kebutuhan.
  3. Biaya pelatihan sudah termasuk Softcopy materi pelatihan, rekaman video pelatihan & Sertifikat pelatihan.
  4. Biaya sudah termasuk biaya pajak.
  5. Untuk permintaan materi custom (yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta) atau in house training dapat menghubungi kami di sini.

7 Quality Control (QC) Tools yang Harus Dikuasai untuk Peningkatan dan Pemecahan Masalah Kualitas

Dalam dunia bisnis dan manufaktur, Quality Control (QC) menjadi aspek yang sangat penting untuk memastikan produk atau layanan memiliki standar kualitas yang tinggi. Menerapkan QC bukan hanya tentang mencegah kesalahan, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa terus memperbaiki proses agar tetap kompetitif di pasar yang semakin ketat.

Salah satu pendekatan yang telah terbukti efektif adalah dengan menggunakan 7 Quality Control (QC) Tools for Problem Solving and Improvement. Alat-alat ini dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengidentifikasi akar masalah, menganalisis data, dan merumuskan solusi yang tepat. Dalam artikel ini, kita akan membahas apa saja 7 QC Tools tersebut dan bagaimana masing-masing alat ini bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas dan menyelesaikan masalah dalam berbagai proses bisnis.

Pentingnya Quality Control (QC) dalam Proses Manufaktur dan Bisnis

QC bukanlah hal baru, tetapi seiring perkembangan teknologi dan bisnis, penerapannya semakin penting. Dengan 7 Quality Control (QC) Tools for Problem Solving and Improvement, perusahaan dapat memastikan produk yang mereka hasilkan memenuhi standar, mengurangi risiko kegagalan, dan meningkatkan efisiensi proses.

Alat-alat QC ini membantu mengidentifikasi dan mengatasi masalah kualitas sejak dini. Lebih dari itu, QC juga mendorong perbaikan berkelanjutan, yang sangat penting di era persaingan global. Menguasai 7 QC Tools memungkinkan perusahaan tidak hanya menyelesaikan masalah kualitas dengan lebih cepat, tetapi juga merancang strategi perbaikan jangka panjang yang berdampak positif pada produktivitas.

1. Diagram Pareto (Pareto Chart)

Penggunaan Diagram Pareto sebagai Salah Satu dari 7 Quality Control (QC) Tools

Salah satu alat paling populer dalam 7 Quality Control (QC) Tools for Problem Solving and Improvement adalah Diagram Pareto. Alat ini didasarkan pada prinsip Pareto atau 80/20 rule, di mana 80% dari masalah sering kali disebabkan oleh 20% dari penyebabnya. Ini adalah cara sederhana namun kuat untuk memprioritaskan upaya perbaikan.

Diagram Pareto dikutip dari lucidchart.com digunakan untuk mengidentifikasi masalah terbesar yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Dengan memetakan data masalah dan mengurutkan penyebabnya dari yang paling sering terjadi, perusahaan dapat fokus pada penyelesaian masalah yang memberikan dampak terbesar. Sebagai contoh, dalam sebuah pabrik, Diagram Pareto dapat menunjukkan bahwa sebagian besar cacat produk disebabkan oleh satu atau dua langkah dalam proses produksi, memungkinkan tim untuk segera fokus memperbaiki area tersebut.

Diagram Pareto sangat efektif dalam problem solving, karena memungkinkan perusahaan untuk mengalokasikan sumber daya dengan lebih efisien, memperbaiki area yang paling membutuhkan perhatian terlebih dahulu.

2. Diagram Sebab-Akibat (Fishbone Diagram/Ishikawa)

Menggunakan Fishbone Diagram untuk Pemecahan Masalah dengan 7 Quality Control (QC) Tools

Diagram Sebab-Akibat, atau yang dikenal sebagai Fishbone Diagram karena bentuknya menyerupai tulang ikan, adalah alat lain yang sangat berguna dalam 7 Quality Control (QC) Tools for Problem Solving and Improvement. Alat ini membantu tim dalam mengidentifikasi akar penyebab dari masalah kualitas.

Diagram ini mengelompokkan faktor-faktor penyebab masalah ke dalam beberapa kategori seperti metode, material, mesin, dan manusia. Setiap kategori ini kemudian diperiksa lebih lanjut untuk menemukan penyebab spesifik dari masalah. Contohnya, jika sebuah perusahaan mengalami masalah dengan penundaan pengiriman produk, Fishbone Diagram dapat membantu menemukan apakah penyebabnya berasal dari kegagalan mesin, kesalahan manusia, atau kurangnya material yang tepat.

Menggunakan Fishbone Diagram membantu tim fokus pada identifikasi akar masalah secara sistematis, memungkinkan solusi yang lebih akurat dan efektif untuk problem solving.

3. Diagram Alir (Flowchart)

Memetakan Proses Bisnis dengan Flowchart sebagai Bagian dari 7 QC Tools

Flowchart, atau Diagram Alir, adalah salah satu alat yang sangat penting dalam 7 Quality Control (QC) Tools for Problem Solving and Improvement. Flowchart membantu memetakan langkah-langkah dalam suatu proses secara visual, sehingga memudahkan tim untuk memahami bagaimana suatu proses bekerja dan di mana potensi masalah bisa terjadi.

Flowchart biasanya digunakan untuk memahami proses yang kompleks atau untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang tidak efisien dalam suatu alur kerja. Dengan melihat proses secara keseluruhan, tim dapat menemukan tahapan yang membutuhkan perbaikan, apakah itu karena adanya langkah yang berulang, penundaan yang tidak perlu, atau sumber daya yang tidak teralokasi dengan baik.

