Home » Pelatihan Selling Techniques for Banking Products

Pelatihan Selling Techniques for Banking Products

Selamat datang di pelatihan Selling Techniques for Banking Products. Dalam dunia perbankan yang semakin kompetitif, kemampuan menjual bukan lagi sekadar keahlian tambahan, melainkan kebutuhan utama bagi setiap insan bankir. Produk perbankan kini tidak hanya berbicara soal tabungan, deposito, atau kredit, tetapi juga mencakup solusi keuangan yang kompleks dan dinamis. Karena itu, kemampuan memahami Selling Techniques for Banking Products menjadi sangat penting agar setiap tenaga pemasaran, frontliner, maupun relationship manager mampu menghadirkan nilai tambah yang relevan bagi nasabah. Pelatihan ini dirancang untuk membantu peserta memahami seni dan strategi menjual secara profesional dalam konteks industri perbankan yang berorientasi pada kebutuhan nasabah dan berlandaskan kepercayaan.

Pelatihan Selling Techniques for Banking Products

Melalui sesi Pelatihan Selling Techniques for Banking Products ini, peserta akan diajak menelusuri kembali makna penting kegiatan “selling” dalam perbankan, bukan hanya sebagai aktivitas mengejar target, tetapi sebagai proses membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan antara bank dan nasabah. Peserta juga akan memahami berbagai hambatan yang kerap muncul dalam proses penjualan, baik yang berasal dari diri sendiri, produk, maupun karakter nasabah, serta bagaimana cara mengatasinya secara efektif.

Selain itu pelatihan ini termasuk dalam materi pelatihan Perbankan & Jasa Keuangan, yang akan mengupas langkah-langkah sistematis dalam Steps of Sale — mulai dari prospecting, pendekatan, presentasi, menangani keberatan, hingga teknik closing yang elegan dan beretika. Tak kalah penting, peserta juga akan memperkuat pengetahuan tentang Customer Service Knowledge sebagai fondasi membangun kepuasan nasabah, serta Product Knowledge agar dapat menawarkan produk secara meyakinkan dan solutif.

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya mampu menjual lebih banyak produk, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan, loyalitas, dan hubungan jangka panjang dengan nasabah — kunci keberhasilan sejati dalam dunia penjualan perbankan modern.

APA YANG AKAN ANDA PELAJARI?

  1. Pentingnya kegiatan “SELLING”.
  2. Hambatan dalam “SELLING”.
  3. Steps of Sale (mulai dari prospecting s/d. closing).
  4. Customer Service Knowledge.
  5. Product Knowledge

TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN

  • Peserta pelatihan mampu memahami konsep ‘MENJUAL” dan langkah-langkah dalam “MENJUAL”
  • Peserta pelatihan mampu mengembangkan potensinya dan memiliki self confidence yang lebih tinggi
  • Peserta pelatihan mampu menjalin hubungan lebih baik dengan customer

TARGET PESERTA PELATIHAN

  • Tim sales & Marketing bank
  • Semua pihak yang membutuhkan pengetahuan seputar kemampuan menjual untuk produk bank

METODE PELATIHAN

  • Penyampaian konsep
  • Diskusi kelompok
  • Latihan
  • Studi kasus

JADWAL PELATIHAN SELLING TECHNIQUES FOR BANKING PRODUCTS

  • 30-31 Januari 2025 
  • 24-25 Februari 2025 
  • 17-18 Maret 2025 
  • 23-24 April 2025 
  • 13-14 Mei 2025 
  • 16-17 Juni 2025 
  • 21-22 Juli 2025 
  • 18-19 Agustus 2025 
  • 29-30 September 2025 
  • 15-16 Oktober 2025 
  • 3-4 November 2025 
  • 11-12 Desember 2025

BIAYA PELATIHAN

Pelatihan Selling Techniques for Banking Products Public

Biaya Public Training silahkan hubungi kami.

Durasi pelatihan : 2 hari.

Catatan :

  1. Harga diatas adalah harga untuk public training di Yogyakarta.
  2. Biaya pelatihan sudah termasuk ruang pelatihan di hotel beserta perlengkapan pelatihan, makan siang, coffee break 2x, modul materi, sertifikat, training kit dan souvenir.
  3. Biaya belum termasuk transportasi dan akomodasi (penginapan) peserta pelatihan.
  4. Biaya sudah termasuk biaya pajak.
  5. Untuk permintaan materi custom (yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta) atau in house training dapat menghubungi kami di sini.

Pelatihan Selling Techniques for Banking Products Online

Biaya Online Training silahkan hubungi kami.

Durasi pelatihan : 2 hari.

Catatan:

  1. Harga diatas adalah harga untuk online training.
  2. Pelatihan online menggunakan media Zoom Meeting atau media lainnya sesuai kebutuhan.
  3. Biaya pelatihan sudah termasuk Softcopy materi pelatihan, rekaman video pelatihan & Sertifikat pelatihan.
  4. Biaya sudah termasuk biaya pajak.
  5. Untuk permintaan materi custom (yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta) atau in house training dapat menghubungi kami di sini.

Selling Techniques for Banking Products: Strategi Menjual Produk Perbankan di Era Digital

Dunia perbankan mengalami transformasi besar-besaran. Jika dulu nasabah datang ke cabang untuk membuka rekening, kini semuanya bisa dilakukan melalui ponsel hanya dalam hitungan menit. Perubahan perilaku ini menuntut tenaga pemasar bank untuk beradaptasi cepat. Nasabah kini lebih cerdas, memiliki banyak pilihan, dan menuntut pengalaman digital yang mulus. Di sinilah Selling Techniques for Banking Products memainkan peran penting—karena menjual produk bank kini bukan hanya soal transaksi, tetapi juga soal bagaimana menciptakan nilai yang relevan bagi nasabah modern.

Selain itu, digitalisasi membuat proses pembelian layanan keuangan menjadi lebih transparan. Nasabah bisa membandingkan bunga, biaya administrasi, hingga manfaat produk dari berbagai bank secara daring. Artinya, tenaga pemasar perlu lebih memahami psikologi pelanggan digital dan menguasai teknik persuasi yang berlandaskan data, bukan sekadar promosi verbal. Strategi penjualan yang efektif kini harus memadukan pendekatan digital dengan kemampuan komunikasi yang empatik.

Tantangan dan peluang bagi tenaga penjual produk perbankan

Perkembangan teknologi membawa dua sisi: tantangan dan peluang. Tantangan terbesar muncul dari perubahan ekspektasi nasabah yang menginginkan layanan cepat dan personal. Mereka tidak lagi tertarik dengan pitch penjualan yang kaku. Sebaliknya, mereka mencari solusi keuangan yang bisa menjawab kebutuhan spesifik. Ini memaksa tenaga penjual untuk menguasai Selling Techniques for Banking Products berbasis data, agar setiap interaksi menjadi relevan dan tepat sasaran.

Namun, di balik tantangan tersebut tersimpan peluang besar. Dengan teknologi, tenaga pemasar kini bisa menjangkau lebih banyak nasabah tanpa batas geografis. Platform digital, media sosial, dan aplikasi perbankan membuka ruang baru bagi promosi produk. Yang diperlukan hanyalah kemampuan beradaptasi, memahami tren digital, dan mengoptimalkan kanal komunikasi modern untuk menumbuhkan kepercayaan serta loyalitas nasabah.

Pentingnya menguasai Selling Techniques for Banking Products untuk mempertahankan daya saing

Dalam industri yang kompetitif seperti perbankan, kecepatan berinovasi menjadi pembeda utama. Menguasai Selling Techniques for Banking Products berarti memiliki keunggulan dalam memahami kebutuhan pasar, mengelola hubungan pelanggan, dan meningkatkan penjualan secara berkelanjutan. Bank yang memiliki tim pemasaran dengan kemampuan penjualan modern mampu mempertahankan nasabah lama sekaligus menarik nasabah baru.

Keterampilan menjual bukan lagi sekadar “menawarkan produk,” tetapi juga “menawarkan pengalaman.” Pemasar yang menguasai teknik penjualan perbankan di era digital bisa memadukan data, empati, dan strategi komunikasi personal. Hasilnya, nasabah merasa lebih dihargai dan bank mendapatkan reputasi sebagai lembaga yang memahami kebutuhan mereka secara mendalam.

Memahami Konsep Dasar Selling Techniques for Banking Products

Definisi dan tujuan utama dari Selling Techniques for Banking Products

Secara sederhana dikutip dari dealhub.io, Selling Techniques for Banking Products adalah serangkaian strategi, pendekatan, dan keterampilan yang digunakan tenaga pemasar untuk memperkenalkan, mempromosikan, dan menjual produk perbankan kepada nasabah. Tujuan utamanya bukan hanya meningkatkan volume penjualan, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan antara bank dan pelanggan.

Teknik ini mencakup pemahaman mendalam tentang produk—mulai dari fitur, manfaat, risiko, hingga nilai tambahnya. Di sisi lain, tenaga pemasar juga dituntut memahami profil nasabah, perilaku konsumsi, serta motivasi finansial mereka. Ketika keduanya digabungkan, terciptalah pendekatan penjualan yang personal dan efektif.

Dalam konteks yang lebih luas, Selling Techniques for Banking Products bertujuan untuk mengubah penjualan menjadi pengalaman konsultatif. Tenaga pemasar bukan hanya menjual tabungan, kredit, atau investasi, tetapi juga membantu nasabah mencapai tujuan finansial mereka. Dengan demikian, proses penjualan berubah menjadi hubungan kepercayaan jangka panjang.

Perbedaan antara penjualan konvensional dan digital

Penjualan konvensional mengandalkan interaksi tatap muka, brosur, dan komunikasi langsung di cabang. Di era digital, model ini sudah tidak cukup. Selling Techniques for Banking Products modern menekankan penggunaan kanal online seperti aplikasi, media sosial, dan video edukatif. Tenaga penjual kini harus mahir berkomunikasi lewat layar, bukan hanya di ruang rapat.

Keunggulan utama penjualan digital terletak pada skalabilitas dan personalisasi. Teknologi memungkinkan pemasaran yang terukur dan efisien, sementara data membantu memahami preferensi nasabah dengan lebih akurat. Di sisi lain, penjualan digital menuntut keterampilan baru seperti content marketing, storytelling digital, dan analisis perilaku pengguna.

Peran teknologi dan data dalam mendukung efektivitas penjualan

Teknologi adalah katalis utama dalam mengoptimalkan Selling Techniques for Banking Products. Dengan data analytics dan CRM (Customer Relationship Management), tenaga pemasar dapat mengetahui pola transaksi, preferensi produk, dan potensi kebutuhan nasabah di masa depan. Ini memungkinkan penawaran yang lebih personal dan relevan.

Selain itu, teknologi mendukung otomatisasi proses seperti pengingat follow-up, segmentasi pelanggan, hingga analisis efektivitas kampanye penjualan. Dengan insight berbasis data, keputusan penjualan menjadi lebih cepat dan akurat. Hasilnya, produktivitas meningkat dan biaya akuisisi nasabah menurun.

Analisis Kebutuhan Nasabah sebagai Langkah Awal Selling Techniques for Banking Products

Teknik menggali kebutuhan dan preferensi nasabah

Langkah pertama dalam Selling Techniques for Banking Products yang efektif adalah memahami siapa nasabah Anda. Tidak semua nasabah memiliki kebutuhan yang sama. Beberapa mencari keamanan dana, sementara yang lain mencari return tinggi dari investasi. Teknik menggali kebutuhan bisa dilakukan melalui wawancara, observasi, maupun analisis perilaku transaksi.

Pendekatan yang paling efektif adalah dengan mengajukan pertanyaan terbuka. Misalnya, “Apa tujuan keuangan Anda dalam lima tahun ke depan?” atau “Apakah Anda lebih fokus pada likuiditas atau pertumbuhan dana?” Pertanyaan semacam ini membantu tenaga pemasar memahami motivasi emosional di balik keputusan finansial nasabah.

Menggunakan data analitik dan CRM untuk segmentasi pasar

Data analitik dan sistem CRM memainkan peran besar dalam Selling Techniques for Banking Products modern. Melalui data, bank dapat membagi nasabah ke dalam segmen seperti nasabah prioritas, pelaku UMKM, atau generasi milenial digital. Setiap segmen membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Misalnya, segmen milenial lebih responsif terhadap kampanye digital dan reward berbasis gaya hidup, sementara segmen korporasi membutuhkan pendekatan konsultatif dengan analisis keuangan mendalam. Dengan strategi berbasis data, tenaga pemasar bisa menyusun penawaran yang relevan dan personal, sehingga potensi konversi meningkat signifikan.

Digital Selling Skills: Kunci Modernisasi Selling Techniques for Banking Products

Pemanfaatan media sosial, website, dan aplikasi digital banking sebagai sarana promosi

Media sosial telah menjadi kanal utama dalam Selling Techniques for Banking Products. Melalui platform seperti Instagram, LinkedIn, dan YouTube, bank dapat membangun citra profesional sekaligus memperkenalkan produk dengan cara yang lebih engaging. Konten edukatif seperti tips keuangan, video singkat, atau simulasi kredit mampu menarik minat calon nasabah.

Website resmi dan aplikasi mobile banking juga menjadi ujung tombak strategi digital. Selain memudahkan transaksi, keduanya dapat menampilkan penawaran produk yang disesuaikan dengan profil pengguna. Fitur seperti notifikasi personal, simulasi tabungan, atau kalkulator pinjaman meningkatkan keterlibatan dan konversi nasabah.

Strategi komunikasi digital yang efektif dan etis

Dalam komunikasi digital, kecepatan bukan segalanya. Etika dan transparansi tetap menjadi fondasi utama dalam Selling Techniques for Banking Products. Pemasar harus memastikan setiap pesan yang dikirim akurat, tidak menyesatkan, dan memberikan nilai bagi penerima. Strategi komunikasi yang baik mengutamakan empati, bukan tekanan.

Gunakan bahasa yang sederhana dan visual yang informatif agar nasabah merasa nyaman. Hindari jargon teknis berlebihan. Dalam konteks ini, storytelling berperan besar—cerita tentang bagaimana produk bank membantu seseorang mencapai mimpi finansial jauh lebih berkesan dibandingkan promosi angka bunga semata.

Cara membangun kepercayaan nasabah di dunia online

Kepercayaan adalah aset terbesar dalam bisnis perbankan. Untuk membangunnya di dunia digital, tenaga pemasar harus menunjukkan kredibilitas dan konsistensi. Selling Techniques for Banking Products yang sukses selalu mengedepankan transparansi data, kejelasan produk, serta respons cepat terhadap pertanyaan nasabah.

Review positif, testimoni nyata, dan konten edukatif membantu memperkuat reputasi digital. Bank juga perlu memastikan keamanan siber agar nasabah merasa aman saat berinteraksi secara daring. Ketika kepercayaan terbentuk, loyalitas nasabah akan mengikuti.

Consultative Selling dalam Selling Techniques for Banking Products

Mengubah pendekatan dari sekadar menjual menjadi memberikan solusi finansial

Pendekatan konsultatif adalah inti dari Selling Techniques for Banking Products yang modern. Alih-alih sekadar menawarkan produk, tenaga pemasar berperan sebagai konsultan keuangan yang membantu nasabah mencapai tujuan finansial mereka. Hal ini menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi dibanding sekadar penjualan satu kali.

Teknik bertanya dan mendengarkan aktif dalam proses konsultatif

Keberhasilan dalam consultative selling bergantung pada kemampuan mendengarkan aktif. Pertanyaan seperti “Apa tantangan finansial terbesar Anda?” membuka ruang bagi nasabah untuk berbagi, dan memberi peluang bagi tenaga pemasar untuk menawarkan solusi yang relevan. Dalam Selling Techniques for Banking Products, empati adalah alat komunikasi yang paling kuat.

Membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah korporasi dan ritel

Tujuan akhir consultative selling bukanlah penjualan cepat, melainkan hubungan jangka panjang. Tenaga pemasar yang konsisten memberikan solusi dan follow-up secara berkala akan membangun kepercayaan yang sulit digantikan. Untuk nasabah korporasi, hubungan ini bahkan bisa berkembang menjadi kemitraan strategis yang saling menguntungkan.

Cross-Selling dan Up-Selling sebagai Bagian dari Selling Techniques for Banking Products

Definisi dan penerapan strategi cross-selling dan up-selling di bank

Dalam konteks Selling Techniques for Banking Products, cross-selling berarti menawarkan produk tambahan yang relevan dengan produk utama nasabah. Misalnya, menawarkan asuransi kredit kepada nasabah yang baru mengajukan KPR. Sedangkan up-selling adalah mendorong nasabah memilih versi produk dengan nilai lebih tinggi, seperti kartu kredit premium.

Contoh penerapan pada produk tabungan, kredit, dan investasi

Cross-selling bisa dilakukan dengan menautkan rekening tabungan ke produk investasi seperti reksa dana otomatis. Untuk kredit, bank dapat menawarkan perlindungan asuransi jiwa atau cashback reward. Sementara up-selling bisa diterapkan dengan meningkatkan limit kartu kredit berdasarkan histori transaksi nasabah.

Etika penawaran produk tambahan agar tidak mengganggu kepercayaan nasabah

Dalam semua strategi Selling Techniques for Banking Products, etika tetap nomor satu. Penawaran tambahan harus berdasarkan kebutuhan nyata nasabah, bukan semata demi target penjualan. Transparansi manfaat dan risiko produk wajib dikomunikasikan agar kepercayaan tidak hilang.

Selling Techniques for Banking Products Berbasis Teknologi dan Data

Peran big data, AI, dan automation dalam mendukung penjualan produk perbankan

Teknologi seperti big data dan AI telah merevolusi Selling Techniques for Banking Products. Bank dapat menganalisis jutaan data transaksi untuk memprediksi kebutuhan nasabah. Misalnya, sistem dapat mendeteksi potensi kebutuhan kredit berdasarkan pola pengeluaran, lalu memberikan penawaran otomatis yang relevan.

Pemanfaatan chatbots, robo-advisors, dan personalisasi digital

Chatbots dan robo-advisors mempercepat layanan pelanggan tanpa mengurangi kualitas interaksi. Mereka mampu menjawab pertanyaan, memberikan rekomendasi produk, bahkan memproses transaksi secara otomatis. Semua ini meningkatkan efisiensi dan kepuasan nasabah, sekaligus mendukung produktivitas tim pemasaran.

Tantangan dan Kesalahan Umum dalam Selling Techniques for Banking Products

Over-promising dan mis-selling: dampak negatif terhadap reputasi bank

Kesalahan paling fatal dalam Selling Techniques for Banking Products adalah menjanjikan sesuatu yang tidak bisa dipenuhi. Over-promising bukan hanya menghilangkan kepercayaan nasabah, tetapi juga bisa berdampak hukum. Oleh karena itu, integritas menjadi fondasi utama dalam setiap proses penjualan.

Kurangnya pelatihan digital bagi tenaga pemasar

Banyak tenaga pemasar masih belum siap dengan perubahan teknologi. Mereka unggul di komunikasi tatap muka, namun kurang mahir dalam dunia digital. Padahal, Selling Techniques for Banking Products di era modern membutuhkan pemahaman platform online, analitik, dan strategi konten.

Strategi mengatasi resistensi terhadap perubahan teknologi

Untuk mengatasi resistensi, bank perlu membangun budaya pembelajaran berkelanjutan. Program pelatihan digital, sertifikasi internal, dan mentoring bisa menjadi solusi. Ketika tenaga pemasar merasa nyaman dengan teknologi, produktivitas dan efektivitas penjualan akan meningkat signifikan.

Mengukur Keberhasilan Selling Techniques for Banking Products

Indikator kinerja utama (KPI) dalam aktivitas penjualan digital

Evaluasi menjadi bagian penting dari Selling Techniques for Banking Products. KPI yang umum digunakan mencakup jumlah prospek yang diubah menjadi nasabah, tingkat retensi, nilai transaksi rata-rata, hingga engagement digital. Semua indikator ini menunjukkan seberapa efektif strategi penjualan diterapkan.

Metode evaluasi efektivitas strategi dan pelatihan penjualan

Evaluasi dilakukan melalui analisis performa tim, survei kepuasan nasabah, dan perbandingan hasil sebelum serta sesudah pelatihan. Data dari CRM membantu melihat tren penjualan per produk dan per kanal distribusi, sehingga strategi bisa disesuaikan secara dinamis.

Menyusun rencana pengembangan berkelanjutan untuk tim penjualan

Untuk menjaga konsistensi, bank perlu merancang program pengembangan jangka panjang. Fokusnya adalah pada penguatan Selling Techniques for Banking Products, penguasaan alat digital, dan peningkatan kemampuan interpersonal. Dengan kombinasi ini, tenaga penjual mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar.

Era digital telah mengubah cara bank berinteraksi dengan nasabah. Tenaga pemasar yang menguasai Selling Techniques for Banking Products berbasis data dan teknologi akan menjadi aset paling berharga. Ke depan, kombinasi antara empati manusia dan kecerdasan buatan akan mendefinisikan ulang konsep penjualan perbankan.

Bank yang mampu beradaptasi dengan cepat, berkomunikasi secara etis, dan memberikan solusi finansial personal akan memenangkan hati nasabah. Dengan mengintegrasikan strategi digital, pelatihan berkelanjutan, dan teknologi analitik, masa depan Selling Techniques for Banking Products akan menjadi pendorong utama pertumbuhan industri perbankan yang berkelanjutan.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram