Selamat datang di pelatihan Dangerous Goods Awareness. Dalam dunia industri dan logistik, kita sering berurusan dengan berbagai jenis barang, termasuk barang-barang berbahaya atau dangerous goods. Barang-barang ini bisa berupa bahan kimia, gas, cairan, atau benda lain yang memiliki potensi risiko tinggi terhadap keselamatan manusia, lingkungan, maupun properti jika tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai pengelolaan dan penanganan dangerous goods sangat penting bagi setiap individu atau organisasi yang terlibat dalam proses penyimpanan, pengangkutan, dan pengelolaan barang-barang tersebut.

Pelatihan Dangerous Goods Awareness termasuk dalam materi pelatihan management & bisnis, yang dirancang untuk memberikan pemahaman dasar tentang berbagai kategori dangerous goods yang diakui secara internasional. Dalam pelatihan ini, peserta akan mempelajari penggolongan dangerous goods sesuai dengan standar regulasi internasional, memahami pentingnya pengepakan yang aman, serta penandaan (marking) dan pelabelan (labeling) yang benar sesuai peraturan yang berlaku. Selain itu, pelatihan ini juga akan membahas penanganan barang-barang berbahaya, mulai dari prosedur operasional standar hingga tindakan darurat yang harus dilakukan ketika terjadi insiden yang melibatkan dangerous goods.
Salah satu aspek krusial dalam pelatihan ini adalah perhitungan risiko, di mana peserta akan belajar menganalisis tingkat bahaya dari barang yang ditangani dan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan untuk meminimalkan risiko. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu menangani dangerous goods dengan lebih aman, efektif, dan sesuai regulasi, serta siap menghadapi situasi darurat yang mungkin timbul. Ini merupakan investasi penting dalam meningkatkan standar keselamatan kerja di lingkungan industri dan logistik.
APA YANG AKAN ANDA PELAJARI?
- Pendahuluan
- Penggolongan dangerous goods
- Daftar dangerous goods
- Pengepakan
- Marking
- Labeling
- Penanganan
- Perhitungan risiko
- Tindakan darurat
TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN
- Peserta pelatihan dapat memahami dan mengenali barang yang berbahaya (Dangerous Goods/DG).
- Peserta pelatihan dapat memahami proses dan prosedur yang tepat dalam DG Cargo.
- Peserta pelatihan dapat memahami penanganan Dangerous Goods/DG dan perhitungan risiko pengirimannya.
- Peserta pelatihan dapat memahami langkah-langkah apabila terjadi hal darurat terkait pengiriman Dangerous Goods/DG
TARGET PESERTA PELATIHAN
Semua pihak yang membutuhkan pengetahuan seputar pelatihan Dangerous Goods Awareness
METODE PELATIHAN
- Penyampaian konsep
- Diskusi kelompok
- Latihan
- Studi kasus
JADWAL PELATIHAN DANGEROUS GOODS AWARENESS
- 29-30 Januari 2024
- 26-27 Februari 2024
- 14-15 Maret 2024
- 29-30 April 2024
- 27-28 Mei 2024
- 3-4 Juni 2024
- 10-11 Juli 2024
- 19-20 Agustus 2024
- 17-18 September 2024
- 16-17 Oktober 2024
- 4-5 November 2024
- 11-12 Desember 2024
BIAYA PELATIHAN
Pelatihan Dangerous Goods Awareness Public
Biaya Public Training silahkan hubungi kami.
Durasi pelatihan : 2 hari.
Catatan :
- Harga diatas adalah harga untuk public training di Yogyakarta.
- Biaya pelatihan sudah termasuk ruang pelatihan di hotel beserta perlengkapan pelatihan, makan siang, coffee break 2x, modul materi, sertifikat, training kit dan souvenir.
- Biaya belum termasuk transportasi dan akomodasi (penginapan) peserta pelatihan.
- Biaya sudah termasuk biaya pajak.
- Untuk permintaan materi custom (yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta) atau in house training dapat menghubungi kami di sini.
Pelatihan Dangerous Goods Awareness Online
Biaya Online Training silahkan hubungi kami.
Durasi pelatihan : 2 hari.
Catatan:
- Harga diatas adalah harga untuk online training.
- Pelatihan online menggunakan media Zoom Meeting atau media lainnya sesuai kebutuhan.
- Biaya pelatihan sudah termasuk Softcopy materi pelatihan, rekaman video pelatihan & Sertifikat pelatihan.
- Biaya sudah termasuk biaya pajak.
- Untuk permintaan materi custom (yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta) atau in house training dapat menghubungi kami di sini.
Dangerous Goods Awareness: Langkah-Langkah Mengamankan Pengelolaan Bahan Berbahaya di Tempat Kerja
Pentingnya Dangerous Goods Awareness di Tempat Kerja
Penjelasan singkat tentang apa itu Dangerous Goods Awareness
Dangerous Goods Awareness, atau kesadaran akan barang berbahaya, dikutip dari faa.gov merujuk pada pengetahuan dan pemahaman tentang bahan-bahan yang memiliki potensi risiko terhadap kesehatan manusia, lingkungan, atau properti jika tidak dikelola dengan baik. Kesadaran ini melibatkan kemampuan untuk mengidentifikasi, menangani, menyimpan, dan mengangkut bahan berbahaya secara aman, baik di tempat kerja maupun dalam rantai distribusi. Bahan berbahaya dapat berupa bahan kimia, gas, cairan yang mudah terbakar, hingga zat beracun yang digunakan dalam berbagai industri.
Mengapa penting bagi perusahaan untuk meningkatkan kesadaran akan bahan berbahaya di lingkungan kerja
Bagi perusahaan, meningkatkan Dangerous Goods Awareness sangat penting untuk mencegah kecelakaan kerja yang bisa berakibat fatal. Lingkungan kerja yang berhubungan dengan bahan berbahaya sering kali memiliki risiko tinggi yang bisa membahayakan karyawan dan properti jika tidak ditangani dengan benar. Dengan meningkatkan kesadaran ini, perusahaan dapat mengurangi risiko cedera, kerugian finansial akibat insiden, serta menjaga reputasi perusahaan di mata publik dan pelanggan.
Dampak buruk dari kurangnya kesadaran tentang barang berbahaya
Kurangnya Dangerous Goods Awareness dapat menyebabkan berbagai dampak buruk, mulai dari kecelakaan kerja hingga kerugian yang besar bagi perusahaan. Selain itu, insiden yang disebabkan oleh kelalaian dalam menangani bahan berbahaya dapat merusak lingkungan, memicu kebakaran, atau bahkan mengakibatkan keracunan massal. Hal ini juga bisa memunculkan sanksi hukum yang berat, baik dalam bentuk denda maupun tuntutan perdata yang bisa menghancurkan reputasi perusahaan.
Mengenal Kategori Bahan Berbahaya dalam Dangerous Goods Awareness
Definisi dan klasifikasi bahan berbahaya menurut standar internasional
Bahan berbahaya, atau dangerous goods, didefinisikan sebagai substansi yang berpotensi menimbulkan risiko terhadap kesehatan manusia, keselamatan, properti, atau lingkungan jika tidak dikelola dengan benar. Berdasarkan standar internasional, bahan-bahan ini dikategorikan ke dalam beberapa kelas, seperti bahan peledak, gas berbahaya, cairan mudah terbakar, zat beracun, dan zat korosif. Setiap kelas bahan berbahaya memerlukan penanganan khusus agar tidak menimbulkan kecelakaan.
Contoh bahan berbahaya yang sering ditemukan di tempat kerja (kimia, gas, cairan mudah terbakar)
Beberapa contoh bahan berbahaya yang umum ditemukan di tempat kerja antara lain bahan kimia berbahaya, seperti asam sulfat dan amonia, gas beracun seperti klorin, serta cairan mudah terbakar seperti bensin atau etanol. Selain itu, bahan peledak dan zat korosif juga sering digunakan di sektor industri, terutama dalam manufaktur, pertambangan, dan konstruksi. Kesadaran akan keberadaan dan cara penanganan bahan-bahan ini sangat penting dalam rangka memitigasi risiko.
Bagaimana Dangerous Goods Awareness membantu dalam mengidentifikasi potensi risiko
Melalui Dangerous Goods Awareness, perusahaan dapat mengidentifikasi potensi risiko yang mungkin muncul akibat penggunaan bahan berbahaya. Kesadaran ini melibatkan evaluasi risiko terhadap kondisi penyimpanan, penggunaan, dan transportasi bahan tersebut. Dengan memahami karakteristik bahan-bahan ini, perusahaan bisa mengadopsi langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif dan menyesuaikan prosedur penanganan untuk meminimalisir kecelakaan.
Langkah-Langkah Dasar dalam Implementasi Dangerous Goods Awareness di Perusahaan
Evaluasi risiko bahan berbahaya di lingkungan kerja
Langkah pertama dalam implementasi Dangerous Goods Awareness di perusahaan adalah melakukan evaluasi risiko bahan berbahaya. Evaluasi ini melibatkan identifikasi bahan apa saja yang digunakan di tempat kerja, seberapa besar potensi risikonya, dan bagaimana bahan-bahan tersebut disimpan atau ditangani. Dengan penilaian risiko yang tepat, perusahaan bisa menentukan prosedur yang tepat untuk menangani dan menyimpan bahan berbahaya, serta mengurangi potensi kecelakaan.
Mengembangkan kebijakan dan prosedur penanganan bahan berbahaya
Setelah mengevaluasi risiko, langkah selanjutnya adalah mengembangkan kebijakan dan prosedur untuk menangani bahan berbahaya. Prosedur ini harus mencakup semua aspek penanganan bahan berbahaya, mulai dari penyimpanan, transportasi, hingga pembuangan. Selain itu, perusahaan perlu memastikan bahwa semua karyawan terlatih dengan baik dalam Dangerous Goods Awareness sehingga mereka memahami tindakan yang harus diambil saat terjadi kecelakaan atau paparan bahan berbahaya.
Pengelolaan Penyimpanan Bahan Berbahaya: Bagian Penting dari Dangerous Goods Awareness
Penyimpanan yang aman untuk bahan berbahaya
Penyimpanan bahan berbahaya adalah salah satu aspek paling kritis dalam Dangerous Goods Awareness. Bahan-bahan ini harus disimpan di tempat yang aman, terpisah dari bahan yang mudah terbakar atau bahan lainnya yang bisa menimbulkan reaksi berbahaya. Ruang penyimpanan juga harus memiliki ventilasi yang memadai dan dilengkapi dengan label yang jelas untuk mengidentifikasi jenis bahan berbahaya yang ada di dalamnya. Dengan prosedur penyimpanan yang baik, risiko kebakaran, ledakan, atau bocornya bahan kimia dapat diminimalkan.
Penempatan alat pemadam kebakaran dan peralatan darurat
Sebagai bagian dari Dangerous Goods Awareness, perusahaan harus memastikan bahwa peralatan darurat seperti alat pemadam kebakaran dan sistem alarm tersedia di dekat area penyimpanan bahan berbahaya. Selain itu, karyawan harus dilatih untuk menggunakan alat-alat ini dengan tepat dalam keadaan darurat. Penempatan alat pemadam kebakaran yang strategis dan sistem evakuasi yang baik dapat menyelamatkan nyawa dan mengurangi kerusakan dalam situasi darurat.
Dangerous Goods Awareness dalam pengelolaan stok bahan berbahaya
Pengelolaan stok bahan berbahaya juga merupakan bagian penting dari Dangerous Goods Awareness. Setiap perusahaan harus memiliki sistem pencatatan yang akurat untuk melacak jumlah dan jenis bahan berbahaya yang dimiliki. Ini termasuk memastikan bahwa tanggal kadaluwarsa bahan berbahaya diperhatikan, dan bahan yang sudah tidak aman lagi segera dibuang sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dengan manajemen stok yang tepat, perusahaan bisa mengurangi potensi insiden akibat penanganan bahan yang sudah tidak layak pakai.
Prosedur Penanganan Bahan Berbahaya: Meningkatkan Dangerous Goods Awareness untuk Mencegah Kecelakaan
Pedoman penggunaan alat pelindung diri (APD)
Penggunaan alat pelindung diri (APD) adalah bagian penting dari Dangerous Goods Awareness. Karyawan yang bekerja dengan bahan berbahaya harus selalu menggunakan APD yang sesuai, seperti sarung tangan, kacamata pelindung, atau masker. Pedoman penggunaan APD ini harus jelas dan dipahami oleh semua karyawan, serta diawasi secara ketat untuk memastikan kepatuhan. APD yang tepat dapat mencegah paparan langsung terhadap zat berbahaya, mengurangi risiko cedera atau penyakit akibat kerja.
Proses transportasi bahan berbahaya di dalam dan luar tempat kerja
Transportasi bahan berbahaya juga memerlukan perhatian khusus. Prosedur pengangkutan harus mengikuti regulasi yang ketat untuk memastikan bahwa bahan berbahaya tidak bocor, terbakar, atau bereaksi selama perjalanan. Dalam Dangerous Goods Awareness, penting untuk menggunakan wadah yang sesuai dan menandai kontainer dengan jelas agar orang lain mengetahui risiko yang mungkin terjadi. Setiap kendaraan pengangkut juga harus dilengkapi dengan peralatan darurat untuk menangani insiden yang tidak diinginkan.
Bagaimana Dangerous Goods Awareness dapat mencegah insiden dan kecelakaan
Dangerous Goods Awareness berperan besar dalam mencegah insiden dan kecelakaan yang melibatkan bahan berbahaya. Dengan pemahaman yang mendalam tentang bahan-bahan ini, karyawan bisa lebih waspada terhadap potensi bahaya dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan. Prosedur penanganan yang tepat, pelatihan berkala, serta penyediaan peralatan keselamatan yang memadai, semuanya berkontribusi pada pengurangan risiko kecelakaan di tempat kerja.
Peraturan dan Standar Keselamatan: Kerangka Hukum dalam Dangerous Goods Awareness
Regulasi nasional dan internasional terkait pengelolaan bahan berbahaya
Pengelolaan bahan berbahaya diatur oleh berbagai regulasi nasional dan internasional yang bertujuan untuk melindungi keselamatan manusia dan lingkungan. Di Indonesia, misalnya, Kementerian Ketenagakerjaan memiliki aturan yang ketat terkait penanganan bahan berbahaya di tempat kerja. Selain itu, ada juga peraturan internasional, seperti yang dikeluarkan oleh United Nations (UN) mengenai klasifikasi dan pengangkutan barang berbahaya. Dangerous Goods Awareness membantu perusahaan dalam memahami dan mematuhi regulasi ini.
Bagaimana Dangerous Goods Awareness mendukung kepatuhan terhadap peraturan tersebut
Dengan meningkatkan Dangerous Goods Awareness, perusahaan dapat memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Kesadaran ini tidak hanya melibatkan pemahaman tentang regulasi, tetapi juga penerapan praktik terbaik dalam penanganan dan penyimpanan bahan berbahaya. Perusahaan yang mematuhi standar keselamatan dan regulasi biasanya terhindar dari sanksi hukum yang berat dan dapat menjalankan operasi mereka dengan lebih efisien.
Sanksi atas pelanggaran regulasi terkait bahan berbahaya
Pelanggaran terhadap regulasi bahan berbahaya dapat berakibat fatal bagi perusahaan. Sanksi yang dikenakan bisa berupa denda yang sangat besar, penutupan operasional sementara, atau bahkan tuntutan pidana jika kecelakaan yang disebabkan oleh kelalaian perusahaan mengakibatkan kematian atau kerusakan lingkungan yang signifikan. Dengan memahami risiko ini, penting bagi setiap perusahaan untuk terus meningkatkan Dangerous Goods Awareness agar tetap mematuhi regulasi yang berlaku.
Audit dan Pemantauan: Menjaga Kepatuhan dan Keselamatan Melalui Dangerous Goods Awareness
Pentingnya audit berkala dalam pengelolaan bahan berbahaya
Audit berkala adalah salah satu cara untuk memastikan bahwa perusahaan tetap patuh terhadap standar keselamatan dalam menangani bahan berbahaya. Audit ini membantu mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan dan memastikan bahwa prosedur penanganan sudah sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dangerous Goods Awareness yang baik mendorong perusahaan untuk melakukan audit secara rutin, sehingga dapat mendeteksi potensi masalah sebelum berkembang menjadi insiden serius.
Pemantauan penggunaan dan penyimpanan bahan berbahaya secara berkelanjutan
Selain audit, pemantauan yang berkelanjutan juga sangat penting dalam memastikan keselamatan kerja yang berkaitan dengan bahan berbahaya. Dengan pemantauan rutin, perusahaan dapat memastikan bahwa bahan-bahan tersebut disimpan dan digunakan sesuai dengan standar keamanan. Hal ini juga memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi perubahan dalam lingkungan kerja yang mungkin mempengaruhi cara bahan berbahaya ditangani.
Bagaimana Dangerous Goods Awareness membantu dalam proses audit dan pemantauan
Dangerous Goods Awareness membantu dalam proses audit dan pemantauan dengan menyediakan panduan yang jelas tentang apa yang harus dicari selama inspeksi. Ini mencakup pengecekan kondisi penyimpanan, kelengkapan peralatan keselamatan, serta kepatuhan terhadap prosedur pengangkutan. Dengan kesadaran yang baik, perusahaan dapat mengurangi risiko pelanggaran dan memastikan keselamatan di tempat kerja tetap terjaga.
Dengan implementasi yang tepat, Dangerous Goods Awareness tidak hanya melindungi kesehatan dan keselamatan karyawan tetapi juga menjaga kepatuhan perusahaan terhadap regulasi yang berlaku.