Sebagai contoh, dalam proses produksi, Flowchart bisa menunjukkan bahwa ada waktu tunggu yang terlalu lama antara dua tahap produksi, sehingga solusi dapat ditemukan untuk mempercepat proses tersebut. Dengan begitu, perusahaan bisa meningkatkan efisiensi dan mengurangi waktu henti.

4. Check Sheet (Lembar Periksa)

Check Sheet: Alat Sederhana untuk Pengumpulan Data dalam 7 QC Tools

Check Sheet adalah alat sederhana tetapi sangat efektif dalam 7 Quality Control (QC) Tools for Problem Solving and Improvement. Check Sheet digunakan untuk mengumpulkan data secara terstruktur dan konsisten. Data yang dikumpulkan melalui Check Sheet sangat penting untuk menganalisis masalah dan menemukan pola yang mungkin tidak terlihat.

Misalnya, sebuah perusahaan bisa menggunakan Check Sheet untuk mencatat berapa kali masalah tertentu terjadi selama periode tertentu. Dengan mengumpulkan data ini, mereka bisa melihat tren atau pola tertentu yang mungkin menjadi penyebab utama masalah. Hal ini membantu tim untuk fokus pada solusi yang paling tepat.

Dalam banyak kasus, Check Sheet digunakan di lapangan atau selama inspeksi kualitas untuk mengumpulkan informasi langsung tentang masalah yang terjadi. Dengan data yang terkumpul secara konsisten, perusahaan dapat mengambil keputusan berbasis bukti, yang pada akhirnya mempercepat proses perbaikan.

5. Histogram

Menggunakan Histogram untuk Menganalisa Data dalam 7 Quality Control (QC) Tools

Histogram adalah alat statistik yang digunakan untuk memvisualisasikan distribusi data. Dalam konteks 7 Quality Control (QC) Tools for Problem Solving and Improvement, Histogram digunakan untuk melihat bagaimana data berkumpul di sekitar nilai tertentu, atau seberapa bervariasinya hasil dalam suatu proses.

Dengan menggunakan Histogram, perusahaan dapat dengan mudah melihat apakah suatu proses berjalan konsisten atau terdapat variasi yang signifikan. Misalnya, dalam proses produksi, Histogram bisa digunakan untuk melihat apakah ukuran produk sesuai dengan spesifikasi atau apakah ada penyimpangan.

Dengan alat ini, perusahaan dapat mengidentifikasi apakah variasi dalam proses tersebut dapat diterima atau perlu diperbaiki. Histogram membantu dalam membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan analisis data yang jelas, memungkinkan perbaikan kualitas yang lebih terukur dan tepat sasaran.

6. Diagram Pencar (Scatter Diagram)

Scatter Diagram: Menghubungkan Variabel untuk Pemecahan Masalah Kualitas

Scatter Diagram, juga dikenal sebagai Diagram Pencar, adalah salah satu alat dari 7 Quality Control (QC) Tools for Problem Solving and Improvement yang membantu tim untuk melihat hubungan antara dua variabel. Alat ini digunakan untuk menentukan apakah ada hubungan langsung atau korelasi antara dua faktor dalam suatu proses.

Sebagai contoh, perusahaan dapat menggunakan Scatter Diagram untuk melihat apakah ada hubungan antara suhu mesin dan kualitas produk. Jika ternyata ada korelasi, perusahaan dapat menyesuaikan suhu untuk mendapatkan hasil yang lebih konsisten.

Scatter Diagram sangat berguna dalam menganalisis penyebab masalah yang mungkin tidak terlihat secara langsung. Alat ini membantu perusahaan menemukan pola yang mungkin diabaikan, sehingga mereka dapat mengambil langkah yang lebih akurat dalam menyelesaikan masalah kualitas.

7. Pengendalian Proses Statistik (Statistical Process Control - SPC)

Mengoptimalkan Kualitas dengan Pengendalian Proses Statistik (SPC) dalam 7 QC Tools

Statistical Process Control (SPC) adalah alat yang digunakan untuk memantau dan mengontrol proses menggunakan data statistik. Dalam 7 Quality Control (QC) Tools for Problem Solving and Improvement, SPC membantu perusahaan untuk memastikan bahwa proses tetap berada dalam batas kontrol yang dapat diterima dan tidak menyimpang dari standar yang telah ditetapkan.

SPC biasanya menggunakan Control Charts untuk melacak variasi dalam proses dari waktu ke waktu. Dengan memonitor data secara real-time, perusahaan dapat segera mendeteksi apabila ada masalah atau variasi yang signifikan dalam proses produksi, memungkinkan mereka untuk mengambil tindakan korektif sebelum masalah menjadi lebih besar.

Dengan menerapkan SPC, perusahaan dapat menjaga kualitas produk tetap konsisten dan mengurangi kemungkinan terjadinya cacat produk. Ini adalah salah satu cara terbaik untuk memastikan perbaikan berkelanjutan dalam proses produksi dan mengurangi biaya yang berkaitan dengan perbaikan.

Penerapan 7 Quality Control (QC) Tools untuk Peningkatan dan Pemecahan Masalah

Setelah memahami masing-masing dari 7 Quality Control (QC) Tools for Problem Solving and Improvement, langkah berikutnya adalah menerapkannya dalam proses bisnis Anda. Kombinasi alat-alat ini memungkinkan tim untuk melakukan analisis yang lebih mendalam terhadap masalah yang ada dan mengidentifikasi solusi terbaik untuk perbaikan kualitas.

Penting untuk selalu melakukan evaluasi berkala terhadap proses yang ada dan memastikan bahwa perbaikan yang dilakukan berdampak positif. Dalam setiap industri, penerapan 7 QC Tools ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan skala perusahaan, baik itu dalam manufaktur, jasa, maupun sektor lainnya.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram